Konten dari Pengguna

Gandeng Surat Sobek, KKN 310 UIN Jakarta Gelar Workshop Daur Ulang Sampah Kertas

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Daffa Yazid Fadhlan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak-anak memperhatikan proses pencetakan bubur kertas saat workshop daur ulang kertas di Yayasan Oemah Daon, Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. (Sumber: Dokumentasi pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak memperhatikan proses pencetakan bubur kertas saat workshop daur ulang kertas di Yayasan Oemah Daon, Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 310 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar workshop daur ulang kertas bersama Surat Sobek di Yayasan Oemah Daon, Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan anak-anak sebagai peserta untuk mengenalkan pentingnya pengelolaan sampah kertas sejak dini.

Workshop ini mengajak anak-anak memahami bahwa sampah kertas tidak selalu menjadi sesuatu yang harus dibuang. Sebaliknya, peserta belajar melihat kertas bekas sebagai material yang masih memiliki nilai dan dapat mereka olah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Perwakilan Surat Sobek, Farhat Faqih, menjelaskan bahwa kertas memiliki hubungan erat dengan perjalanan Surat Sobek dalam mengembangkan kegiatan daur ulang. Menurutnya, Surat Sobek berupaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah kertas dari sesuatu yang dianggap sebagai musuh, menjadi bagian dari kehidupan yang dapat dimanfaatkan kembali.

"Jadi, cara berpikirnya kita balik. Sampah bukan musuh, tetapi teman yang setelah selesai digunakan wajib didaur ulang," ujar Farhat di tempat.

Farhat Faqih saat diwawancarai pada Sabtu, 8 Agustus 2026. (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Selain itu, Farhat menilai edukasi tentang pengelolaan sampah perlu dikenalkan sejak anak-anak. Ia menyebut kegiatan workshop bersama KKN 310 UIN Jakarta sebagai kesempatan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda.

"Ketika kami diundang kawan-kawan KKN UIN Jakarta untuk melakukan workshop dengan peserta anak-anak, kami seakan menitipkan masa depan dunia kepada mereka, terutama terkait sampah kertas," katanya.

Mengenalkan Daur Ulang melalui Edukasi dan Kreasi

Anak-anak mempraktikkan proses pencetakan bubur kertas saat workshop daur ulang kertas di Yayasan Oemah Daon, Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Surat Sobek merupakan socioecopreneur yang mengembangkan pemanfaatan limbah berbahan dasar kertas menjadi kertas daur ulang. Material yang mereka olah mencakup kertas, kardus, hingga bungkus rokok bekas yang sudah tidak terpakai.

Melalui pendekatan edukasi dan kreasi seni, Surat Sobek mengajak masyarakat mengenal proses pemanfaatan limbah kertas sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian, kegiatan workshop tidak hanya memberikan pengalaman baru kepada peserta, tetapi juga memperkenalkan nilai keberlanjutan melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, bagi kelompok KKN 310 UIN Jakarta, workshop tersebut menjadi salah satu bentuk program pengabdian di bidang lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa bersama Surat Sobek berupaya menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini, sekaligus mendorong anak-anak untuk melihat limbah kertas sebagai sesuatu yang masih dapat mereka manfaatkan kembali.