Pentingnya Padang Lamun dalam Ekosistem Air Laut

Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Yesi Noviliani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ekosistem air laut memiliki keanekaragaman ekosistem yang sangat penting, salah satunya adalah ekosistem padang lamun (Seagrass beds). Ekosistem padang lamun terdapat di wilayah pesisir, dimana wilayah tersebut dapat memperoleh cahaya matahari yang menembus sampai ke dasar perairan. Habitat padang lamun mempunyai banyak mineral dan nutrisi sehingga dapat mendukung tumbuhan lamun untuk hidup dan berkembang biak secara optimal.
Tumbuhan lamun merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga yang mampu berkembang biak dan beradaptasi dengan baik di dalam air. Beberapa ahli menyebutkan bahwa tumbuhan lamun merupakan tumbuhan air berbunga, berpembuluh, serta berkembang biak dengan biji dan tunas. Pada umumnya, tumbuhan lamun berupa hamparan hingga lebih dikenal dengan sebutan padang lamun. Padang lamun berupa hamparan tumbuhan lamun yang menutupi suatu area laut dangkal, terbentuk dari satu jenis atau lebih dengan kerapatan padat dan mampu hidup sampai kedalaman 30 meter.
Di perairan Indonesia terdapat 2 famili tumbuhan lamun yaitu Hydrocharitaceae dan Cymodocea. Tumbuhan lamun kerap dianggap sama dengan rumput laut, namun sebenarnya tumbuhan lamun dan rumput laut berbeda. Lamun memiliki jaringan xilem dan floem yang berfungsi untuk menyerap mineral dan nutrien dari lingkungan, sedangkan pada rumput laut untuk menyerap mineral dan nutrisi dilakukan secara difusi. Tumbuhan lamun dapat memproduksi bunga dan buah, sedangkan rumput laut memproduksi spora.
Padang lamun digunakan sebagai habitat aneka jenis cacing, teripang, ketam, udang, berbagai jenis ikan kecil, serta terdapat jenis bulu babi yang hidup di daun-daun lamun. Padang lamun juga digunakan sebagai tempat habitat dugong. Dugong menjadi salah satu mamalia laut dalam status dilindungi karena terancam punah. Keberadaan padang lamun mampu menciptakan tempat bagi organisme dalam berkembang biak. Akan tetapi, padang lamun menjadi salah satu habitat yang terancam punah karena potensi padang lamun itu sendiri masih kurang diperhatikan. Selama ini perhatian mengenai ekosistem air laut lebih sering tertuju pada perlindungan serta pelestarian terumbu karang dan bakau.
Apabila tumbuhan lamun punah, ekosistem padang lamun menjadi tidak seimbang serta karbon yang ditangkap oleh laut dapat hilang, karena ekosistem padang lamun berfungsi sebagai wadah pengikat alami karbon tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan konservasi terhadap padang lamun.
Upaya konservasi padang lamun harus dilakukan untuk mencegah aktivitas yang dapat mengancam kelestariannya. Berdasarkan pada buku Campbell Biologi Jilid Ketiga disebutkan bahwa di pesisir Jepang, kawasan padang lamun yang dahulu luas kini menyusut akibat pembangunan. Kemudian, di daerah-daerah pesisir Jepang tersebut dilakukan upaya restorasi untuk mencegah kepunahan padang lamun. Tujuan dari restorasi yaitu untuk mempercepat pembentukan kembali suatu ekosistem yang semirip mungkin dengan ekosistem sebelum terganggu. Teknik-teknik yang digunakan mencakup konstruksi habitat dasar laut yang sesuai, transplantasi dari kawasan alamiah menggunakan substrat buatan, dan penyemaian dengan tangan.
