Menguak Tren Old Money Nails Wujud Estetika Quiet Luxury Terbaru

Ilustrasi nail art, manicure, nails. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nail art, manicure, nails. Foto: Pixabay

Dunia kecantikan modern tengah menyaksikan pergeseran besar dari seni kuku yang ramai menuju estetika yang lebih bersahaja namun sarat prestise. Tren old money nails kini mendominasi lini masa media sosial dengan akumulasi unggahan yang melampaui 34,7 juta pos. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan representasi dari gerakan quiet luxury yang mengutamakan kesederhanaan yang berkelas dan abadi dibandingkan kilau yang berlebihan.

Didorong oleh visual klasik seperti serial Love Story di Netflix serta pesona abadi mendiang Carolyn Bessette-Kennedy, para pencinta kecantikan mulai meninggalkan seni kuku yang mencolok. Gaya hidup modern kini lebih menghargai tampilan yang bersih dan anggun. Fenomena ini membuktikan bahwa kemewahan sejati tidak perlu berteriak, melainkan terpancar lewat detail kecil yang dirawat dengan sempurna.

Filosofi di Balik Keanggunan Old Money Nails

Berbeda dengan tren clean girl terdahulu yang sempat populer, estetika old money nails membawa konsep minimalis ke level yang lebih matang. Pendiri sekaligus CEO dari The GelBottle Inc, Daisy Kalnina, menyatakan, “Secara estetika dalam ruang kecantikan, kita sedang berada dalam momen yang sangat menghargai minimalisme dan pengendalian diri.” Gaya ini dirancang untuk terlihat halus, terencana, dan secara implisit memancarkan kesan mahal.

Menurut Kalnina, fokus utama dari tampilan ini bukan pada warna yang mencolok, melainkan pada kurasi bentuk yang anggun dan warna netral yang menyanjung warna kulit alami. Ia menyebutnya sebagai padanan manikur untuk konsep riasan no-makeup makeup. “Alih-alih seni kuku yang berani atau warna-warna yang sangat mengikuti tren, tampilan ini bersandar pada bentuk yang halus, warna netral yang menawan, serta hasil akhir berkilau yang tampak anggun di dunia nyata maupun di foto,” ungkap Kalnina.

Panduan Langkah Demi Langkah Mendapatkan Tampilan Maksimal

Kunci utama dari kesuksesan gaya ini tidak terletak pada kerumitan desainnya, melainkan pada tahap preparasi kuku yang cermat. Sebelum mengaplikasikan pewarna, kuku harus dipersiapkan dengan perawatan kutikula yang teliti dan pengikiran yang benar. Merendam tangan di dalam air hangat sebelum mendorong kutikula secara perlahan, serta mengaplikasikan cuticle oil, menjadi fondasi penting untuk menutrisi kulit di sekitar kuku.

Proses pembentukan kuku juga harus dilakukan secara satu arah untuk menjaga kekuatan kuku agar tidak mudah patah. Kalnina menyarankan bentuk almond pendek hingga medium yang secara visual mampu memanjangkan jari secara anggun. Alternatif lain yang tidak kalah elegan adalah bentuk persegi klasik atau squoval dengan panjang yang fungsional serta bersahaja. Setelah kuku terbentuk sempurna, pengaplikasian cat kuku gloss tinggi dan dua lapis top coat akan menyempurnakan kilau alaminya.

Pilihan Warna dan Tren Masa Depan yang Lebih Sehat

Untuk pengaplikasian di salon, perawatan menggunakan teknik Builder in a Bottle atau BIAB menjadi rekomendasi utama demi mendapatkan ketebalan alami yang kokoh namun tetap terlihat tipis. Warna-warna tipis transparan seperti merah muda lembut, warna kulit (nude), putih susu (milky white), hingga ujung kuku bergaya French manicure klasik adalah pilar utama dari estetika ini. Jika ingin menambahkan seni kuku, sentuhannya harus sangat minimalis seperti aksen micro-French dengan garis putih tipis yang presisi.

Ke depan, tren kecantikan kuku diprediksi akan terus bergerak ke arah kesehatan kuku yang optimal dengan estetika yang jauh lebih lembut. Tren baru seperti lip gloss nails diperkirakan akan mendominasi bersamaan dengan warna-warna pastel yang tipis. Hal senada diungkapkan oleh Kalnina yang melihat bahwa masa depan manikur tidak lagi berfokus pada dekorasi yang berat, melainkan pada bagaimana merawat kuku asli agar tetap sehat, berkilau, dan memancarkan kemewahan yang tenang dari dalam diri.