KKN UNDIP Gagas Kegiatan Melukis&Mini Games untuk Dongkrak Kreativitas Anak TPQ

Mahasiswa Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ayesha Putriadvi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Program Kerja KKN Kelompok 1 Tim 56 Universitas Diponegoro – Sosial Kemasyarakatan
Jum’at, 25 Juli 2025, mahasiswa KKN Tim 56 Kelompok 1 Universitas Diponegoro yang bertugas di Desa Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, mengadakan program kerja sosial kemasyarakatan dengan tema “Peningkatan Kreativitas dan Semangat Belajar Anak TPQ Melalui Kegiatan Mewarnai Tote bag dan Mini Games.” Program ini dirancang untuk memberikan ruang ekspresi kreatif sekaligus membangkitkan semangat belajar anak-anak TPQ secara menyenangkan dan edukatif.
Kegiatan dimulai dengan sesi mewarnai tote bag yang dipandu langsung oleh mahasiswa KKN. Aktivitas ini bukan hanya berfungsi sebagai media pengembangan kreativitas dan imajinasi anak, tetapi juga mengenalkan mereka pada konsep penggunaan barang ramah lingkungan dan nilai-nilai budaya lokal yang disisipkan dalam desain gambar. Selanjutnya, mini games edukatif yang dirancang khusus memperkuat kemampuan fokus, koordinasi motorik, kerjasama, serta daya ingat anak-anak. Permainan ini membuat suasana belajar menjadi interaktif dan penuh kegembiraan.
Pelaksanaan kegiatan berjalan sangat lancar dan meriah dengan partisipasi sekitar 40 anak TPQ. Meski terdapat tantangan berupa tingginya energi dan perhatian anak-anak yang mudah teralihkan, tim KKN berhasil mengelola suasana dengan strategi pembagian tugas yang efektif dan pendekatan komunikatif yang menyenangkan. Hal ini membuat anak-anak tetap fokus dan antusias mengikuti setiap sesi kegiatan.
Manfaat dari program ini sangat signifikan, tidak hanya dalam hal peningkatan kreativitas dan keterampilan motorik halus anak-anak melalui kegiatan mewarnai, tetapi juga dalam memperkuat motivasi belajar dan rasa percaya diri mereka. Mini games memberikan stimulasi kognitif dan sosial yang mendukung pengembangan soft skill, seperti kemampuan bekerjasama dan problem solving. Kegiatan ini juga mempererat hubungan emosional antara mahasiswa KKN, anak-anak, dan masyarakat desa, menciptakan lingkungan belajar yang positif dan inklusif.
Sebagai tindak lanjut, seluruh dokumentasi kegiatan telah dikumpulkan sebagai arsip penting dan bahan evaluasi untuk pengembangan program sosial yang lebih efektif di masa mendatang. Respons dari masyarakat dan pengurus TPQ sangat positif, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk nyata kontribusi dalam mendukung pendidikan nonformal dan pemberdayaan generasi muda Desa Tirtomarto. Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berhasil membuktikan bahwa kegiatan sosial kemasyarakatan yang sederhana namun terencana dengan baik dapat memberikan dampak positif yang luas bagi perkembangan anak-anak dan komunitas sekitar.
