Konten dari Pengguna

Senyum Lega Rahmayanti di Balik Khitanan Massal Gratis KKN 310 UIN Jakarta

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Daffa Yazid Fadhlan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rahmayanti saat diwawancarai terkait acara khitanan massal di Masjid Daon Sabrang, Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 23 Agustus 2026. (Sumber foto: Dokumentasi pribadi).
zoom-in-whitePerbesar
Rahmayanti saat diwawancarai terkait acara khitanan massal di Masjid Daon Sabrang, Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 23 Agustus 2026. (Sumber foto: Dokumentasi pribadi).

Bagi sebagian keluarga, mengkhitankan anak mungkin hanya perkara menunggu kesiapan mental sang buah hati. Namun bagi Rahmayanti, rintangannya jauh lebih besar. Biaya medis yang tidak sedikit sering kali menjadi beban pikiran yang mengganjal niatnya, terutama di tengah kondisi ekonomi keluarga yang serba pas-pasan. Keinginan untuk melihat putranya dikhitan mau tidak mau harus berbenturan dengan realitas pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Rasa gundah itu akhirnya menemui titik terang pada Minggu, 23 Agustus 2026. Di Masjid Daon Sabrang, Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, senyum Rahmayanti akhirnya merekah. Hari itu, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 310 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkolaborasi dengan BJB Care menyelenggarakan program khitanan massal gratis. Kehadiran program ini seolah menjadi jawaban atas doa yang selama ini dipanjatkan keluarganya.

Rahmayanti mengaku sangat bersyukur atas uluran tangan tersebut. Ia tidak menampik bahwa faktor kendala finansial menjadi alasan utama mengapa program dari para mahasiswa ini terasa begitu bermakna baginya.

"Alhamdulillah senang banget, sangat membantu terutama bagi saya yang kurang mampu (ekonomi)," ujar Rahmayanti saat wawancara di tempat.

Beban pikiran Rahmayanti semakin ringan tatkala melihat putranya melangkah tanpa paksaan. Tidak ada drama tangisan histeris yang acap kali terjadi pada anak-anak seusianya. Sang buah hati justru memiliki kemauan sendiri untuk disunat.

Menurut penuturan Rahmayanti, kebiasaan putranya yang rutin mengikuti kegiatan dan beraktivitas di masjid turut membentuk keberanian mental sang anak. Saat melihat putranya berani dan seluruh proses medis selesai, ia mengaku perasaannya langsung lega.

Tidak hanya membebaskan warga dari himpitan biaya, pelayanan yang diberikan pun jauh dari kesan seadanya. Pendekatan hangat dari tim medis dan kepedulian panitia mahasiswa KKN 310 UIN Jakarta membuat warga merasa sangat dihargai. Rahmayanti menilai seluruh pihak telah memberikan penanganan yang sangat baik serta memuaskan.

Rahmayanti bersama anaknya setelah selesai mengikuti rangkaian acara Khitanan Massal yang diadakan di Masjid Daon Sabrang, Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 23 Agustus 2026. (Sumber foto: Dokumentasi pribadi).

Kini, tugas Rahmayanti tinggal merawat sang putra hingga pulih total. Sebagai seorang ibu, ia memanjatkan asa agar buah hatinya tumbuh menjadi anak yang saleh, semakin rajin beribadah, dan senantiasa dikaruniai kesehatan.

Sebelum beranjak pulang meninggalkan pelataran masjid, ia menitipkan untaian rasa terima kasih yang mendalam kepada para mahasiswa KKN 310 UIN Jakarta dan pihak tenaga medis. Ia berharap kebaikan hati dan dedikasi para mahasiswa ini mendapat ganjaran pahala, serta mereka dapat terus maju dan berprestasi di masa depan.

Seorang ibu memberikan dukungan moril dengan mendampingi putranya yang tengah menjalani prosesi khitanan di Masjid Daon Sabrang, Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 23 Agustus 2026. (Sumber foto: Dokumentasi pribadi).

Secara keseluruhan prosesi khitanan massal hari itu berjalan dengan sangat tertib dan lancar. Usai melewati tahapan registrasi, anak-anak diarahkan menuju bilik tindakan yang telah disiapkan secara steril oleh panitia. Ketegangan sesaat di wajah mereka langsung berganti menjadi kelegaan begitu tim medis selesai melakukan penanganan dengan cekatan.

Pemandangan anak-anak yang berjalan keluar secara perlahan sembari memegangi ujung sarung dan membawa bingkisan hadiah menjadi penutup manis dari acara ini. Rangkaian prosesi tersebut bukan sekadar program kerja mahasiswa melainkan wujud pengabdian nyata yang berhasil mengukir senyum kebahagiaan di Desa Daon.

Foto bersama panitia, wali peserta, tenaga medis, dan peserta khitanan massal sebelum acara dimulai di Masjid Daon Sabrang, Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 23 Agustus 2026. (Sumber foto: Dokumentasi pribadi).