Tanggapan Konsumen Terhadap Hoaks

Mahasiswa program pascasarjana Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Prabowo Tejo Susetyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berita palsu yang beredar pada masyarakat dapat mempengaruhi manajemen suatu merek. Berita palsu sendiri bukanlah fenomena baru, dampaknya telah secara drastis meluas karena peningkatan kecepatannya.
Berita palsu dapat menyebar melalui mulut ke mulut, tulisan dan media cetak. Akan tetapi penggunaan internet dan media sosial telah memberikan lahan yang subur bagi penyebaran berita palsu dengan lebih mudah dan luas.
Media sosial memainkan peranan penting dalam dampak berita palsu pada masyarakat karena menyediakan tempat bagi berita palsu untuk disebarluaskan dengan lebih mudah. Di media sosial sumber informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan dapat dibagikan dengan mudah oleh banyak sumber.
Algoritme dari proses ini memungkinkan postingan dengan popularitas yang lebih tinggi untuk lebih lanjut menyebarkan informasi yang belum diverifikasi dan disalahartikan sebagai informasi yang benar. Pengetahuan persuasi konsumen memainkan peranan penting dalam memerangi pengaruh berita palsu tentang merek.
Ketika pengetahuan persuasi konsumen tentang berita palsu meningkat, dampak berita palsu terhadap kepercayaan merek berkurang secara signifikan. Artinya meningkatnya kewaspadaan konsumen terhadap berita palsu akan secara efektif mencegah berita palsu sehingga dapat mengembalikan kepercayaan terhadap suatu merek.
Pengetahuan persuasi konsumen disepakati sebagai kunci utama untuk menentukan apakah informasi merek yang disajikan dalam pesan komunikasi pemasaran atau berita palsu dapat mempengaruhi sikap mereka terhadap merek.
Untuk mengurangi penyebaran berita palsu di media sosial, penting bagi konsumen untuk mengembangkan pengetahuan persuasi dan tetap waspada terhadap informasi suatu merek yang dibagikan oleh berbagai sumber di media sosial. Sudah saatnya kita menjadi konsumen yang cerdas dalam menyikapi berita palsu yang beredar tentang suatu merek atau produk di pasaran.
