Konten dari Pengguna

Quiet Thriving: Peluang atau Ancaman buat Perusahaan?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Saleha Nuroktaviani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Karyawan tetap menunjukkan kinerja optimal, berkembang, dan berkontribusi tanpa mencari sorotan di tempat kerja. Sumber: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Karyawan tetap menunjukkan kinerja optimal, berkembang, dan berkontribusi tanpa mencari sorotan di tempat kerja. Sumber: Shutterstock

Banyak karyawan sekarang tetap bertahan di perusahaan, tapi diam-diam mencari keseimbangan hidup dan makna kerja. Mereka tidak resign, tapi juga tidak lagi sepenuhnya “on fire”. Ini yang disebut quiet thriving.

Apakah ini peluang atau ancaman buat perusahaan?

Apa yang Terjadi di Lapangan?

Karyawan tetap datang atau online, tapi semangat kerjanya tidak lagi maksimal. Mereka aktif belajar skill baru di luar kantor, terlibat di komunitas, atau punya proyek pribadi. Mereka mencari cara agar pekerjaan tidak mengorbankan kesehatan mental dan kehidupan pribadi.

Sisi Peluangnya

Karyawan yang quiet thriving biasanya lebih kreatif dan punya perspektif baru. Kalau perusahaan bisa memberi ruang, mereka bisa membawa energi positif ke tim dan inovasi meningkat.

Sisi Ancaman yang Harus Diwaspadai

Jika perusahaan tidak peka, karyawan ini bisa kehilangan semangat secara perlahan. Produktivitas turun, kreativitas melemah, dan akhirnya banyak yang resign diam-diam.

Apa yang Harus Perusahaan Lakukan?

Dengarkan suara karyawan secara rutin, berikan fleksibilitas dan proyek yang bermakna. Jangan hanya kejar target, tapi juga perhatikan kesejahteraan mereka. Beberapa perusahaan yang sudah melakukannya bilang karyawan lebih betah dan hasil kerjanya lebih baik.

Penutup

Quiet thriving adalah realita baru di dunia kerja, perusahaan yang melihatnya sebagai peluang dan mengelolanya dengan baik akan memiliki tim yang lebih kuat. Sebaliknya, yang mengabaikannya berisiko kehilangan talenta terbaik.

Disusun oleh: Saleha Nuroktaviani