'WHV', Cara Berlibur dan Menambah Pengalaman di Negeri Kanguru

diplomat, pernah bertugas di RRT, pemerhati isu pendidikan anak, mental health dan kuliner
Tulisan dari yovanka siahainenia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
“Wah sudah lulus kuliah? Sudah dapat kerja belum?” demikian pertanyaan yang sering diajukan kepada fresh graduate.

Ada dua kemungkinan respons para fresh graduate terhadap pertanyaan di atas.
Yang pertama, sebagian akan menjawab belum tahu.
Ada dilema, was-was dan dihantui perasaan takut akan kesulitan mendapatkan pekerjaan, sekalipun mereka lulus mendapatkan nilai yang cukup baik.
Bagaimana tidak? Sebagian besar lowongan pekerjaan yang ada lebih banyak mencari kandidat karyawan yang telah memiliki pengalaman pekerjaan sekitar 2-3 tahun di bidang yang sama. Persyaratan semacam ini pastinya membuat frustrasi dan menjadi tantangan tersendiri.
Berdasarkan data Badan Statistik Pemerintah (BPS), jumlah pengangguran di tingkat perguruan tinggi mencapai angka yang cukup signifikan. Ini menunjukkan fresh graduate cukup mengalami tantangan untuk mendapatkan pekerjaan tanpa pengalaman.
Yang kedua, kemungkinan akan berkomentar: “Saya kok rasanya ingin banget ya rehat sejenak sehabis kuliah, kasihan otak dipaksa bekerja terus. Inginnya ya liburan dulu.”
Dapat dibayangkan betapa dibutuhkannya rehat sejenak dari “beban hidup” karena deadline laporan, tugas akhir, dan semua tetek bengek selama kuliah.
Salah satu solusi kedua respons tersebut menurut saya adalah Working Holiday Visa (WHV), salah satunya ke Australia.
Apa itu WHV? Bagaimana cara mendapatkannya dan apakah aman?
Sebagai upaya untuk mendorong pertukaran budaya dan hubungan person to person yang lebih erat, Pemerintah Indonesia dan Australia telah bekerja sama untuk memberikan WHV, baik bagi anak muda Indonesia ke Australia dan juga sebaliknya.
Program ini memungkinkan para anak muda untuk menghabiskan liburan panjang dilengkapi dengan pekerjaan jangka pendek.
Jadi, berlibur sebagai tujuan utama dan bekerja bersifat insidental. Buat fresh graduate kesempatan ini juga bermanfaat untuk mencari pengalaman.
Kuota yang diberikan kepada WNI terus mengalami peningkatan. Saat Indonesia-Australia Comprehensive Strategic Partnership diberlakukan, kuota akan bertambah menjadi 4.100, dan secara gradual akan mencapai 5.000 orang.
Peluang kerja yang diberikan adalah di bidang bahasa, seni-budaya, olahraga, dan pelayanan di perhotelan dan rumah sakit.
Setiap tahunnya, jumlah peminat WHV terus meningkat. Untuk itu, buat yang tertarik, harus sangat memperhatikan persyaratan yang harus dipenuhi dan bagaimana alur mendaftarnya.
Persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain:
1. WNI Indonesia berusia 18-30 tahun
Berusia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 30 (tiga puluh) tahun pada saat mengajukan permohonan Surat Rekomendasi Pemerintah Indonesia.
2. Melampirkan Dokumen
KTP, Akta Kelahiran, pas foto dan paspor dengan masa berlaku minimal 18 bulan pada saat wawancara.
3. Kualifikasi Pendidikan Tinggi
Memiliki kualifikasi lulus pendidikan setingkat perguruan tinggi, paling rendah pada jenjang vokasi diploma tiga (D-III), atau telah menjalani pendidikan paling singkat 2 (dua) tahun pada jenjang akademik tingkat sarjana.
4. Mampu Berbahasa Inggris
Sertifikat kemahiran Bahasa Inggris setingkat fungsional (skor IELTS sekurang-kurangnya 4,5) yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan atau pelatihan bahasa asing, yang masih berlaku pada tanggal wawancara.
5. Pertama kali Mendaftar WHV
Belum pernah memanfaatkan fasilitas WHV sebelumnya.
6. Memiliki Bukti Dana AKtif
Memiliki bukti dana aktif dan tidak bermasalah untuk membiayai keperluan selama masa awal tinggal di Australia.
7. Berbadan sehat dan berkelakuan baik
Keterangan berbadan sehat dan berkelakuan baik disertai dengan bukti surat dokter dan kepolisian, serta tidak sedang dikenakan tindakan pencegahan keimigrasian.
8. Tidak diperkenankan membawa anggota keluarga
Proses selanjutnya adalah mengikuti alur pendaftaran:
1. Mendaftar secara online di http://www.imigrasi.go.id
2. Memonitor jadwal wawancara dari situs Ditjen Imigrasi
3. Datang ke Gedung Ditjen Imigrasi dengan membawa berkas asli dan fotokopi sesuai jadwal wawancara
4. Wawancara dan verifikasi data pemohon
5. Penerima WHV akan diumumkan melalui email pribadi pemohon
6. Menerima Surat Rekomendasi Pemerintah Indonesia (SPRI), sebelum pengajuan WHV ke Kedutaan Besar Australia
Seru, bukan? Berlibur, dapat uang, dan dapat pengalaman dengan mengikuti program Working Holiday Visa di Australia.
Oh ya, satu hal yang perlu diingat, pendaftaran hanya melalui 1 (satu) pintu, yaitu Ditjen Imigrasi.
WHV tidak berbayar, jadi hindari tawaran-tawaran menggiurkan pihak lain karena kesempatan ini juga rentan dengan penipuan, lho.
Selamat mencoba!
