Konten dari Pengguna

Smart Solar Dryer IoT UNP untuk UMKM

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yasdinul Huda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibu Lili Suryani memeriksa Smart Solar Dryer IoT di Nagari Tanjung, Sijunjung (Dokumentasi PkM)
zoom-in-whitePerbesar
Ibu Lili Suryani memeriksa Smart Solar Dryer IoT di Nagari Tanjung, Sijunjung (Dokumentasi PkM)

Smart Solar Dryer IoT kini beroperasi di Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Ibu Lili Suryani dulu cuma bisa pasrah saat langit mendung. Kerupuk jengkol jemuran di halaman belakang bisa basah, produksi berhenti, pesanan menumpuk. Kini, alat itu menutup sendiri saat hujan turun.

Tim pengabdi dari Universitas Negeri Padang (UNP) melalui skema Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) 2026 menyerahkan inovasi teknologi pengering hibrida berkapasitas 25 kg per batch kepada Kelompok UMKM Kerupuk Jengkol (KSP Kandang Guguk). Kelompok ini beranggotakan 20 orang ibu rumah tangga, dipimpin Ibu Lili Suryani. Penyerahan dilakukan langsung di nagari itu.

Smart Solar Dryer IoT Pangkas Pengeringan 90 Persen

Penerapan Smart Solar Dryer berbasis ruang pengering stainless steel 304 food-grade memangkas waktu pengeringan kerupuk jengkol secara drastis. Dari 48–72 jam atau 2–3 hari, kini hanya 2–4 jam. Kadar air terstandar 10–12 persen. Ini perubahan besar bagi warga yang puluhan tahun mengandalkan panas matahari.

Hasil pengeringan dengan Smart Solar Dryer IoT (Dokumentasi PkM)

Sensor Hujan dan Monitoring Smartphone

Sistem ini dilengkapi mikrokontroler ESP32, 4 sensor suhu DHT22, dan sensor hujan. Ketika hujan turun atau suhu malam hari di bawah 50°C, tudung pelindung otomatis menutup dan pemanas listrik cadangan 500W menyala. Telemetri suhu dan kelembaban terpantau real-time lewat aplikasi smartphone mitra. Nggak perlu lagi bolak-balik mengecek jemuran.

Produksi Naik 60 Persen, Harga Jual Naik 40 Persen

Dengan jaminan produksi 100 persen tetap berjalan saat musim hujan, frekuensi produksi naik 60 persen menjadi 6 kali seminggu. Perbaikan higienitas dan branding kemasan 'Jengkol Lipo' meningkatkan harga jual produk sebesar 40 persen, dari Rp25.000 menjadi Rp35.000 per kg. Smart Solar Dryer IoT benar-benar mengubah ekonomi nagari.

"Sistem Smart Solar Dryer berbasis IoT ini kami hadirkan untuk memecahkan kendala cuaca yang puluhan tahun membelenggu UMKM perdesaan. Kami ingin memastikan teknologi tepat guna hadir memanusiakan warga dan mendongkrak ekonomi nagari," ujar Ketua Tim Pengabdi UNP, Dr. Yasdinul Huda, S.Pd., M.T.

Pelatihan teknis penggunaan Smart Solar Dryer IoT (Dokumentasi PkM)

Selain hibah alat bernilai Rp20 juta, kegiatan pelatihan tatap muka pada 22–23 September 2026 berhasil meningkatkan pemahaman SOP pengeringan higienis mitra dari 32 persen menjadi 92 persen. Kelompok mitra juga menyepakati iuran pemeliharaan alat Rp500/kg untuk menjamin keberlanjutan operasional alat secara mandiri. Entahlah, tapi sepertinya inilah teknologi yang benar-benar memanusiakan warga.