Dari Nol Jadi Jempol! Pelatihan Pemasaran Digital Sabun Oleh Mahasiswa KKN Undip

Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Yasmina Illiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Manisharjo (31/07/2024). Manisharjo merupakan sebuah desa yang berada pada Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Pada desa tersebut, terdapat sebuah dukuh bernama Dukuh Tengklik. Mayoritas masyarakat Dukuh Tengklik merupakan seorang petani yang pada siang hari waktu mereka kosong. Untuk mengisi waktu luangnya, masyarakat memiliki kebiasaan mengolah sesuatu barang menjadi lebih barang yang lebih bermanfaat, seperti pengolahan pupuk.
Kebiasaan positif ini belum diimbangi oleh kemampuan pemasaran yang baik. Salah satu permasalahan di Dukuh Tengklik adalah pemasaran nya. Meskipun memiliki kemampuan dalam hal produksi, namun apabila tidak diimbangi dengan kemampuan pemasaran, maka proses bisnis atau jual beli tidak dapat berjalan dengan lancar.
Pada kesempatan kali ini, mahasiswa KKN jurusan Administrasi Bisnis berkolaborasi dengan mahasiswa jurusan Kimia dalam pelatihan membuat sabun cuci baju dari minyak jelantah dan pemasaran nya. Hal ini dilakukan guna menunjukkan ilmu baru kepada masyarakat Dusun Tengklik. Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kesibukan baru yang memiliki nilai ekonomis.
Pemasaran melalui media digital memiliki jaringan luas. Tak hanya dalam 1 provinsi, namun pemasaran melalui media digital mampu merambah ke 1 negara, bahkan 1 dunia. Pemasaran yang dilakukan pemula, mereka dapat menguasai setidaknya dalam cakupan 1 provinsi. Harapannya, tak hanya untuk pemasaran sabun, namun mereka mampu menerapkan strategi pemasaran digital pada produk-produk lain.
Kegiatan pelatihan pemasaran sabun melalui media digital dilakukan pada tanggal 31 Juli 2024 di rumah salah seorang RT Dusun Tengklik yang dihadiri oleh ibu-ibu setempat. Acara berjalan mulai pukul 14.00 hingga 15.30 yang diawali dengan pemaparan langkah-langkah pembuatan dari minyak jelantah hingga menjadi sabun cuci baju. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai pentingnya pemasaran, pemahaman pemasaran online, strategi pemasaran bagi pemula untuk mendapatkan perhatian konsumen, hingga bagaimana cara mendaftarkan toko pada shopee. Sebelum acara dimulai, mahasiswa membagikan leaflet yang dapat dipelajari oleh ibu-ibu terkait cara pemasaran online. Di akhir sesi, mahasiswa memberikan paket-paket kecil berupa bahan bahan pembuatan sabun.
Acara berjalan lancar dan penuh antusias dari para ibu. “Program ini sangat bermanfaat. Kami jadi tau ilmu baru. Kami dapat mengumpulkan minyak jelantah yang awalnya terbuang, kini dapat dimanfaatkan.” Ucap salah seorang peserta program. Mereka juga sangat senang mendapatkan satu paket bahan untuk membuat sabun yang akan dipraktekkan sendiri di rumah. “Ini nanti sampai rumah akan langsung saya praktekan lalu saya bagikan hasilnya ke warga, mbak” ucap seorang ibu dengan antusias.
Kegiatan pemasaran pun juga banyak memberikan manfaat. Tak hanya pada sabun, para ibu yang memiliki usaha pun dapat menerapkan strategi yang sama untuk memperdagangkan produknya. “Makasih ya mbak, saya jadi tahu bagaimana strategi pemasaran digital. Saya akan coba terapkan pemasaran digital pada dagangan saya” ucap salah seorang warga.
Penulis : Yasmina Illiana (Administrasi Bisnis)
