Konten dari Pengguna

Sejarah Sastra dalam Ilmu Pengetahuan

Yulia Nur Hasanah

Yulia Nur Hasanah

Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yulia Nur Hasanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PIXABAY
zoom-in-whitePerbesar
PIXABAY

Sejarah merupakan runtutan kejadian atau peristiwa pada masa lampau yang berhubungan dengan manusia menyangkut peradaban. Ilmu-ilmu berupa penyelidikan terhadap perkembangan suatu hal secara kronologis dapat dipelajari dalam sejarah. Para sejarawan melakukan penelitian terhadap peradaban tersebut yang kemudian dikaji dengan cara sistematis. Melalui sejarah, kita dapat mengetahui hal-hal yang sudah terjadi di masa lalu tanpa harus mengalaminya secara langsung. Perkembangan sastra tidak luput dari peradaban sejarah. Ilmu yang menyelidiki perkembangan sastra dari generasi ke generasi disebut dengan sejarah sastra. Pergantian generasi tersebut menjadikan sejarah sastra menarik untuk dipelajari.

Artikel ini akan memuat informasi mengenai ruang lingkup sejarah sastra terhadap ilmu pengetahuan. Bahasan yang dipelajari pada sejarah sastra adalah perkembangan ilmu sastra suatu daerah maupun suatu bangsa. Perkembangan tersebut mencakup periodisasi sastra, aliran kesusastraan, jenis-jenis sastra serta karakteristiknya, fungsi sastra dalam masyarakat, serta bagaimana sastra dapat berkembang hingga sekarang. Kajian pada sejarah sastra turut menjelaskan latar belakang sastra sebagai jawaban atas pertanyaan mengapa dan bagaimana. Melalui pembahasan artikel kali ini, kalian dapat lebih memahami hubungan antara sejarah dengan sastra dan kontribusinya terhadap ilmu.

Ilmu sastra adalah ilmu yang mempelajari permasalahan sastra. Pada hakikatnya, sejarah sastra merupakan bagian dari ilmu sastra. Oleh karena itu, sejarah sastra berhubungan dengan teori sastra dan kritik sastra. Tiga kajian ilmu sastra tersebut saling berkesinambungan sehingga tidak bisa dipisahkan. Dokumentasi yang dilakukan sejarawan terhadap karya sastra adalah dengan mengelompokkannya berdasarkan ciri, gaya penulisan, periode, serta unsur-unsur permasalahan sebagai latar belakang terciptanya karya sastra. Dapat disimpulkan jika pada prakteknya, sejarah sastra memiliki keterkaitan terhadap kajian teori dan kritik sastra.

Sejarah sastra mempunyai cakupan yang luas dan kompleks meliputi sejarah sastra suatu bangsa, sejarah sastra suatu daerah, sejarah sastra suatu kebudayaan, sejarah sastra berdasarkan jenis sastra itu sendiri, serta sejarah sastra komparatif.

  • Sejarah sastra suatu bangsa. Kita dapat menemukan sejarah sastra suatu bangsa atau negara dalam kajian sastra. Misalnya, sejarah sastra di Indonesia akan dibahas pada bidang ilmu sejarah sastra Indonesia. Begitupun dengan sejarah sastra di Inggris yang bisa kalian cari dalam bidang ilmu kajian sejarah sastra Inggris.

  • Sejarah sastra suatu daerah. Cakupan ini berada satu tingkat di bawah sejarah sastra suatu bangsa. Dengan mempelajari sejarah sastra suatu daerah, secara tidak langsung kita juga mempelajari kebudayaan daerah tersebut. Misalnya, pada sejarah sastra Sunda dan sejarah sastra Jawa terdapat bahasa aksara kuno yang termasuk ke dalam peninggalan budaya.

  • Sejarah sastra suatu kebudayaan yang mencakup sejarah sastra klasik, sejarah sastra romantik, dan sejarah sastra renaissance.

  • Sejarah sastra berdasarkan genre atau jenis sastra itu sendiri. Bentuk-bentuk sastra yang dikenal berupa novel, cerita pendek, puisi, drama, dan sebagainya. Melalui sejarah sastra, kita akan mengetahui perkembangan dari bentuk-bentuk sastra tersebut. Misalnya, sejarah perkembangan puisi dan sejarah perkembangan prosa.

  • Sejarah sastra komparatif. Sejarawan akan melakukan perbandingan karya sastra antar periode. Dalam hal ini, karya sastra bisa berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

Fungsi sejarah sastra secara umum adalah untuk mengetahui perkembangan sastra. Namun jika ditelaah lebih dalam, terdapat beberapa fungsi khusus dalam ilmu pengetahuan. Di antara fungsi tersebut adalah:

  1. Sejarah sastra sebagai rekonstruksi masa lalu. Dalam hal ini, eksistensi karya sastra akan ditempatkan kembali pada latar belakang yang mendasarinya. Latar belakang tersebut digambarkan melalui rangkaian atau runtutan peristiwa terciptanya suatu karya sastra. Melalui rekonstruksi masa lalu ini sejarah sastra memberikan pengetahuan terhadap konsepsi-konsepsi mengenai berbagai macam kebudayaan.

  2. Sejarah sastra dalam masyarakat. Eksistensi karya sastra berpengaruh terhadap kehidupan manusia dalam berbagai aspek. Terdapat nilai-nilai kemanusiaan pada karya sastra jika dilihat dari sisi pragmatik yang dapat diterapkan oleh masyarakat. Jausz berpendapat jika sastra tidak hanya menjadi cerminan dunia nyata, tetapi juga bisa sebagai pelopor perkembangan kemasyarakatan di mana kenyataan sosial yang belum terwujud dijadikan sebagai alternatif rekaan pada masa itu.

  3. Sejarah sastra terhadap teori sastra. Terdapat beberapa cara yang dilakukan sejarawan ketika akan meneliti perkembangan sastra. Yang pertama adalah melalui pengaruh antar genre sastra seperti pada bentuk syair sastra klasik yang diubah ke dalam bentuk prosa. Dan cara yang ke dua adalah pengaruh antar karya sastra. Korrie Layun Rampan berpendapat jika perkembangan sejarah sastra Indonesia dapat dilihat dengan membandingkan wawasan estetik, ciri-ciri, dan karakter tiap periode atau angkatan. Melalui perbandingan itulah kita akan mengetahui perkembangan karya sastra dari periode ke periode. Wawasan estetik tersebut ditemukan pada teori sastra sehingga antara sejarah sastra dengan teori sastra saling berhubungan.

  4. Sejarah sastra terhadap kritik sastra. Perkembangan sejarah sastra dapat diperoleh dari hasil penelitian sejarawan terhadap karya sastra melalui persamaan dan perbedaannya di periode tertentu. Ketika kita akan melakukan kritik terhadap suatu karya sastra tentunya tidak bisa mengkritik karya sastra tersebut hanya berdasarkan selera, melainkan harus mengetahui sejarah sastra sehingga pemahaman terhadap karya yang akan dikritik tidak akan meleset. Dalam hal ini, mereka yang disebut sebagai kritikus sastra akan mempelajari sejarah sastra dengan tujuan untuk memahami dan meneliti perkembangan sastra secara mendalam agar mengetahui apakah karya yang akan dikritik merupakan karya asli atau karya tiruan.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan jika pada hakikatnya sejarah sastra adalah bidang pengetahuan yang mengkaji segala permasalahan dalam sastra, Kajian tersebut tidak hanya berfokus pada bagaimana sastra bisa berkembang, atau bagaimana sastra diciptakan. Lebih dari itu, sejarah sastra turut berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan lainnya. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui fungsi sejarah sastra sebagai rekonstruksi masa lalu, di mana sejarah sastra memberikan pengetahuan terhadap konsepsi-konsepsi mengenai berbagai macam kebudayaan.

Selain itu, antara teori sastra dan kritik sastra memiliki keterkaitan terhadap sejarah sastra. Bahasan yang dikaji teori sastra mencakup aspek-aspek yang terdapat pada karya sastra, dan melalui aspek itulah dapat diperoleh perkembangan sastra. Adanya kritik sastra juga dapat diketahui pertimbangan atau perbandingan antara karya sastra, dan melalui perbandingan-perbandingan tersebut para sejarawan merumuskan perkembangan sastra pada masa itu.