Konten dari Pengguna
Strategi Merkantilisime pada Seni Lukis: Marie de' Medici oleh Paul Ruben
10 Juni 2025 18:06 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Strategi Merkantilisime pada Seni Lukis: Marie de' Medici oleh Paul Ruben
Melalui lukisan karya Rubens, Marie de’ Medici menampilkan kekuasaan dan stabilitas suatu negara yang sejalan dengan prinsip merkantilisme dalam mengatur berbagai bidang pada abad ke-17 di Prancis.Yohana Safira
Tulisan dari Yohana Safira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Marie de' Medici merupakan istri dari Raja Henri IV dan ibu dari Louis XIII menjadikannya sosok penting dari sejarah kerajaan Eropa pada abad ke-17. Peran politiknya sebagai ratu oleh Kekaisaran Katolik bermula ketika suaminya dibunuh pada tahun 1610 dengan tiga tusukan ketika sedang berjalan-jalan di sekitar kota. Ia juga berperang dengan anaknya sendiri yaitu Louis XIII yang menginginkan tahta. Namun ia kalah dan diasingkan agar tidak terpengaruh dari lingkungan di istana oleh anaknya selama dua tahun di Château de Blois.
ADVERTISEMENT
Berusaha membersihkan citranya di mata masyarakat, ia memesan karya seni kepada pelukis Peter Paul Rubens pada tahun 1621 setelah diasingkan. Lukisan tersebut dirancang dan menghiasi kediaman barunya di Paris yaitu Galerie Médicis di Palais du Luxembourg. Sang pelukis, menghabiskan tiga tahun dari 1622-1625 untuk menyelesaikan 24 lukisan yang megah menggambarkan perjalanan hidup Marie de' Medici.
Dalam konteks ekonomi, karya seni ini sebagai bentuk nyata dari penerapan pandangan merkantilisme. Pandangan merkantilisme sendiri didefinisikan sebagai upaya peningkatan kekayaan dan kekuasaan suatu negara melalui perdagangan internasional khususnya dengan lebih banyak menerapkan ekspor daripada impor. Merkantilisme sendiri juga sangat familiar dengan masyarakat Eropa pada abad ke-16. Tidak itu saja, merkantilisme memiliki hubungan erat dengan kebijakan ekonomi suatu negara serta menjaga keseimbangan dalam perdagangan.
ADVERTISEMENT
Sebagai contoh nyata penerapan pandangan merkantilisme dengan lukisan Marie de' Medici adalah penguatan hubungan melalui pernikahan dinasti. Dalam konsep merkantilisme, hal ini menjadi media dalam memperluas pengaruh kekuatan politik dan ekonomi. Melalui pernikahan Marie dengan Raja Henri IV yang seharusnya menjadi urusan pribadi kedua belah pihak menjadi bagian dalam permainan politik dan berorientasi pada kepentingan negara. Marie sebagai anggota keluarga dari latar belakang yang berpengaruh untuk membawa kekayaan dan koneksi internasional yang berharga bagi kebijakan dan perdagangan negara Prancis saat itu. Merkantilisme melihat kesempatan ini sebagai hal bermanfaat dalam membuka akses perdagangan baru, memperkuat posisi negara Prancis dalam mendominasi, dan juga menambah devisa negara melalui penerapan pajak dan kontrol pada perdagangan yang luas.
ADVERTISEMENT
Marie juga tidak menyiakan perannya dalam sentralisasi kekuasaan yang sejalan dengan pemikiran merkantilisme. Setelah suaminya wafat dan menjabat sebagai wali raja bagi sang anak, ia berusaha mempertahankan kekuasaan dan pengaruh melalui seni juga membangun hubungan politik. Strategi merkantilisme sejalan dengan hal ini berupa sebuah kekuasaan ekonomi hanya berpihak pada kekuasaan seorang pemimpin kerajaan.
Marie de’ Medici bukan hanya tokoh penting dalam sejarah kerajaan Eropa pada abad ke-17, tetapi juga contoh nyata bagaimana kekuasaan politik, seni, dan ekonomi saling berkaitan dalam strategi merkantilisme. Lukisan-lukisan yang dipesannya kepada Peter Paul Rubens bukan hanya upaya dalam membangun citra dirinya, tetapi juga sarana propaganda visual yang mendukung prinsip merkantilisme berupa kekuasaan terpusat, pengaruh internasional, dan kontrol terhadap perdagangan demi kejayaan negara.
ADVERTISEMENT

