Kenapa Soft Lens Sebaiknya Dihindari Saat Hujan Abu Vulkanik?

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berlangsung sejak Jumat (4/9) malam. Sebaran abu vulkanik kemudian terpantau mencapai sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu. BMKG pada Minggu (6/9) juga melaporkan dua klaster sebaran abu vulkanik yang melingkupi sejumlah wilayah tersebut.
Paparan abu vulkanik perlu diwaspadai karena partikelnya dapat masuk ke mata dan menyebabkan iritasi. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi pengguna lensa kontak, terutama soft lens, yang memiliki kontak langsung dengan permukaan kornea.
Dokter Spesialis Mata Konsultan Kornea, Lensa dan Bedah Refraktif dari EyeQu LASIK & Eye Center Kelapa Gading, dr. Muhammad Iqbal Sofyan, SpM (K), menjelaskan bahwa penggunaan lensa kontak saat terpapar abu vulkanik dapat meningkatkan risiko pada kornea.
Menurut dr. Iqbal, ada beberapa alasan pengguna soft lens perlu lebih berhati-hati ketika udara dipenuhi abu vulkanik. Salah satunya berkaitan dengan oksigen yang diterima kornea.
“Lensa kontak dapat membuat kornea relatif mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen, sehingga kemampuan metabolismenya berkurang,” jelas dr. Iqbal.
Selain itu, karakteristik partikel abu vulkanik juga menjadi persoalan. Partikel abu yang tajam dapat menempel atau bahkan tertanam pada lensa kontak, terutama soft lens.
Abu juga dapat terperangkap di lapisan air mata yang berada di antara lensa kontak dan kornea. Kondisi tersebut meningkatkan risiko partikel abu melukai atau menggores permukaan kornea atau menyebabkan corneal abrasion.
Dengan kata lain, keberadaan soft lens dapat membuat partikel abu yang masuk ke mata berada sangat dekat dengan permukaan kornea. Untuk itu, ketika udara masih dipenuhi abu vulkanik, penggunaan kacamata menjadi pilihan yang lebih aman untuk mengurangi paparan langsung pada mata.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Lensa Kontak Terkena Abu?
Jika pengguna soft lens terkena paparan abu vulkanik saat berada di luar ruangan, dr. Iqbal menyarankan untuk segera melepas lensa setelah berada di tempat yang aman.
Sebelum melepasnya, pastikan tangan sudah dicuci terlebih dahulu. Setelah dilepas, soft lens sebaiknya dibuang dan tidak digunakan kembali. Selama kondisi udara masih dipenuhi abu vulkanik, kacamata dapat digunakan sebagai pengganti lensa kontak.
Namun, dr. Iqbal juga menjelaskan bahwa lensa kontak sebenarnya masih dapat digunakan namun dengan syarat. "Lensa kontak masih dapat digunakan, tetapi sebaiknya dilindungi dengan goggles yang rapat, seperti safety goggles atau ski goggles," ujarnya.
Bagaimana Jika Abu Sudah Masuk ke Mata?
Jika abu vulkanik masuk ke mata, langkah pertama adalah segera membilasnya dengan air mengalir yang bersih selama sekitar satu hingga dua menit. Menurut dr. Iqbal, air yang digunakan tidak harus steril, tetapi usahakan seluruh permukaan bola mata terbilas.
"Jika memiliki tetes air mata buatan (artificial tears), misalnya Cenfresh Eyedrops Minidose, dapat diteteskan berulang kali sesering mungkin selama kurang lebih 5 menit. Pastikan tetesan mengenai seluruh permukaan bola mata," ujarnya.
Selain mata, abu vulkanik biasanya juga menempel pada bagian tubuh lain yang terbuka. Karena itu, dr. Iqbal menyarankan kepala dan tubuh ikut dicuci, dibilas, atau segera mandi setelah terpapar.
Apa Risiko Abu Vulkanik pada Mata?
Menurut dr. Iqbal, risiko paling ringan ketika abu vulkanik masuk ke mata adalah iritasi. Kondisi tersebut dapat berlanjut menjadi peradangan pada permukaan bola mata dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Pengguna soft lens perlu lebih memperhatikan kondisi mata karena partikel abu yang terperangkap di antara lensa dan kornea dapat meningkatkan risiko terjadinya goresan pada kornea.
Karena itu, ketika berada di wilayah yang mengalami hujan abu, penggunaan kacamata dapat menjadi pilihan praktis untuk melindungi mata, terutama ketika tidak memungkinkan untuk sepenuhnya menghindari aktivitas di luar ruangan.
Kapan Harus Periksa ke Dokter Mata?
Tidak semua iritasi setelah terkena abu vulkanik berarti kondisi mata mengalami cedera serius. Namun, keluhan yang menetap perlu diperhatikan.
Dr. Iqbal menyarankan segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata apabila setelah mata dibilas dan dalam waktu 24 jam masih muncul keluhan seperti mata terasa tidak nyaman, mata merah, sensasi benda asing, atau penglihatan kabur.
Selama sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung, pengguna lensa kontak sebaiknya mempertimbangkan untuk beralih sementara ke kacamata. Jika tetap menggunakan soft lens, perlindungan tambahan berupa goggles yang rapat diperlukan untuk mengurangi risiko partikel abu masuk dan terperangkap di antara lensa dengan permukaan kornea.
