Grow with Integrity: Tanamkan Nilai Antikorupsi Sejak Dini di SDN 1 Kranggan

Mahasiswa S1 Program Studi Administrasi Publik K.Rembang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Gandasari Lailatul Nugrahani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Klaten, Kranggan – Upaya mengenalkan nilai antikorupsi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Hal tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini “Grow with Integrity” di SDN 1 Kranggan, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini termasuk dalam Program Kerja Sosial Kemasyarakatan Kuliah Kerja Nyata Tim II Tahun Akademik 2025/2026. Gandasari Lailatul Nugrahani, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik K.Rembang, hadir sebagai pemateri dengan membawa materi mengenai pentingnya membangun sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, adil, dan peduli sejak usia Sekolah Dasar.
Penyampaian materi dilakukan melalui pendekatan yang sederhana dan menyesuaikan pengalaman sehari-hari siswa. Nilai antikorupsi tidak hanya dijelaskan secara konseptual, tetapi juga dikaitkan dengan tindakan yang mudah ditemui di lingkungan sekolah maupun rumah. Beberapa contoh yang dibahas antara lain tidak menyontek saat mengerjakan tugas, berkata jujur, tidak mengambil barang milik orang lain, mematuhi aturan, serta berani mengakui kesalahan.

Agar kegiatan tidak berlangsung satu arah, siswa juga diajak terlibat dalam pembuatan Pohon Kejujuran secara berkelompok. Melalui media tersebut, siswa menuliskan contoh-contoh perilaku yang menurut mereka mencerminkan sikap antikorupsi dan integritas. Setiap kelompok kemudian menyusun hasil pemikiran mereka dalam satu media bersama sehingga materi yang sebelumnya disampaikan dapat dipahami melalui aktivitas yang lebih interaktif.
Kegiatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengenali bahwa integritas tidak selalu berkaitan dengan persoalan besar. Sikap tersebut justru dapat tumbuh melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, seperti menjalankan tanggung jawab, memperlakukan teman secara adil, menaati aturan, serta menjaga kejujuran dalam berbagai situasi.
Pembelajaran antikorupsi sejak dini penting untuk membantu siswa memahami perbedaan antara perilaku yang benar dan tindakan yang merugikan orang lain.
Ungkap Gandasari
Dengan cara tersebut, pendidikan antikorupsi dapat ditempatkan sebagai bagian dari pembentukan karakter, bukan sekadar materi yang berkaitan dengan pelanggaran hukum atau kasus korupsi.
Melalui kegiatan "Grow with Integrity", siswa SDN 1 Kranggan diharapkan memperoleh gambaran yang lebih dekat mengenai penerapan nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari. Perpaduan antara penyampaian materi dan pembuatan Pohon Kejujuran juga diharapkan dapat membuat pesan mengenai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, keadilan, dan kepedulian lebih mudah dipahami serta diterapkan oleh siswa.
