Menyapa Wajah Baru Alun-alun Kota Tegal

Wulan Puspita Deliana Putri
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Konten dari Pengguna
2 Desember 2022 15:50 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Wulan Puspita Deliana Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Wajah baru dari Alun-alun Kota Tegal setelah diadakan proyek revitalisasi. Foto: Wulan Puspita
zoom-in-whitePerbesar
Wajah baru dari Alun-alun Kota Tegal setelah diadakan proyek revitalisasi. Foto: Wulan Puspita
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kota Tegal adalah salah satu kota di provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kota Tegal memiliki salah satu ikon yang menjadi kebanggaan masyarakat yakni Alun-alun Kota Tegal. Yang biasanya digunakan sebagai ruang rekreasi keluarga, fasilitas umum yang berfungsi sebagai tempat rekreasi ini selalu ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari libur. Bukan hanya masyarakat Kota Tegal saja yang turut meramaikan Alun-alun Tegal melainkan wisatawan dari kota atau kabupaten lain yang di antaranya warga dari Brebes, Pemalang, Pekalongan juga turut mengunjungi salah satu ikon dari Kota Tegal ini. Hal itu dikarenakan letaknya yang cukup strategis dan juga cukup dekat dari tiga kota itu.
ADVERTISEMENT
Pada pertengahan tahun 2020 pemerintah kota tegal melakukan revitalisasi alun-alun Tegal. Proyek revitalisasi ini selesai pada akhir 2021 yang lalu dan resmi dibuka untuk masyarakat pada Desember 2021. Proyek ini mampu menciptakan wajah baru dari alun-alun Tegal yang saat ini sudah berubah total. Bukan lagi hanya berupa lapangan dengan rumput hijau, melainkan berupa taman bunga yang dilengkapi dengan Flying deck yang menjadi salah satu perbedaan paling mencolok dari sebelumnya.
Bukan hanya taman alun-alun saja yang terkena revitalisasi, melainkan Taman Pancasila hingga trotoar sepanjang jalan Pancasila yang masih berada di kawasan alun-alun Tegal pun tak terlewatkan dari proyek ini. Taman Pancasila yang sebelumnya hanya berupa lahan kosong yang tidak memiliki nilai keindahan kini di sulap menjadi ruang terbuka hijau yang dilengkapi dengan bangku-bangku panjang yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk bersantai. Sekaligus mengamati pemandangan berupa bangunan peninggalan kolonial yakni Gedung Birao atau Gedung SCS (Semarang Cheribon Stoomtram) serta bangunan Menara Waterleiding.
Kawasan sepanjang jalan Pancasila yang kerap disebut Malioboro Tegal. Foto: Wulan Puspita
Banyak dari masyarakat yang menyebut Taman Pancasila yang sekarang ini sebagai Malioboro Tegal. Hal itu karena penataan kota yang dilakukan setelah revitalisasi pada alun-alun Tegal dan sekitarnya menyerupai Malioboro. Pedestrian lebar yang dilengkapi dengan bangku-bangku panjang menjadi salah satu titik favorit untuk sekadar bersantai menikmati sore. Kawasan ini juga dipenuhi oleh masyarakat yang menyediakan jasa sewa scooter. Banyak masyarakat yang menyambut baik hasil dari proyek revitalisasi ini.
ADVERTISEMENT
"Tidak perlu pergi jauh-jauh jauh ke Yogyakarta jika hanya ingin mengunjungi Malioboro karena di Tegal juga ada,"ujar Efi salah satu pengunjung alun-alun Tegal, (24/11/2022).
Pada awal pembangunan proyek ini banyak juga terdapat kontra dari para pedagang yang berada di sekitaran trotoar jalan pancasila. Ibu Wasilah menyampaikan bahwa para pedagang di sana tidak setuju dengan adanya revitalisasi Malioboro Tegal karena itu sama halnya mengubah kawasan niaga menjadi kawasan wisata yang mana nantinya juga akan berpengaruh pada perekonomian pedagang yang ada di sana saat itu.