• 1

Vonis Absen Enam Bulan untuk Petra Kvitova

Vonis Absen Enam Bulan untuk Petra Kvitova



Petra Kvitova

Petra Kvitova beraksi di China Terbuka 2016 (Foto: Lintao Zhang)
Petra Kvitova barangkali adalah orang yang paling layak untuk mengutuk tahun 2016. Setelah pada sepanjang tahun seret prestasi, petenis asal Republik Ceska tersebut menutup tahun ini dengan peristiwa tak mengenakkan.
Seperti yang telah dikonfirmasi Kvitova lewat akun Facebook-nya, pada hari Selasa (20/12/2016) lalu, seorang perampok masuk ke dalam flatnya dan menyerang petenis berusia 26 tahun itu. Kvitova yang berusaha mempertahankan diri akhirnya justru mendapatkan luka cukup parah di sekujur tangan kirinya. Uang senilai 155 poundsterling pun berhasil dibawa lari oleh si perampok.
Dilaporkan The Guardian, perampok tersebut menyamar sebagai petugas penghitung meteran listrik. Kvitova yang tak curiga pun langsung membukakan pintu dan saat itu pula, si perampok justru menodong Kvitova dengan pisau.
Kvitova kemudian langsung dibawa ke rumah sakit di Brno untuk menjalani operasi. Cedera di bagian tendon dan saraf tangan kiri Kvitova sempat dikhawatirkan akan mengancam karier juara Wimbledon 2011 dan 2014 itu. Namun, operasi yang berjalan selama hampir empat jam itu berjalan lancar.
Radek Kerble, dokter yang memimpin jalannya operasi berkata, "Petra harus menjalani bed-rest selama 14 hari. Ia akan mulai menjalani rehabilitasi enam sampai delapan pekan pascaoperasi. Jika rehabilitasi tersebut berjalan lancar, Petra seharusnya sudah bisa menggenggam raket (tetapi tidak untuk bermain tenis) dalam tiga bulan."
"Skenario terbaiknya adalah Petra bisa kembai ke lapangan (tenis) setelah enam bulan. Saat ini, masih terlalu dini untuk memprediksi kapan persisnya ia bisa kembali berkompetisi, tetapi Petra siap melakukan apa pun untuk bisa kembali berkompetisi di level tertinggi. Petra sendiri merasa senang dengan lancarnya operasi dan ia saat ini sedang dalam kondisi mental yang bagus," sambung Kerble kepada The Guardian.
Sebelum peristiwa penyerangan ini, Petra Kvitova sendiri sebenarnya sudah dipastikan tidak bisa mengikuti turnamen Hopman Cup dan diragukan untuk tampil di Australia Terbuka awal tahun depan akibat cedera kaki. Konfirmasi ini pun sempat ia sampaikan lewat akun Facebook-nya.
Cedera kaki dan penyerangan ini benar-benar menjadi penutup yang "sempurna" untuk tahun yang buruk bagi Kvitova. Memulai tahun di peringkat keenam Asosiasi Tenis Wanita (WTA), ia harus terlempar dari 10 besar untuk pertama kali sejak 2013 setelah berkali-kali gagal menuai hasil bagus. Ia bahkan sempat mengganti pelatih sampai dua kali. Pencapaian terbaiknya pada tahun ini adalah ketika ia meraih medali perunggu pada Olimpiade Rio 2016 lalu. Selain dari sisi prestasi, perpisahannya dengan sang tunangan, Radek Meidl, juga turut melengkapi kesialan Kvitova di sepanjang tahun 2016.

SportsTenisPetra Kvitova

500

Baca Lainnya