Konten dari Pengguna

Konten Judi Marak di Instagram; Sudah Waktunya Kominfo Menyurati Instagram

Yoshua Markus Mariwu

Yoshua Markus Mariwu

Website Designer, Digital Marketing Specialist, Writer

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yoshua Markus Mariwu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Freepik

31 Oktober 2023, saat Saya kepo dengan perkembangan dan usaha pemerintah memerangi judi online, Saya merasa pesimis dan miris dengan hasilnya. Bukan hanya tidak ada kemajuan yang signifikan, tapi berdasarkan penemuan Saya, bisa dikatakan bandar judi online selangkah lebih maju dari pemerintah.

Judi Online dan Dampak Negatifnya

Judi online adalah salah satu penyakit masyarakat yang saat ini mendapatkan perhatian khusus dari Kominfo, OJK, PPATK, dan kepolisian.

Indonesia saat ini telah dinobatkan sebagai negara nomor 1 dengan pemain judi online terbanyak. Tidak main-main, terdapat 2,7 juta pemain judi di Indonesia yang mayoritasnya adalah pelajar dan ibu rumah tangga.

Menurut PPATK, total transaksi yang dapat teridentifikasi sepanjang 2017-2022 mencapai 52 triliun rupiah. Bayangkan uang segini banyak tidak masuk ke ekonomi formal dan lolos dari pajak.

Belum lagi kerugian secara psikis dan hancurnya rumah tangga akibat penyakit ini. Bahkan sampai ada yang melakukan aksi bunuh diri akibat "dirampok" oleh bandar.

Bagaimana Cara Bandar Judi Mempromosikan Permainan Mereka?

Saya menemukan beberapa cara yang dilakukan agar bandar bisa tetap eksis memakan korban di Indonesia. Berikut ini adalah cara-cara yang mereka gunakan.

  1. Menyamar sebagai jasa desain situs kasino di platform milik Adobe: Ya, Anda tidak salah membaca. Platform yang Saya maksud adalah behance.net.

    Behance adalah platform media sosial milik Adobe yang berfungsi untuk memamerkan pekerjaan kreatif seperti ilustrasi atau website.

    Terdapat setidaknya 148 situs judi online menyamar sebagai pekerja kreatif di bidang pembuatan website kasino. Tapi tentu saja, terdapat URL menuju halaman pendaftaran atau deposit yang mereka letakan di deskripsi atau di profil.

Sumber: behance.net
  1. Menggunakan nano dan mikro influencer di Instagram: Buat Anda yang gemar berselancar di Instagram, mungkin beranda Anda pernah disinggahi video yang kontennya quotes motivasi atau galau. Di antara banyaknya konten-konten seperti ini, cukup banyak yang mempromosikan permainan slot dengan cara menyertakan logo dan url situs mereka.

    Mereka sengaja mengecilkan logonya, atau ada yang meletakannya terlalu ke bawah, agar tidak terdeteksi oleh algoritma instagram, tapi tetap bisa dikenali oleh pemain judi.

    Celakanya, konten-k0nten motivasi atau galau banyak mendapatkan interaksi sehingga memperluas jangkauan mereka.

Sumber: Reels Instagram
  1. Iklan Instagram: Kok bisa iklan judi online menargetkan Indonesia disetujui oleh Instagram? Silakan lihat gambar di bawah ini.

Iklan judi online. Sumber Instagram

Ok ternyata bisa, tapi bagaimana caranya? Untuk menjawab ini, kita lanjut ke cara yang ke-4.

  1. Menyediakan agensi digital marketing khusus untuk konten atau produk terlarang: Tentu saja bandar judi tidak mau meninggalkan referral mereka terombang-ambing dalam memasarkan, dan di waktu yang bersamaan harus main kucing-kucingan dengan pemerintah. Harus ada bantuan agar bisnis tetap berjalan.

    Sekarang ini berkeliaran agensi digital marketing yang memasarkan keahlian mereka mengiklankan konten atau produk terlarang di media sosial dan Google.

Penampakan iklan Instagram agensi periklanan judi dan pinjol

Berdasarkan caption iklan, mereka terang-terangan menyebut gambling, loan (pinjaman), dan finance.

Agensi-agensi ini (yang menurut Saya masih saudaranya bandar) menggunakan nomor Malaysia, dan menggunakan bahasa inggris dalam berkomunikasi dengan Saya. Tarif yang mereka kenakan berkisar 10-16 persen dari budget iklan. Minimal budget iklan sebesar $700 per minggu.

Apa yang Harus Dilakukan Oleh Kominfo?

Maraknya konten judi online di Instagram, dimulai dari nano dan micro influencer sampai iklan yang harusnya tidak boleh tayang di Instagram, harusnya menyadarkan Kominfo untuk memberi teguran kepada Instagram.

Instagram juga harus dipaksa untuk mengkaji ulang sistem mereka agar tidak bisa diakali oleh agensi-agensi nakal yang ingin mengiklankan konten atau produk yang dilarang.

Apa yang Harus Dilakukan Oleh Masyarakat?

Media sosial telah menyediakan fitur laporan yang bisa kita gunakan, kenapa kita tidak gunakan itu untuk melaporkan konten-konten negatif?

Kalau memang Kita tidak mau berpartisipasi dalam memerangi judi online, setidaknya jangan berpartisipasi memperkaya bandar judi dengan cara memperluas jangkauan video-video yang terafiliasi judi online.

Penutup

Judi sudah ada di tanah air semenjak jaman mahabarata. Bahkan, kita tahu kalau di Indonesia judi pun pernah dilegalkan.

Saya tidak suka dan tidak pernah bermain judi. Tapi saya tidak keberatan kalau ada kawan atau saudara yang suka bermain judi, asalkan resiko ditanggung sendiri. Tapi kita harus membedakan kapan kita sedang bermain judi dan kapan kita sedang dirampok.

Baca Juga: Nggak Takut Diciduk! Promosi Judol Marak di Instagram