PWA Jateng Gelar Jambore Dakwah Kemanusiaan & Harganas di Tawangmangu

Ibu rumah tangga dan pemerhati pendidikan yang gemar menulis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Wuryanti Sri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KARANGANYAR – Ratusan perempuan berbaju hijau segar, bawahan batik jarit, dan berkerudung kuning cerah memadati Graha Sunan Lawu sejak pagi. Mereka adalah warga 'Aisyiyah yang hadir pada upacara pembukaan Jambore Dakwah Kemanusiaan dan Hari Keluarga Nasional. Kegiatan ini digelar Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah untuk memperingati Milad 'Aisyiyah ke-109.
Jambore berlangsung dua hari, Sabtu-Ahad, 27-28 Juni 2026, di area wisata Wonderpark Tawangmangu, Karanganyar. Sekitar 670 peserta dari 35 Pimpinan Daerah 'Aisyiyah se-Jateng dan sejumlah mualaf mengikuti acara ini. Setiap PDA mengirim 12 personel terbaiknya.
Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian melalui Penguatan Qaryah Thayyibah, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem”, jambore ini memadukan semangat dakwah, pemberdayaan, dan ketahanan keluarga.
Ketua Panitia Jambore Dakwah Kemanusiaan 2026 Amiroh menjelaskan tujuan utama kegiatan. “Untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kapasitas mubalighat, memperkuat ketahanan keluarga, menggerakkan dakwah pemberdayaan masyarakat, dan menyiapkan kader turun ke masyarakat untuk mewujudkan Qaryah Thayyibah,” terangnya.
Ia menambahkan, Qaryah Thayyibah adalah program 'Aisyiyah untuk mewujudkan perkampungan yang masyarakatnya menjalankan ajaran Islam secara total. Programnya meliputi Desa Sehat Mental Spiritual, Desa Cerdas Literasi Digital, Desa Sehat Mandiri, Desa Sadar Hukum, dan Desa Peduli Sampah.
Senada, Ketua PWA Jawa Tengah Eny Winaryati menegaskan peran perempuan dalam membangun peradaban. “Manusia lahir untuk rahmatan lil ‘alamin. Laki-laki dan perempuan memiliki kesetaraan yang sama. Perdamaian itu berasal dari keluarga sakinah. Jika keluarga sakinah maka lingkungan menjadi harmonis, dan lingkungan yang harmonis akan menghadirkan kelompok masyarakat yang Qaryah Thayyibah,” jelas Eny.
Lebih lanjut Eny mengungkapkan, usia 109 tahun bukan waktu singkat. “Tidak banyak ibu-ibu 'Aisyiyah yang rela membagi waktu, tenaga, pikiran, potensi, dana, dan materi untuk kemaslahatan umat, tetapi inilah 'Aisyiyah yang ikhlas mengemban tugas ini bersama-sama dengan satu harapan terbentuknya masyarakat yang Qaryah Thayyibah,” ujarnya.
Di akhir sambutan, ia berpesan agar seluruh peserta tetap eksis di abad kedua 'Aisyiyah. Ia juga mengajak kader rajin melatih kemampuan menguasai teknologi informasi seiring kemajuan zaman.
