Konten dari Pengguna

Review Lenovo Moto Z Play

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari yangcanggih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Moto Z Play warna hitam. (Foto: Motorola)
zoom-in-whitePerbesar
Moto Z Play warna hitam. (Foto: Motorola)

Seperti diketahui Motorola memiliki dua versi Moto Z yang diluncurkan di Indonesia. Setelah versi originalnya yang sempat kami review beberapa waktu yang lalu, kini giliran Moto Z Play, versi yang lebih terjangkau dengan harga Rp5.899.000, namun memiliki fungsi modular yang sama.

Penasaran apa saja perbedaannya dengan Moto Z dan seperti apa fitur-fitur unggulannya? Simak ulasan kami berikut ini:

Bodi sedikit lebih tebal

Kamera depan Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)
zoom-in-whitePerbesar
Kamera depan Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)

Secara desain, jika dilihat sekilas memang tidak ada perbedaan yang berarti antara Moto Z Play dan Moto Z. Keduanya sama-sama mengadopsi DNA yang sama dengan tetap mengedepankan fungsi modular sebagai nilai jual utama.

Meski begitu, secara dimensi ada sedikit perbedaan terutama dalam hal ketebalan bodi. Moto Z Play tampil lebih berisi dengan ketebalan 7 mm. Cukup jauh perbedaannya dengan Moto Z yang hanya 5,2 mm. Bobotnya pun lebih berat, 165 gram.

Sisi kanan Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)
zoom-in-whitePerbesar
Sisi kanan Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)

Port USB dan audio jack Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)
zoom-in-whitePerbesar
Port USB dan audio jack Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)

Tombol Home Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)
zoom-in-whitePerbesar
Tombol Home Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)

Tapi, apakah hal itu merupakan sesuatu yang negatif? Menurut kami TIDAK! Justru bodi yang lebih tebal tersebut membuat Moto Z Play jauh lebih nyaman digenggam, walaupun tanpa Mods Style Shell dan dengan ukuran layar yang sama, yakni 5,5 inci. Pengoperasian dengan satu tangan juga lebih mudah.

Material yang digunakan kurang lebih sama dengan Moto Z, termasuk lapisan kaca yang mudah kotor oleh sidik jari. Di depan, Anda tetap menemukan sensor sidik jari. sementara di belakang, ada magnetic dots untuk menempelkan berbagai Moto Mods yang sama dengan yang digunakan pada Moto Z.

Magnetic dots di belakang Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)
zoom-in-whitePerbesar
Magnetic dots di belakang Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)

Nah, satu hal lagi yang membuat Moto Z Play berbeda, karena desainnya lebih tebal, Motorola pun kini bisa menyisipkan port audio jack 3.5mm yang tidak tersedia di Moto Z.

Layar lebar, resolusi lebih rendah

Moto Z Play menggunakan layar dengan teknologi Super AMOLED yang ukurannya seperti disebutkan di atas, sama dengan Moto Z (5,5 inci), lengkap dengan perlindungan Gorilla Glass 3. Akan tetapi, resolusi yang dibenamkan lebih rendah, yakni Full HD 1920 x 1080 pixel.

Moto Z Play punya layar 5,5 inci. (Foto: Motorola)
zoom-in-whitePerbesar
Moto Z Play punya layar 5,5 inci. (Foto: Motorola)

Untuk berbagai kebutuhan, layar Moto Z Play sudah sangat mencukupi. Tampilannya cerah dan tajam, dengan keluaran warna yang kaya dan cukup memanjakan mata. Menonton video, browsing, maupun bermain games bisa terfasilitasi dengan baik. Penggunaan di bawah sinar matahari pun tidak masalah.

Sementara di sektor audio, Moto Z Play mampu memberikan kualitas suara yang lumayan lantang dan jernih. Tidak spesial, tapi juga tidak mengecewakan. Jika ingin suara yang lebih menggelegar, Anda bisa memanfaatkan Moto Mods JBL SoundBoost.

OS Android 7.0 tanpa modifikasi UI

Sama seperti Moto Z, sistem operasi pada Moto Z Play berbasis Android 7.0 Nougat tanpa modifikasi berarti, alias masih murni. Selain lebih sederhana dan ringan, Anda juga tidak akan menemukan berbagai bloatware yang mengganggu.

Tampilan UI Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)
zoom-in-whitePerbesar
Tampilan UI Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)

Karena menggunakan Android murni, kami tidak bisa membahas banyak dari sektor user interface. Penampilan serta semua fitur yang tersedia sebagaimana Android 7.0 Nougat pada umumnya. Dan di satu sisi, Android yang murni mungkin justru akan terlihat membosankan bagi sebagian pengguna.

Kamera kurang menarik

Moto Z Play menggunakan kamera dengan sensor yang berbeda dari Moto Z. Resolusinya 16 megapixel, f/2.0, lengkap dengan dukungan Phase Detection Autofocus dan dual-LED flash. Sementara di depan, ada kamera selfie 5 megapixel f/2.2.

Kamera belakang 16 MP di Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)
zoom-in-whitePerbesar
Kamera belakang 16 MP di Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)

UI kameranya tergolong sederhana tapi menawarkan pilihan mode yang cukup beragam, termasuk Profesional Mode. Di mode tersebut, Anda bisa mengatur ISO, white balance, hingga fokus secara manual.

Untuk hasil fotonya, kami menilai kamera Moto Z Play tidak istimewa untuk sebuah smartphone di harga nyaris 6 juta rupiah. Pada kondisi pemotretan outdoor, detail yang ditangkap untungnya masih cukup baik dan reproduksi warnanya pun lumayan.

Hasil foto Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)
zoom-in-whitePerbesar
Hasil foto Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)

Hasil foto Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)
zoom-in-whitePerbesar
Hasil foto Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)

Performa mulus, tapi kurang gahar

Untuk urusan hardware pendukung performa, Moto Z Play dipersenjatai SoC Qualcomm Snapdragon 625 dengan prosesor Octa-core 2.0 GHz Cortex-A53 dan GPU Adreno 506. RAM yang dibenamkan 3 GB, sementara memori internalnya 32 GB (jika masih kurang ada slot microSD).

Kombinasi memungkinkan Moto Z Play menyajikan performa yag mulus, meski bisa dibilang, agak kurang gahar. Segala aplikasi standar bisa terpenuhi tanpa ada masalah berarti, termasuk ketika melakukan multitasking. Untuk bermain game 3D pun masih nyaman.

Sensor Moto Z Play tergolong komplit. Anda akan menemukan sensor Accelerometer, Ambient Light, Gyroscope, Hall Effect, Magnetometer, dan Proximity. Masih penasaran dengan performa dari Moto Z Play? Langsung saja lihat hasil benchmark dari beberapa aplikasi di bawah ini:

Hasil benchmark Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)
zoom-in-whitePerbesar
Hasil benchmark Moto Z Play. (Foto: Yossie Dwi Prananto/YangCanggih.com)

Baterai mantap!

Dengan bodi yang lebih tebal, Moto Z Play pun ditanamkan baterai yang lebih besar pula, 3150 mAh. Perpaduan dengan Snapdragon 625 yang dikenal hemat daya serta OS yang masih murni membuat Moto Z Play memiliki daya tahan baterai yang memuaskan.

Kami menggunakannya untuk pemakaian normal seperti chatting, browsing, sosial media, dan sesekali memotret atau menonton video di YouTube. Terbukti, smartphone ini bisa digunakan hingga 1,5 atau 2 hari dalam sekali charge! Memuaskan!

Sayangnya kami tidak berhasil menjalankan aplikasi PCMark Battery Test karena selalu terhenti di tengah pengujian. Sebagai gantinya, kami mencoba menjalankan video loop dari kondisi baterai 100 persen hingga habis. Hasilnya, Moto Z Play mampu memutar video selama 22 jam 51 menit.

Kesimpulan

Motorola di bahwa naungan Lenovo tampil semakin agresif di pasar Indonesia. Kehadiran Moto Z Play diyakini mampu menjadi solusi yang lebih terjangkau untuk pengguna yang menginginkan pengalaman smartphone modular yang benar-benar baru dan belum pernah dirasakan sebelumnya.

Secara keseluruhan, Moto Z Play adalah smartphone yang komplit. Akan tetapi, dari semua fitur bawaan yang ada, daya tahan baterai menjadi keunggulan utama yang patut dikedepankan.

Dibanderol Rp5.899.000, Moto Z Play cocok bagi Anda yang mencari smartphone modular yang lebih terjangkau dengan performa mumpuni dan baterai yang bisa diandalkan.

Yang Canggih:

+ Bodi lebih nyaman digenggam

+ Layar lebar dan sedap dipandang

+ Android bersih tanpa bloatware yang mengganggu

+ Daya tahan baterai memuaskan

+ Sensor sidik jari yang cepat

+ Moto Mods yang beragam dan mudah dibongkar-pasang

+ Dual-SIM non-hybrid

Yang Kurang:

– Kamera agak kurang jika dibandingkan pesaingnya di kelas yang sama

– Bodi mudah kotor oleh sidik jari

– Harga masih tergolong tinggi

Disclosure: Konten review ini sebelumnya telah dimuat di YangCanggih.com.