Ice Spice Terjemahkan Identitas Feminin Lewat Parfum In Ha Mood

Ilustrasi perfume, flacon, glass bottle. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perfume, flacon, glass bottle. Foto: Pixabay

Rapper asal Amerika Serikat, Ice Spice, resmi melebarkan sayapnya ke industri kecantikan dengan meluncurkan parfum perdana bertajuk In Ha Mood. Terinspirasi dari singel hit miliknya yang dirilis pada tahun 2023, peluncuran ini menandai langkah strategis sang musisi dalam mengonsolidasikan pengaruh estetika personalnya yang berani, feminin, dan ikonis ke dalam bentuk wewangian floral-fruity.

Bagi perempuan berusia 26 tahun tersebut, transisi dari dunia musik ke industri wewangian merupakan sebuah perkembangan alamiah yang sudah lama ia impikan. Melalui kolaborasi ini, ia tidak hanya sekadar merilis produk kecantikan biasa, melainkan juga berupaya mentransfer rasa percaya diri yang tinggi kepada para penggemarnya melalui kekuatan aroma yang memikat.

Sentuhan Personal Aroma Vanila dan Buah yang Magnetis

Komposisi aroma In Ha Mood dirancang dengan sangat personal untuk mencerminkan karakter Ice Spice yang dinamis. Parfum ini dibuka dengan kesegaran Queen Royale Accord—sebuah perpaduan eksklusif dari buah beri, pir, dan raspberi liar—yang kemudian melebur secara anggun ke dalam kehangatan aroma vanilla absolute. Kombinasi buah-buahan yang segar dan kehangatan vanila menciptakan harmoni wewangian yang manis sekaligus sensual.

Kedekatan emosional Ice Spice dengan aroma vanila rupanya berakar dari memori masa kecil bersama sang ibu. Ia mengungkapkan bahwa kegemarannya terhadap aroma manis tersebut merupakan warisan turun-temurun yang selalu melekat dalam identitasnya. “Tumbuh dewasa, ibu saya selalu tercium sangat harum, dan aromanya selalu vanila. Dari sanalah saya mendapatkannya. Hal itu diwariskan kepada saya. Semua wewangian saya harus memiliki unsur vanila di dalamnya,” ungkap sang rapper.

Proses Kurasi Mandiri dan Dedikasi Selama Satu Tahun

Di balik botol merah muda yang manis, terdapat proses kurasi panjang yang melibatkan dedikasi penuh sang musisi secara langsung. Ice Spice menegaskan bahwa dirinya tidak ingin hanya menjadi sekadar wajah dari merek kosmetik tersebut, melainkan ingin mengontrol penuh setiap detail aroma yang dihasilkan agar sesuai dengan seleranya yang autentik.

Proses pengembangan yang memakan waktu hingga satu tahun ini menuntutnya untuk melewati berbagai tahapan eksperimen aroma yang cukup kompleks. Ia terlibat aktif menguji berbagai formula demi memastikan produk akhir benar-benar merepresentasikan dirinya sebelum dilepas ke pasar global. “Saya sangat terlibat sejak awal. Saya ingin memastikan bahwa ini adalah sesuatu yang secara pribadi saya nikmati dan akan saya beli sendiri di toko,” jelasnya mengenai komitmennya dalam menjaga kualitas produk.

Desain Botol Kupu-Kupu yang Terinspirasi Gaya Klasik

Estetika kemasan parfum In Ha Mood didominasi oleh warna merah muda lembut dengan ornamen kupu-kupu yang elegan. Desain visual ini terinspirasi dari kemasan parfum legendaris Miss Dior, yang merupakan salah satu koleksi wewangian favorit sang musisi. Bagi Ice Spice, kupu-kupu memiliki makna personal yang sangat mendalam sekaligus menjadi simbol feminitas yang kuat.

Simbolisme kupu-kupu ini juga merujuk pada tato favorit yang terpatri di lengannya. Pilihan visual tersebut mempertegas pesan bahwa parfum ini ditujukan untuk merayakan sisi feminin yang berani dan percaya diri. Penamaan In Ha Mood juga dipilih secara sengaja karena lagu tersebut merupakan tonggak sejarah penting dalam karier musiknya setelah bergabung dengan label rekaman besar, sekaligus menjadi babak baru dalam ekspansi bisnisnya di dunia kecantikan global.