KKN-T 82 UNDIP Hadirkan Inovasi Biopestisida Limbah Bawang untuk UMKM Lokal

Mahasiswa. Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Shabrina Alya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

UMKM pengolah bawang goreng di Kelurahan Mijen, Kota Semarang, menghasilkan limbah kulit bawang dalam jumlah besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Menjawab potensi tersebut, Tim KKN-T 82 Universitas Diponegoro melaksanakan program terintegrasi yang mencakup pembuatan produk biopestisida, pengembangan branding, dan penguatan manajemen usaha berbasis pencatatan keuangan.
Program diawali dengan proses produksi biopestisida berbahan dasar limbah kulit bawang yang ramah lingkungan dan aman digunakan untuk tanaman. Produk ini kemudian dikembangkan dari sisi pemasaran melalui perancangan identitas merek, pembuatan desain kemasan, dan label yang informatif oleh Salsabila Sajidah dari Program Studi Ekonomi Syariah. Selain itu, disusun pula buku panduan branding dan pemasaran yang berisi langkah-langkah praktis membangun citra produk serta strategi promosi agar dapat dipasarkan secara mandiri.
Sebagai pelengkap, tim menyusun sistem pencatatan keuangan menggunakan spreadsheet yang memudahkan pelaku usaha dalam memantau pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan. Dengan pengelolaan yang lebih terukur, UMKM diharapkan mampu menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memperluas pangsa pasar.
Melalui kolaborasi ini, Tim KKN-T 82 UNDIP berupaya mengubah limbah kulit bawang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang siap bersaing di pasar. Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM.
