Konten dari Pengguna

Website Mengingat Pengguna Setelah Ditutup? Ini Cara Kerjanya

Yogi Firman Firdaus

Yogi Firman Firdaus

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yogi Firman Firdaus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://pixabay.com/illustrations/cookies-internet-background-pay-956823/
zoom-in-whitePerbesar
https://pixabay.com/illustrations/cookies-internet-background-pay-956823/

Pernah bertanya, “Kenapa Website Bisa Mengingat Kita Setelah Kita Menutupnya?” Pertanyaan ini berkaitan dengan cara website mengingat pengguna melalui cookie, cookies, browser, local storage, session, data website, dan teknologi web. Berbagai teknologi tersebut memungkinkan website menyimpan informasi tertentu sehingga pengalaman pengguna dapat tetap berlanjut ketika website kembali dibuka.

Hal ini sering terasa seperti website benar-benar “mengingat” kita. Padahal, website tidak memiliki ingatan seperti manusia. Ada berbagai teknologi di balik layar yang membuat sebuah website dapat mengenali perangkat, menyimpan informasi tertentu, dan menghubungkan aktivitas pengguna dari satu kunjungan ke kunjungan berikutnya.

Salah satu teknologi yang paling sering digunakan adalah cookie.

Cookie: Pengingat Kecil di Dalam Browser

Cookie adalah data kecil yang disimpan oleh website melalui browser ketika seseorang mengunjungi sebuah halaman. Data tersebut dapat berisi informasi tertentu yang membantu website mengenali kunjungan pengguna.

Contohnya sederhana. Ketika kita login ke sebuah website, browser dapat menyimpan informasi yang memungkinkan website mengenali bahwa perangkat tersebut sebelumnya sudah melakukan login.

Karena itu, ketika website dibuka kembali, pengguna terkadang tidak perlu memasukkan username dan password dari awal.

Namun, cookie tidak selalu digunakan untuk login. Website juga dapat memanfaatkannya untuk menyimpan preferensi, seperti bahasa yang dipilih, isi keranjang belanja, atau pengaturan tertentu.

Dengan kata lain, cookie bekerja seperti sebuah catatan kecil yang membantu website mengenali aktivitas sebelumnya.

Lalu, Bagaimana Website Tahu Kita Pernah Berkunjung?

Ketika sebuah website dibuka, browser dan server saling berkomunikasi. Browser mengirimkan permintaan kepada server, kemudian server memberikan respons berupa halaman atau data yang dibutuhkan.

Dalam proses tersebut, website dapat memberikan sebuah cookie kepada browser. Browser kemudian menyimpannya dan dapat mengirimkannya kembali ketika pengguna mengakses website yang sama.

Dari sinilah website dapat mengetahui bahwa browser tersebut sebelumnya sudah pernah berinteraksi dengannya.

Misalnya, kita mengunjungi sebuah marketplace dan melihat sepatu berwarna hitam. Setelah website ditutup, kita membukanya lagi beberapa jam kemudian.

Jika data aktivitas tersebut masih tersedia, website dapat menampilkan kembali produk yang pernah dilihat atau bahkan merekomendasikan produk yang serupa.

Bukan berarti website mengetahui semua aktivitas kita secara ajaib. Ada mekanisme penyimpanan dan identifikasi data yang bekerja di balik layar.

Cookie memang salah satu teknologi yang paling dikenal, tetapi bukan satu-satunya cara website mempertahankan informasi.

Browser juga memiliki local storage, yaitu tempat penyimpanan data yang memungkinkan sebuah website menyimpan informasi tertentu di perangkat pengguna.

Perbedaannya, local storage dapat digunakan untuk menyimpan data yang relatif lebih persisten di browser. Misalnya, sebuah website dapat menyimpan pengaturan tampilan atau informasi tertentu agar tidak perlu dibuat ulang setiap kali halaman dibuka.

Ada juga session, yang biasanya digunakan untuk menjaga keadaan interaksi pengguna selama mengakses sebuah layanan.

Contohnya ketika kita sedang login. Server perlu mengetahui bahwa beberapa permintaan yang datang setelah proses login masih berasal dari pengguna yang sama. Informasi session membantu proses tersebut.

Jadi, ketika kita merasa sebuah website “mengenali” kita, bisa jadi ada kombinasi cookie, session, local storage, dan mekanisme lainnya yang bekerja bersamaan.

Kenapa Ini Membuat Website Terasa Lebih Personal?

Tanpa teknologi penyimpanan tersebut, banyak website akan terasa seperti selalu dimulai dari nol.

Bayangkan jika setiap kali membuka marketplace, kita harus kembali memilih bahasa, memasukkan pengaturan, atau kehilangan isi keranjang belanja. Pengalaman menggunakan website tentu menjadi jauh lebih merepotkan.

Karena itu, kemampuan website untuk menyimpan informasi sebenarnya memiliki banyak manfaat.

Website dapat mengingat preferensi pengguna, mempertahankan sesi login, menyimpan keranjang belanja, hingga membantu menampilkan konten yang lebih sesuai dengan aktivitas sebelumnya.

Di sisi lain, semakin banyak informasi yang dikumpulkan dan disimpan, semakin penting pula pengguna memahami bagaimana data tersebut digunakan.

Apakah Semua Website Bisa Mengingat Kita Selamanya?

Tidak.

Informasi yang disimpan browser memiliki aturan dan masa berlaku tertentu. Sebagian cookie dapat dihapus ketika browser ditutup, sementara cookie lainnya dapat bertahan lebih lama sesuai pengaturan yang dibuat oleh website.

Pengguna juga dapat menghapus cookie dan data website melalui pengaturan browser.

Namun, menghapus cookie tidak selalu berarti seluruh informasi tentang aktivitas kita di internet ikut hilang. Website dapat menggunakan mekanisme lain untuk menjalankan layanannya, sementara data yang sudah tersimpan di sisi server memiliki mekanisme penyimpanan yang berbeda dengan data di browser.

Karena itu, penting membedakan antara data yang tersimpan di perangkat dan data yang tersimpan di server.

Jadi, Website Benar-Benar Mengingat Kita?

Sebenarnya tidak.

Website tidak memiliki ingatan seperti manusia. Yang terjadi adalah adanya sistem yang menyimpan dan membaca informasi tertentu agar interaksi pengguna dapat dilanjutkan ketika website dibuka kembali.

Cookie, session, local storage, database, dan server merupakan bagian dari teknologi yang membuat pengalaman tersebut terasa seperti sebuah website memiliki “ingatan.”

Teknologi ini mungkin terlihat sederhana ketika kita hanya melihat hasil akhirnya. Namun di balik satu hal kecil seperti website yang masih mengetahui isi keranjang belanja kita, terdapat proses komunikasi antara browser, server, dan berbagai mekanisme penyimpanan data.

Jadi, lain kali ketika sebuah website seolah-olah berkata, “Saya masih ingat kamu,” sebenarnya yang terjadi bukanlah website memiliki ingatan.

Ada sistem yang memang dirancang untuk membuatnya tidak mudah lupa.