Konten dari Pengguna

Perkembangan Bahasa Indonesia

Wulanda Mahfudah

Wulanda Mahfudah

Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah A.R Fachruddin

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Wulanda Mahfudah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

foto Wulanda Mahfudah
zoom-in-whitePerbesar
foto Wulanda Mahfudah

Indonesia merupakan sebuah negara berkembang di kawasan Asia Tenggara. Dengan letak geografis Negara Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau yang terpisah oleh lautan, mengakibatkan Indonesia memiliki banyak sekali perbedaan. Budaya yang berbeda dan bahasa yang berbeda menjadi keunikan tersendiri bagi Negara Indonesia itu sendiri.

Bahasa ialah sistem lambang bunyi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Lambang bunyi yang dimaksud adalah lambang bunyi yang memiliki makna terhadap sesuatu atau konteks referen yang dimaksud. Penggunaan bahasa menjadi bermakna apabila penutur dapat menyampaikan pesan dengan baik dan benar kepada mitra tutur.

Indonesia memiliki bahasa resmi yang digunakan oleh warga negaranya, yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa ini bertujuan untuk menyatukan bangsa Indonesia yang multikultural atau memiliki keanekaragaman suku dan budaya sehingga tidak terjadi jarak yang memisahkan antar sesama warga negara Indonesia.

Bahasa indonesia memiliki sejarah yang panjang pada sebelum di resmikan menjadi bahasa nasional dan resmi negara.

Lantas bagaimanakah sejarah bahasa indonesia?

bahasa Indonesia diadopsi dari prototipe bahasa Melayu. Bahasa Melayu merupakan salah satu bahasa daerah yang berada di Negara Indonesia. Bahasa Melayu telah dipakai sebagai lingua franca selama berabad abad sebelumnya di seluruh kawasan tanah air kita. bahasa Melayu sudah dipergunakan sejak dulu di beberapa wilayah Indonesia khususnya di wilayah-wilayah sumatera dan terdapat beberapa kerajaan besar yang berpengaruh pada saat itu.

Pada abad ke 7 masehi Kerajaan Sriwijaya merupakan sebuah kerajaan besar yang terletak di wilayah Sumatera, Hal ini diperkuat dengan ditemukannya prasastiprasasti kuno yang ditulis dengan menggunakan bahasa melayu. Selain sebagai bahasa perhubungan, pada zaman itu bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa kebudayaan, bahasa perdagangan, dan sebagai bahasa resmi kerajaan. Bukti-bukti sejarah, seperti prasasti Kedukan Bukit di Palembang bertahun (684), prasasti Kota Kapur di Bangka Barat bertahun (686), prasasti Karang Brahi antara Jambi dan Sungai Musi bertahun (688) yang bertuliskan Prae-Nagari dan berbahasa Melayu kuno, memperkuat dugaan di atas. Selain itu, prasasti Gandasuli di Jawa Tengah bertahun (632) dan prasasti Bogor bertahun (942) yang berbahasa Melayu Kuno menunjukan bahwa bahasa tersebut tidak saja dipakai di Sumatra, tetapi juga dipakai di Jawa.

Perkembangan Menjadi Bahasa Indonesia

Pada kongres pemuda 1 ( 2 Mei 1926 ) bahasa indonesia dikenalkan pertama kali oleh M.Tabrani, M. yamin pada kongres pemuda 1 mengusulkan bahwa bahasa persatuan negara indonesia yaitu bahasa melayu.

pada tanggal 28 Oktober 1928. pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam kerapatan Pemuda dan berikrar

  1. kami putra dan putri indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia

  2. kami putra dan putri indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan

  3. kami putra dan putri indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Unsur yang ketiga dari Sumpah Pemuda merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional.

Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36).

Perkembangan bahasa indonesia pada era modern

  1. Ejaan resmi bahasa Melayu pertama kali disusun oleh Ch. A. van Ophuijsen yang dibantu oleh Moehammad Taib Soetan Ibrahim dan Nawawi Soetan Ma’moer yang dimuat dalam kitab Logat Melayu pada tahun 1901.

  2. 9 Maret 1947 mentri pendidikan kebudayaan, Soewandi menetapkan Ejaan resmi Republik atau dikenal sebagai Ejaan Soewandi

  3. 17 Agustu 1972 ditetapkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

  4. Pada 2015 ditetapkan Ejaan Bahasa Indonesia ( EBI )

  5. Pada 16 Agustus 2022 kembali menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan ( EYD ) edisi V

Dalam perjalanannya bahasa Indonesia mengalami banyak perubahan dan perkembangan. Di antaranya berkembangnya sebagai Bahasa Nasional yang juga berfungsi sebagai

  1. lambang kebanggaan nasional

  2. lambang jati diri atau identitas bangsa

  3. sebagai alat pemersatu bangsa

serta sebagai Bahasa Negara yang berfungsi sebagai

  1. bahasa resmi dalam penyelenggaraan negara/ pemerintahan

  2. bahasa resmi dalam penyelenggaraan pendidikan

  3. bahasa resmi dalam administrasi pembangunan dan bisnis

  4. bahasa resmi dalam pengembangan kebudayaan dan ipteks.

Alasan Bahasa Melayu Diadopsi Menjadi Bahasa Indonesia

Alasan bahasa Melayu dijadikan dasar bahasa nasional adalah karena sistemnya yang sederhana. Bahasa Melayu mudah dipahami karena bahasa Melayu tidak memiliki tingkatan bahasa. Berbeda dengan bahasa-bahasa nusantara, antara lain bahasa Jawa, Bali, Sunda, dan Madura yang mengenal tingkatan bahasa.

Bahasa Melayu memiliki kemampuan mengatasi berbagai perbedaan kebahasaan antar penutur daerah yang berbeda. Bahasa Melayu dipilih secara sukarela untuk rekonsiliasi dan rekonsiliasi dan diadopsi sebagai bahasa rekonsiliasi. Tidak ada rasa kalah dan tidak ada persaingan antar bahasa daerah.

Perbedaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu

Bahasa Melayu Kuno banyak dipengaruhi oleh bahasa Sansekerta. Pada masa itu bahasa Sansekerta dianggap sebagai ‘bahasa tinggi’ oleh sebab itu dengan banyak menyerap bahasa Sansekerta maka dianggap bahasa Melayu menjadi lebih bergengsi dan memperoleh ‘kemegahan’. Dalam bahasa Melayu terdapat 677 kosa kata yang berasal dari bahasa Sansekerta. Berikut beberapa contohnya.

  • Bahasa Sansekerta = Bahasa Malayu

  • Dosa = Dosa

  • Dukkha = Duka

  • Deva = Dewa

  • Rupa = Rupa

  • Samsara = Sengsara

Peralihan Bahasa Melayu Kuno ke Bahasa Melayu Klasik Peralihan Bahasa Melayu Kuno ke Bahasa Melayu Klasik bermula pada pengaruh Islam yang semakin kuat di Asia Tenggara pada abad ke-13. Beberapa contoh kata Arab yang dipinjam adalah sebagai berikut.

  • Bahasa Arab = Bahasa Melayu

  • Abun = Abah

  • Kursiyyun = Kerusi

  • Shukran = Syukur

  • Jadwal = Jadual

Bahasa Melayu Klasik Kejayaan zaman bahasa Melayu Klasik ini dapat digolongkan menjadi tiga yaitu (1) zaman kerajaan Malaka, (2) zaman kerajaan Aceh, dan (3)zaman kerajaan Johor-Riau. Pada masa ini terdapat penulis-penulis penting, diantaranya Hamzah Fansuri, Syamsuddin al Sumaterani, Syeikh Nuruddin al-Raniri.

Bahasa Melayu Modern Tulisan Munsyi Abdullah pada abad ke-19 dianggap sebagai permulaan zaman bahasa Melayu Modern. Sebelum zaman penjajahan negara-negara Eropa bahasa Melayu mencapai puncak kejayaan. Pada masa ini terdapat banyak pengaruh bahasa Jawa. Bahasa Jawa dan bahasa Melayu merupakan bahasa serumpun. Penyebaran pengaruh bahasa Jawa dalam bahasa Melayu melalui penyebaran cerita panji dan melalui interaksi sosial. Migrasi orang Jawa ke tanah Melayu telah ada sejak zaman kesultanan Melayu Malaka. Orang Jawa menempati area secara berkelompok yang kemudian dikenal dengan sebutan Kampung Jawa dan Parit Jawa. Berikut beberapa contoh serapan bahasa Jawa.

  • Kosa kata = Arti

  • Andong = Kereta kuda

  • Batok = Tempurung

  • Berangasan = Mudah naik darah

  • Wedana = Ketua daerah

  • Adipati = Raja

Berinduk dari bahasa Melayu, bahasa Indonesia lahir menjadi bahasa yang disepakati bersama oleh bangsa Indonesia. Saat ditetapkan sebagai bahasa kebudayaan dan ilmu pengetahuan, minat untuk mempelajari bahasa semakin tinggi.

Bahasa Indonesia harus tetap menjadi bahasa nasional yang digunakan oleh masyarakat dengan kaidah yang berlaku. Pembinaan bahasa Indonesia paling dasar berlaku di sekolah dan paling umum di dalam lingkungan masyarakat. Pelestarian dan pembiasaan ini diharapkan dapat menjadikan masyarakat sadar akan pentingnya bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa, karena Bahasa Indonesia dapat menjadi sebuah identitas yang menunjukkan karakter bangsa. Syaratnya dengan mempelajari konteks beserta kaidah bahasa Indonesia secara menyeluruh dan juga dapat dengan mempelajari budaya dari karya sastra.

Daftar Pustaka

Repelita, Tridays. (2018). Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia (Ditinjau Dari Prespektif Sejarah Bangsa Indonesia). Jurnal Universitas Galuh, vol. 5 No. (1), 46.

Nasution, A.S. Wani, A.S.& syahputra, E. (2022). Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia. Jurnal Multidisiplin Dahasen, vol. 1 No.3, 197-202.

Pusposari, Dewi. (2017). Kajian Linguistik Historis Komparatif Dalam Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia. Jurnal Inovasi Pendidikan, vol.1 No 1, 75-78.

Mamonto, Samuel . (2023). Sejarah Perkembangan Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia. Jurnal Of Education, vol. 05 No. 03, 6465-6470.

Sihombing, D.R.A, Sianturi, A, Butar, B.K.F,& Surif, M. (2024). Peran Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan di Era Global. Jurnal Sadewa, vol.2 No.3, 09-18.

Wulanda Mahfudah, Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah A.R Fachruddin.