Presiden Trump Sebut Holocaust Sejarah Manusia Paling Gelap

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Donald Trump. (Foto: Reuters/Brendan McDermid)
zoom-in-whitePerbesar
Donald Trump. (Foto: Reuters/Brendan McDermid)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut bahwa anti-Semitisme harus dikalahkan. Selain itu, Trump juga menyebut bahwa Holocaust sebagai sejarah manusia paling gelap yang terjadi selama ini.

Trump mengatakan hal itu dalam sebuah pidato Peringatan Holocaust di Majelis Pleno Kongres Yahudi Sedunia, Yom HaShoah di New York. Dikutip dari Reuters, Selasa (25/4), Trump berduka atas peristiwa tersebut.

Di Yom HaShoah, kita melihat kembali bagian sejarah manusia yang paling gelap

"Kami berduka, kami ingat, kami berdoa, dan kami berjanji hal itu tak akan pernah terjadi lagi," tambahnya.

Baca juga: Mengingat Kekejaman Nazi Terhadap Yahudi di Museum Holocaust AS

Pernyataan itu menyusul kegagalan Pemerintahan Trump dalam mengeluarkan administrasi terkait orang Yahudi di awal Januari lalu. Selain itu pada bulan Januari juga, juru bicara Gedung Putih Sean Spicer melakukan hal yang menggemparkan dengan menyebut bahwa perbuatan Hitler tidak sama dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad yang menggunakan senjata kimia.

Peringatan Holokaus di Israel. (Foto: Reuters/Ronen Zvulun)
zoom-in-whitePerbesar
Peringatan Holokaus di Israel. (Foto: Reuters/Ronen Zvulun)

Setelah pernyataan itu, Spicer lalu minta maaf dan menyebut bahwa jutaan orang Yahudi terbunuh di kamp konsentrasi Nazi. Pesan empat menit Trump dalam pidatonya tersebut juga menjadi komitmennya untuk mendukung Israel.

Baca juga: Israel Kecam Pernyataan Capres Le Pen Soal Holocaust

"Kita harus membasmi prasangka dan anti-Semitisme di mana pun ditemukan. Kita harus mengalahkan terorisme, dan kita tidak boleh mengabaikan ancaman sebuah rezim yang secara terbuka berbicara tentang penghancuran Israel," tegas Trump yang mengarah ke Iran.

Sebenarnya istilah Holocaust berasal dari kata Yunani yaitu holókauston, yang berarti binatang kurban (olos) yang dipersembahkan kepada Tuhan dengan cara dibakar (kaustos). Hampir ratusan tahun, kata 'holocaust' digunakan dalam bahasa Inggris untuk merujuk kepada suatu peristiwa 'pembantaian besar', namun sejak tahun 1960-an, istilah ini mulai digunakan oleh para pakar dan penulis populer untuk menggambarkan genosida terhadap umat Yahudi.