Tetangga Baik adalah Rejeki Tak Ternilai

Ibu rumah tangga dan pemerhati pendidikan yang gemar menulis
Konten dari Pengguna
27 September 2021 19:27
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Wuryanti Sri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tetangga Baik adalah Rejeki Tak Ternilai (72002)
zoom-in-whitePerbesar
Sayuran dan Buah, Sumber : Dokumen Pribadi
ADVERTISEMENT
Kehidupan masyarakat pedesaan saat ini sudah semakin maju. Hadirnya corona membuat segala sesuatu serba online, mau tidak mau semua orang harus belajar mengenal internet dari anak-anak hingga lansia agar melek teknologi.
ADVERTISEMENT
Di saat bersamaan, masyarakat tetap mempertahankan kebiasaan-kebiasaan lama yang masih sering dilakukan. Misalnya, budaya saling berbagi sesuatu dengan tetangga. Biasanya bahan-bahan makanan berupa buah-buahan atau sayur mayur yang dipetik dari kebun sendiri.
Seperti tiga hari lalu, tiba-tiba tetangga ujung gang datang ke rumah sambil membawa sebuah bungkusan lumayan besar. Setelah kubuka isinya beberapa jenis sayuran dan buah. Masya Allah, aku ucapkan terima kasih bertubi-tubi, namun dengan sangat santun dan rendah hati dia mengatakan hanya mau berbagi. Sebagian dijual, sisanya untuk dikonsumsi sendiri dan untuk tetangga kiri kanan. Terus terang, aku merasa iri dengan tetanggaku yang satu ini atas kedermawanannya.
Kebaikan-kebaikan semacam ini sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita. Sungguh, perbuatan tetanggaku yang sangat dermawan ini patut untuk dicontoh dan terbukti tetangga-tetangga lain di sekitarku kini tidak ada lagi yang pelit. Yang punya pohon pisang, berbagi pisang dan yang kebetulan tidak punya hasil kebun, cukuplah berbuat baik dengan warga lain, minimal bersedekah dengan senyuman.
ADVERTISEMENT
Memiliki tetangga yang baik adalah rejeki yang tak ternilai. Segala sesuatu yang mengandung kebaikan tidak akan mengenal kedaluwarsa. Berbuat baik tidak harus menunggu punya sesuatu lebih dahulu. Bersikap santun, ramah dan menyenangkan orang lain juga kebaikan. Karena itu teruslah berbuat baik karena kebaikan itu menular.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020