Menaklukkan Monster Dalam Diri: Memahami Penyebab dan Pengobatan Gangguan Mental

Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Yoan Yollanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah kekacauan dan kegaduhan kehidupan sehari-hari, ada saat dimana monster-monster tak kasat mata muncul berusaha memberikan pengaruhnya terhadap kita. Monster-monster ini berkamuflase dalam bentuk kecemasan, depresi, dan ketakutan, yang mana siap menyerang kita kapan dan dimana saja. Kesehatan mental berhasil mencuri perhatian sebagai masalah serius yang sering kali terabaikan dan luput dari perhatian di era modern ini. Kita terus berlomba untuk mencapai apa yang dianggap sebagai "sukses" karena terlalu sibuk dengan tujuan, pencapaian, dan kesibukan. Namun, jiwa kita berbisik, merindukan ketenangan dan kedamaian di tengah kebisingan. Menjadi sehat secara mental tidak hanya terlepas dari stres atau depresi. Ini mencakup kemampuan kita untuk mengarahkan emosi, memupuk hubungan positif, dan menjalani kehidupan yang memiliki tujuan. Kesehatan mental berfungsi sebagai landasan bagi kebahagiaan, pencapaian, dan kondisi kesehatan kita secara keseluruhan.
Menurut WHO, kesehatan mental adalah kondisi sejahtera seseorang, ketika seseorang menyadari kemampuan dirinya, mampu untuk mengelola stres yang dimiliki serta beradaptasi dengan baik, dapat bekerja secara produktif, dan berkontribusi untuk lingkungannya. Seperti halnya kesehatan fisik, kesehatan mental juga harus diperhatikan. Kondisi fisik dan kualitas hidup juga dapat menurun jika kesehatan mental terganggu. Ketika seseorang merasa sehat secara psikologis, emosional, dan sosial, seseorang dapat dikatakan sehat secara mental. Kesehatan mental berdampak pada cara seseorang berpikir, merasakan, bertindak, membuat keputusan, dan berinteraksi dengan orang lain. Gangguan mental dapat menyerang setiap orang dari semua lapisan masyarakat, tanpa memandang usia, jenis kelamin, status sosial, atau riwayat pribadi. Gejala gangguan mental dapat berbeda-beda tergantung pada jenis gangguan yang dialami individu tersebut. Perubahan mood yang ekstrem, kecemasan berlebih, kesulitan tidur dan kesulitan berkonsentrasi, perubahan berat badan, kelelahan dan kurangnya energi, serta perasaan putus asa seperti merasa tidak ada harapan hingga pemikiran untuk bunuh diri adalah gejala yang biasanya muncul.
Mencari Akar Permasalahan atau Penyebab Gangguan Mental
Saat seseorang mengalami gangguan kesehatan mental atau kondisi mental health yang kurang baik, tentu ada pemicunya. Pada beberapa kasus tidak diketahui secara pasti apa penyebab gangguan mental, penyebab gangguan mental bisa kompleks dan bervariasi, dan sering kali merupakan kombinasi dari faktor genetik, biologis, lingkungan, dan psikologis.
1. Faktor genetik: beberapa orang memiliki gen yang membuat mereka lebih rentan terhadap gangguan mental tertentu.
2. Faktor biologis: ketidakseimbangan kimiawi di otak, trauma otak, dan penyalahgunaan zat dapat berkontribusi pada gangguan mental.
3. Faktor lingkungan: pengalaman masa kecil yang traumatis, pelecehan, dan stres dapat meningkatkan risiko gangguan mental.
4. Faktor psikologis: pola pikir dan perilaku tertentu dapat meningkatkan risiko gangguan mental.
Pengobatan Gangguan Mental
Dokter dapat menawarkan berbagai jenis pengobatan untuk membantu pasien mengendalikan atau mengatasi gangguan kesehatan mental mereka. Berbagai jenis pengobatan ini disesuaikan dengan kondisi kesehatan mental masing-masing pasien, dan beberapa di antaranya adalah:
1. Konsumsi Obat-Obatan
Dokter akan memberikan obat-obatan yang harus diresepkan dan bertujuan untuk mengatasi gejala gangguan mental yang disebabkan oleh kelainan senyawa kimia yang terjadi di otak. Dokter juga biasanya akan meminta pasien untuk menjalani psikoterapi untuk memastikan bahwa pengobatan berjalan lebih baik dan lebih baik. Dokter biasanya meresepkan antidepresan trisiklik, selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), dan serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor (SNRI).
2. Psikoterapi
Psikoterapi memungkinkan pasien untuk berbicara tentang pikirannya dan perasaannya, kemudian dokter akan memberikan saran yang tepat. Biasanya, dokter akan membantu pasien mengendalikan emosi dan perilakunya. Exposure therapy, dialectical behavior therapy, dan cognitive behavioral therapy adalah beberapa contoh psikoterapi yang sering digunakan untuk menangani gangguan kesehatan mental.
3. Rehabilitisai
Pasien yang mengalami masalah mental akibat penyalahgunaan obat terlarang biasanya menerima terapi rehabilitasi. Cara ini digunakan untuk mencegah pasien menjadi tergantung pada obat-obatan ini.
4. Perawatan di Rumah Sakit
Pasien dapat disarankan untuk menjalani perawatan intensif di rumah sakit jika dibutuhkan pengawasan ketat dari tenaga medis. Ini biasanya dilakukan untuk mencegah kondisi gawat darurat seperti percobaan bunuh diri.
5. Perawatan Mandiri
Pasien dengan masalah mental juga dapat menjalani perawatan secara mandiri. Ini dapat dicapai dengan menerapkan gaya hidup sehat dan mengelola stres dengan baik, selain melalui bantuan medis atau terapi.
Sejauh ini, salah satu kunci keberhasilan diri adalah kesehatan mental yang baik. Kita harus memberikan penghargaan (reward) kepada diri kita sendiri setelah lelah menghadapi kerasnya dunia dan tekanan yang berlebihan. Seni mencintai diri sendiri harus dimainkan dalam konteks seperti ini. Rasa euphoria yang dapat menghilangkan stres dan depresi akan dihasilkan oleh self-reward. Semua pendapat tentang diri sendiri, baik positif maupun negatif, harus menjadi inspirasi untuk terus menjadi yang terbaik dari apa yang kita bisa.
Seseorang yang memiliki kesehatan mental yang baik dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya sepenuhnya untuk menghadapi tantangan hidup serta menjalin hubungan yang positif dengan orang lain. Sebaliknya, orang yang memiliki kesehatan mental yang terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi, yang pada akhirnya dapat menyebabkan perilaku buruk. Oleh karena itu, kesehatan mental sangat penting karena mempengaruhi bagaimana kita berperilaku, dan juga mempengaruhi kesehatan tubuh karena didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
