Motivasi Adalah Faktor Kunci dari Keberhasilan

Mahasiswa program pascasarjana Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Tulisan dari Prabowo Tejo Susetyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak teori mencoba menjelaskan motivasi dan mengapa serta bagaimana orang dapat dimotivasi. Teori-teori ini dapat diklasifikasikan dalam dua kategori yaitu teori isi dan teori proses. Teori isi adalah tentang "hal-hal apa yang memotivasi orang?". Di sisi lain, teori proses adalah tentang "bagaimana orang bisa termotivasi?". Jadi, mengapa motivasi begitu penting? Salah satu pentingnya motivasi adalah untuk meningkatkan moral individu. Misalnya, jika pedagang minuman kekinian terus-menerus tidak laku jualannya, maka ini akan berdampak negatif pada moral pemilik dan karyawan karena orderan sepi adalah hal yang menyedihkan dan dapat mempengaruhi perilaku individu karena mempengaruhi omset dan keberlangsungan usaha. Oleh karena itu, pemilik bertanggung jawab untuk memotivasi karyawannya untuk membantu mereka tetap fokus pada penjualan, pelayanan dan pemasaran mendatang. Atas dasar ini, motivasi menjadi penting karena dapat membantu seseorang untuk melupakan masa lalunya dan membantunya untuk move on.
Dalam hal bisnis atau dalam organisasi motivasi adalah hal penting karena karyawan yang termotivasi membantu organisasi berkembang dan bertahan. Karyawan yang termotivasi lebih produktif. Jika karyawan dapat termotivasi mereka akan bekerja lebih efisien dan produktivitas akan meningkat. Selain itu, karyawan yang termotivasi selalu mencari cara yang lebih baik untuk melakukan pekerjaan, karyawan yang termotivasi lebih berorientasi pada kualitas.
Dari sudut pandang seorang konsumen, terdapat empat faktor yang mempengaruhi keputusan dalam pembelian, yaitu faktor produk yang terdiri dari kualitas, penampilan, pilihan, ukuran, jenis, dan lain sebagainya. Kemudian faktor harga, yang didalamnya terdapat diskon (potongan harga). Lalu, faktor pelayanan (pelayanan ramah dan menyenangkan) dan yang terakhir adalah faktor lokasi (tempat mudah dijangkau).
Jadi, apa yang memotivasi orang atau bagaimana orang bisa termotivasi? Ini adalah pertanyaan umum yang muncul. Orang dapat dimotivasi dengan banyak cara, terutama uang seperti gaji, penghargaan, insentif, potongan harga dan lain sebagainya. Meskipun ”uang” dianggap sebagai motivator terbaik, namun terkadang bekerja hanya untuk mendapatkan gaji saja tidak cukup bagi karyawan untuk bertahan dalam suatu organisasi. Begitu juga dengan produk, harga, pelayanan dan lokasi suatu usaha terkadang belum tentu cukup untuk membuat konsumen berlangganan sehingga suatu usaha tersebut berkembang dan bertahan. Sekali lagi, apa yang memotivasi satu orang belum tentu dapat memotivasi orang lain.
