Mahasiswa Brawijaya Ajarkan Anak SD di Lumajang Teknik Perbanyakan Tanaman Jeruk

Mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Yasyifa Rahma Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lumajang, 17 Juli 2025 — Upaya menciptakan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dilakukan melalui kegiatan Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya 2025. Bertempat di SDN 02 Nogosari, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Yasyifa Rahma Sari, mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian, menginisiasi kegiatan edukasi pertanian bertajuk “Bangun Kebun Hijaumu” bagi siswa-siswi sekolah dasar.
Program “Edukasi Perbanyakan Vegetatif: Bangun Kebun Hijaumu!” bertujuan untuk menciptakan generasi petani muda dengan mengenalkan dunia pertanian melalui pemaparan materi mengenai morfologi tanaman, fase pertumbuhan, macam-macam dan cara melakukan perbanyakan tanaman, khususnya teknik okulasi secara interaktif dan menyenangkan bagi anak-anak. Program ini dirancang agar anak-anak tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya. Mereka belajar cara memilih mata tunas dan batang jeruk yang unggul sebagai syarat okulasi hingga merawat tanaman hasil okulasi. Melalui cara ini, diharapkan tumbuh kepedulian terhadap lingkungan sejak dini dan ketertarikan generasi muda terhadap dunia pertanian.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi melalui presentasi visual dan pamflet menarik, dilanjutkan dengan praktik kelompok di mana para siswa diberi bibit jeruk dan dan cutter untuk melakukan teknik okulasi yang didampingi oleh mahasiswa. Hasil praktik siswa kemudian diletakkan di halaman sekolah sebagai simbol penghijauan dan pelestarian lingkungan.
Program ini secara langsung mendukung dua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDGs 2: Tanpa Kelaparan, dengan mengenalkan praktik pertanian sederhana untuk keberlanjutan pertanian, dan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pendekatan pembelajaran interaktif dan kontekstual di luar kelas yang melibatkan generasi muda secara langsung.
Kegiatan edukasi ini mendapatkan antusiasme tinggi dari siswa dan pihak sekolah. Selain menumbuhkan minat pada bidang pertanian, program ini juga diharapkan menjadi langkah awal regenerasi petani muda di Desa Nogosari.
Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus menjembatani ilmu pengetahuan dari kampus ke masyarakat. Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan minat anak-anak terhadap pertanian, mencetak petani muda yang inovatif, serta memperkuat ketahanan pangan lokal berbasis komunitas. Dengan semangat kolaboratif dan partisipatif, program “Bangun Kebun Hijaumu!” menjadi bukti bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan bisa dimulai dari langkah kecil dengan mengenalkan anak-anak pada dunia pertanian yang menyenangkan dan bermakna.
#UniversitasBrawijaya
#MMDUB2025
#DRPM
#SDGs2
#SDGs4
#EdukasiPertanian
#GenerasiTaniMuda
#PertanianBerkelanjutan
