Konten dari Pengguna

Ecoprint: Pesona Bazar PDA Kudus di Jambore 'Aisyiyah Tawangmangu

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Wuryanti Sri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Baju Ecoprint, sumber : dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Baju Ecoprint, sumber : dokumentasi pribadi

Karanganyar. Malam pertama di Jambore Dakwah Kemanusiaan jadi saksi bisu. Dinginnya udara pegunungan Lawu menusuk sampai ke tulang. Penghangat apa pun seakan tak mempan. Air di bak mandi terasa seperti cairan es batu. Angin yang berembus justru membuat suasana makin menggigit nyaris tak tertahankan.

Namun, itu cuma keluhan segelintir peserta. Buktinya, banyak yang tetap mandi tanpa ragu dan beraktivitas tanpa henti. Meski hampir semua peserta kompak berkomentar soal dingin, semangat mereka mengikuti agenda padat jambore sama sekali tak surut.

Cerita tentang keseruan Jambore Dakwah Kemanusiaan 'Aisyiyah di Wonderpark Tawangmangu akan selalu ada. Cerita suka duka jadi peserta. Ternyata sukanya jauh lebih banyak. Ada juga cerita para pegiat UMKM yang tak ketinggalan menyemarakkan acara dari awal sampai akhir.

Beberapa pegiat UMKM menempati area bazar yang disiapkan panitia. Lokasinya nyaman, luas, dan ditata apik tepat di depan Gedung Sunan Lawu. Tata letak itu bikin suasana jambore makin meriah.

Di sini, aneka makanan ringan khas daerah sampai produk rumahan ikut meramaikan. Ada juga perlengkapan wajib: seragam 'Aisyiyah lengkap dengan asesoris, pernak-pernik, dan aneka tambahan lainnya.

Para pegiat UMKM di arena bazar tak hanya dari Solo dan sekitarnya. Pendaftar dari daerah lain juga sudah masuk jauh-jauh hari sebelum jambore digelar. Dengan memamerkan produk unggulan daerah masing-masing, mereka berhasil membuat peserta melirik, lalu tertarik.

Aura belanja seorang perempuan memang sulit disembunyikan. Apalagi kalau ada barang elok, murah meriah, langsung eksekusi. Salah satu stand yang paling banyak diserbu adalah milik PDA (Pimpinan Daerah 'Aisyiyah) Kudus. Produk pakaian jadinya unik karena dibuat dari kain hasil ecoprinting.

sumber : dokumentasi pribadi

Ecoprinting adalah teknik mencetak motif dan mentransfer warna alami dari daun, bunga, atau bagian tanaman ke permukaan kain berbahan serat alami. Prosesnya ramah lingkungan karena memanfaatkan pigmen nabati untuk menggantikan pewarna sintetis.

Hasil ecoprinting bisa disulap jadi baju, rok, jaket, sepatu, sandal, dompet, tas, dan lain sebagainya. Semua bahannya alami, baik kain maupun media untuk membuat motif. Sebagai pemanis, biasanya dipakai dedaunan berpigmen kuat seperti daun jati, jarak, dan ketapang.

Selain aneka pakaian dan perlengkapan, arena bazar makin lengkap dengan kehadiran Rendangmu, Miemu, Airmu, aneka kuliner, hingga buku-buku keislaman. Hamparan tenda peserta ditata sangat artistik. Hampir semua lapak bazar minta untuk dilirik.

Kontributor: Wurry Srie