Tingkatkan Penjualan! Pelatihan Pengemasan Produk Pupuk Warga Desa

Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Yasmina Illiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dukuh Tengklik (30/07/24). Masyarakat Dusun Tengklik, Manisharjo, Bendosari, Sukoharjo memiliki latar belakang pekerjaan sebagai petani. Untuk menunjang pertanian, sebagian warga Dusun Tengklik mencoba membuat pupuk kandang. Pupuk kandang berbahan dasar kotoran sapi dan kambing. Pembuatan pupuk kandang terbilang baru saja dimulai sehingga warga belum mengetahui bagaimana cara melakukan pengemasan yang lebih baik dan layak jual. Pada umumnya, warga hanya mengemasinya dengan karung tanpa merk. Pemasaran pupuk ini pun masih belum meluas. Hanya orang-orang sekitar serta teman teman terdekat warga saja yang membeli pupuk kandang ini.
Melihat permasalahan yang ada, mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas Diponegoro berinisiatif untuk membantu masyarakat sekitar untuk membagi ilmu dan membuat kemasan pupuk yang lebih layak jual. Kemasan pupuk yang menarik akan menambah nilai ekonomis dan mampu menarik perhatian pelanggan. Selain itu, profesionalitas dalam berdagang pupuk juga meningkat. Dengan demikian, pemasaran pupuk pun diarapkan mampu meluas tak hanya di kerabat terdekat, namun hingga seluruh Indonesia.
Selasa, 30 Juli 2024 di rumah RW Dukuh Tengklik pukul 14.30 terdapat pelatihan pengemasan pupuk oleh mahasiswa KKN TIM II Undip Program Studi Administrasi Bisnis, Yasmina Illiana. Kegiatan tersebut dihadiri oleh bapak-bapak dan ibu-ibu setempat. Kegiatan ini meliputi pemaparan betapa pentingnya kemasan yang layak jual, mulai dari labelling, segel, hingga informasi yang dimuat dalam label tersebut. Tak hanya pemaparan, namun juga terdapat praktek melakukan menyegel kemasan plastik pupuk menggunakan alat pres dan penempelan identitas pupuk berupa label.
Pengenalan merk dan logo pada label juga penting untuk membangun brand awareness konsumen terhadap pupuk. Pemberian nama merk pupuk berdasarkan diskusi para warga hingga diputuskan nama merk pupuk ini adalah “Subur Makmur”. Pemberian logo dan desain label dibantu oleh mahasiswa KKN yang tentunya melalui diskusi bersama warga.
Kegiatan diakhiri dengan tanya jawab dan feedback feedback positif dari warga setempat. “Kami sangat berterimakasih atas ilmu yang disampaikan. Ilmu pengemasan pupuk ini sangat berguna bagi kami. Kami jadi tau bagaimana melakukan pengemasan yang baik. Ternyata mudah!” ucap salah seorang warga desa.
Penulis : Yasmina Illiana (Administrasi Bisnis)
