Work-Life Balance di Era Hybrid: Peluang atau Ancaman buat Karyawan?
Tulisan dari Saleha Nuroktaviani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerja hybrid sudah menjadi kebiasaan baru di berbagai perusahaan, karyawan bisa kerja dari rumah atau kantor sesuai kebutuhan. Tapi anehnya, banyak yang bilang bahwa work-life balance justru semakin sulit dijaga.
Ini peluang atau ancaman buat karyawan?
Sisi Peluangnya
Hybrid work memberikan fleksibilitas waktu dan tempat, karyawan bisa mengatur jadwal sendiri, mengurangi waktu perjalanan, dan lebih mudah menyeimbangkan kerja dengan kehidupan pribadi. Banyak yang merasa lebih produktif karena bisa kerja di lingkungan yang nyaman.
Sisi Ancaman yang Muncul
Tapi batas antara kerja dan kehidupan pribadi sering kabur, chat kerja masuk sampai malam, meeting online di akhir pekan, atau deadline yang terus mengejar. Karyawan merasa “selalu on” meskipun kerja dari rumah. Akibatnya, burnout dan kelelahan mental semakin sering terjadi.
Apa yang Harus Dilakukan?
Perusahaan perlu tegas soal batas waktu kerja, jangan kirim chat atau email setelah jam kantor. Berikan training work-life balance dan dorong karyawan untuk benar-benar istirahat. Leader juga harus jadi contoh dengan tidak kerja berlebihan.
Karyawan sendiri perlu belajar mengatur batas. Matikan notifikasi kerja di luar jam kerja dan prioritaskan waktu untuk diri sendiri.
Penutup
Work-life balance di era hybrid bisa jadi peluang besar kalau dikelola dengan baik. Tapi jika dibiarkan, bisa berubah jadi ancaman serius bagi kesehatan mental karyawan.
Disusun oleh: Saleha Nuroktaviani

