Bagaimana Jika Hal yang Paling Kita Takuti Justru Kita Wariskan?

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Soisal dan Politik Universitas Sebelas Maret
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Yemima Angelica Wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kita sering mengira hal paling menakutkan dalam film horor adalah sosok yang tiba-tiba muncul di balik pintu. Namun, Insidious Out of the Further menawarkan ketakutan yang berbeda, bagaimana jika sesuatu yang paling ingin kita tinggalkan justru menjadi sesuatu yang tanpa sadar kita wariskan kepada orang yang paling kita sayangi?
Film yang disutradarai Jacob Chase ini mengikuti Gemma dan putrinya, Maya. Gemma memiliki kemampuan untuk memasuki The Further, dunia yang selama ini menjadi bagian penting dari mitologi Insidious. Kemampuan tersebut kemudian membawa masalah ketika sesuatu dari The Further mulai mengancam kehidupan mereka.

Bukan Sekadar Rumah Berhantu
Seperti film Insidious sebelumnya, rumah dan ruang-ruang gelap masih menjadi bagian penting dalam membangun ketegangan. Jumpscare, suara yang tiba-tiba muncul, hingga sosok menyeramkan tetap digunakan untuk membuat penonton terkejut.
Namun, yang membuat film ini menarik justru hubungan antara Gemma dan Maya.
Gemma bukan hanya berusaha melindungi anaknya dari gangguan supernatural. Ia juga harus berhadapan dengan masa lalu dan hubungannya dengan ibunya.
Di sinilah Out of the Further terasa lebih dari sekadar cerita tentang hantu.
Ketika Ketakutan Menjadi Warisan
Ada satu ketakutan yang mungkin jauh lebih manusiawi daripada melihat sosok menyeramkan di ujung lorong, yaitu takut menjadi seperti orang tua kita sendiri.
Seseorang mungkin berusaha keras meninggalkan pengalaman buruk di masa lalu. Namun, ketika ia tumbuh dan memiliki anak, muncul pertanyaan lain, apakah luka yang pernah dialaminya akan ikut memengaruhi generasi berikutnya?
Hal tersebut menjadi salah satu sisi menarik dari Out of the Further. The Further tidak hanya bisa dilihat sebagai dunia para arwah, tetapi juga sebagai gambaran tentang masa lalu yang sulit benar-benar ditinggalkan.
Masih Menakutkan?
Kalau yang dicari adalah jumpscare dan atmosfer horor khas Insidious, film ini masih memberikan keduanya. Beberapa adegan berhasil membangun ketegangan, terutama ketika film bermain dengan ruang dan suara.
Meski begitu, bagi penonton yang sudah mengikuti franchise ini, beberapa formula horornya mungkin terasa familiar. Film ini seperti kembali membuka pintu menuju The Further, tetapi kali ini dengan keluarga dan persoalan yang berbeda.
Pada akhirnya, Insidious Out of the Further mungkin bukan hanya tentang bagaimana seseorang menghadapi hantu.
Film ini juga mengajak kita memikirkan sesuatu yang lebih dekat, bagaimana cara kita berdamai dengan masa lalu agar sesuatu yang pernah menyakiti kita tidak ikut kita wariskan kepada orang lain.
Sebab, kita mungkin bisa keluar dari The Further.
Tapi keluar dari masa lalu? Belum tentu semudah itu.
