Konten dari Pengguna

Benarkah Air Asinan Mampu Menurunkan Kadar Kortisol?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Women Style tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tren kesehatan di media sosial sering kali menghadirkan solusi instan yang terdengar menjanjikan, salah satunya adalah mengonsumsi air asinan atau pickle juice sebagai cara untuk menurunkan tingkat stres atau kadar kortisol. Cairan yang kaya akan cuka, natrium, dan air ini kini banyak diperbincangkan sebagai suplemen alami untuk hidrasi hingga kesehatan pencernaan. Namun, di balik popularitasnya yang melonjak, penting bagi kita untuk membedah fakta medis di balik klaim tersebut agar tidak terjebak dalam tren yang belum teruji secara klinis.

Meninjau Klaim Korelasi Antara Air Asinan dan Kortisol

Keinginan untuk menemukan metode praktis dalam mengelola stres memang dapat dimengerti, namun para ahli memberikan catatan kritis mengenai narasi yang berkembang di platform digital. Gena Hamshaw, seorang koordinator nutrisi klinis rawat jalan di Mount Sinai, menegaskan bahwa saat ini belum ada uji klinis yang secara spesifik membuktikan hubungan langsung antara konsumsi air asinan dengan penurunan kadar kortisol dalam tubuh manusia.

“Meskipun konsumsi air asinan mungkin memengaruhi perasaan seseorang, seperti membantu meredakan kram otot atau memberikan asupan elektrolit, tidak ada uji klinis yang mengevaluasi hubungan antara konsumsi air asinan dan kadar kortisol,” ungkap Hamshaw. Dengan demikian, mengandalkan cairan ini sebagai peredam stres utama dinilai kurang tepat dan lebih condong sebagai tren media sosial belaka.

Manfaat Fungsional dan Catatan Keamanan Konsumsi

Terlepas dari klaim mengenai kortisol, air asinan memang memiliki manfaat potensial yang lebih teruji, terutama dalam konteks performa fisik. Amy Shapiro, seorang ahli diet terdaftar dan pendiri Real Nutrition, mencatat bahwa fungsi yang paling didukung secara ilmiah adalah kemampuannya dalam mengatasi kram otot serta dehidrasi. Hal ini didukung oleh studi kecil yang menunjukkan bahwa satu takaran air asinan dapat meredakan kram otot lebih cepat dibandingkan konsumsi air putih biasa.

Selain itu, bagi mereka yang mengonsumsi asinan hasil fermentasi lakto (lacto-fermented), terdapat potensi probiotik yang bermanfaat untuk kesehatan mikrobiota usus. Namun, para ahli tetap memberikan peringatan keras terkait kandungan natrium yang sangat tinggi. Konsumsi berlebih berisiko memicu masalah kesehatan seperti kenaikan tekanan darah, refluks asam, hingga mual. Bagi individu dengan riwayat penyakit ginjal, jantung, atau hipertensi, penggunaan air asinan sangat tidak dianjurkan. Sebagai langkah preventif, ahli menyarankan untuk mengencerkan air asinan dengan air putih guna menjaga kesehatan enamel gigi dan membatasi asupan natrium harian.