Kumparan Logo

Tulola Grand Indonesia Resmi Dibuka, Tampilkan Proses di Balik Kreasi Perhiasan

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Butik baru Tulola di Grand Indonesia. Foto: Tulola
zoom-in-whitePerbesar
Butik baru Tulola di Grand Indonesia. Foto: Tulola

Sebuah perhiasan biasanya hadir di hadapan mata dalam bentuk akhirnya: sepotong logam yang telah dibentuk, dipoles, lalu dikenakan sebagai bagian dari penampilan.

Namun, jauh sebelum menjadi aksesori, ada sketsa, tangan yang bekerja, serta rangkaian proses panjang yang membuat sebuah gagasan menjelma menjadi karya.

Perjalanan itulah yang kini ingin diperlihatkan Tulola kepada pengunjung melalui butik terbarunya di Mall Grand Indonesia, yang resmi dibuka pada 26 Juni 2026. Berbeda dari butik-butik sebelumnya, ruang ini dirancang untuk membawa pengunjung lebih dekat dengan jantung dari setiap karya Tulola: keahlian tangan para perajin perak.

Butik baru Tulola di Grand Indonesia dilengkapi dengan berbagai peralatan yang dipakai dalam proses kreasi perhiasannya. Foto: Tulola

Memasuki ruang butik, pengunjung tidak hanya melihat deretan perhiasan, tetapi juga diajak mengikuti proses di balik pembuatannya. Mulai dari sketsa, pembentukan logam, hingga tahap penyelesaian akhir yang seluruhnya dikerjakan dengan tangan.

Salah satu elemen utama di dalam butik adalah meja kerja perajin, lengkap dengan instalasi yang menampilkan berbagai alat tradisional seperti tang, pahat, hingga alat ukir presisi. Alat-alat yang selama ini berada di balik layar tersebut kini menjadi bagian dari ruang instalasi, sebagai bentuk penghormatan terhadap para perajin Nusantara yang selama berabad-abad terus menjaga tradisi kriya perak Indonesia.

Butik baru Tulola di Grand Indonesia. Foto: Tulola

Perjalanan kreatif Tulola juga ditampilkan melalui moodboard dan kolase visual yang memenuhi ruang. Di dalamnya terdapat berbagai referensi, mulai dari bentang alam Nusantara, ragam motif budaya, sketsa desain, hingga dokumentasi proses pengerjaan.

Dari sana, pengunjung dapat melihat bagaimana sebuah gagasan berkembang menjadi sebuah karya perhiasan. Proses yang biasanya tersembunyi di balik hasil akhir, kini menjadi bagian dari pengalaman saat berada di butik.

Butik baru Tulola di Grand Indonesia. Foto: Tulola

“Melalui butik ini kami ingin mengajak pengunjung melihat perjalanan setiap perhiasan. Bahwa ada keterampilan dan pengetahuan dari para perajin, yaitu mereka yang telah berabad-abad lamanya melestarikan pengetahuan kriya di Nusantara. Hal tersebut adalah bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Tulola,” ungkap salah satu Founder Tulola, Happy Salma.

Pembukaan butik di Grand Indonesia menjadi bagian dari komitmen Tulola untuk terus memperluas ruang apresiasi terhadap seni kriya Indonesia, sekaligus mendekatkan masyarakat dengan proses kreatif di balik setiap koleksinya.

Tulola hadirkan koleksi berukuran kecil dan bermodel simpel untuk sehari-hari

Happy Salmah di acara pembukaan butik baru Tulola di Grand Indonesia. Foto: Tulola

Menariknya lagi, kini Tulola juga menyediakan pilihan perhiasan dengan desain yang lebih simpel dan berukuran kecil. Ini merupakan cara Tulola menjawab kebutuhan perempuan yang kurang nyaman memakai perhiasan besar dan penuh statement untuk kegiatan sehari-hari.

"Kami menghadirkan koleksi signature dengan ukuran lebih kecil dan imut yang bisa dipakai sehari-hari. Pilihan ini merupakan hasil dari tim kami dalam membaca pasar, karena banyak generasi muda seperti Gen Z yang suka pakai Tulola namun tidak terlalu nyaman dengan perhiasan yang terlalu outstanding," ungkap Happy Salma kepada kumparanWOMAN.

Mencoba koleksi Tulola berukuran kecil untuk kegiatan sehari-hari. Foto: Tulola

Meski berukuran kecil, Ladies tak perlu khawatir karena kualitas yang dihadirkan tetap sama dengan koleksi artwear yang sudah jadi ciri khas Tulola.

Happy Salma menambahkan bahwa semua koleksi signature ini juga dibuat dari bahan yang sama dengan koleksi artwear, yaitu sterling silver dan emas. Modelnya pun merupakan turunan dari rangkaian perhiasan dari artwear.

"Ini juga jadi salah satu strategi kami dalam menghadapi kenaikan harga silver di seluruh dunia. Sehingga pelanggan tetap bisa berbelanja perhiasan atau aksesori dengan harga yang masih terjangkau," jelasnya.