Sekjen PDIP: Ganjar Jadi Prioritas di Pilgub Jateng 2018

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Hasto Kristiyanto dalam HUT PDI-P (Foto: Viry Alifiyadi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Hasto Kristiyanto dalam HUT PDI-P (Foto: Viry Alifiyadi/kumparan)

Pada tahun 2018 nanti, Jawa Tengah kembali akan memilih gubernur barunya. Saat ini, Jawa Tengah dipimpin oleh Gubernur Ganjar Pranowo yang merupakan politisi PDIP.

Menurut Sekjen PDIP Hasto Krisyanto, partainya hampir dipastikan kembali akan mengusung Ganjar sebagai calon gubernur. Karena, Ganjar memiliki prestasi yang baik.

"Tradisi PDIP Gubernur yang menjabat tentu mendapat prioritas. Apalagi jika kepala daerahnya berprestasi baik," kata Hasto Krisyanto seusai menggelar rapat pemenenangan Ahok-Djarot di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Neli Anggrek, Kemanggisan, Jakarta Barat, Jumat (17/3).

Itu akan diberikan kesempatan untuk bisa menjabat dua kali

Walau nama Ganjar Pranowo tercoreng dalam persoalan pabrik semen, namun PDIP tetap memahami keputusan tersebut. Karena menurut Hasto, Ganjar berbuat demikian untuk mendukung perekonomian daerah.

Baca juga: Ganjar Pranowo Kandidat Kuat PDIP untuk Jateng-1

Namun, Hasto berpesan agar Ganjar mengedepankan kepentingan umum. Serta menyelesaikan masalah itu dengan musyawarah mufakat.

"Ya tugasnya kepala daerah kan untuk memajukan perekonomian rakyat, dan pabrik semen sangat penting," ucap Ganjar.

Gubernur Jawa Tengah Petahana Ganjar Pranowo (Foto: Dok. Instagram @ganjar_pranowo)
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Tengah Petahana Ganjar Pranowo (Foto: Dok. Instagram @ganjar_pranowo)

"Hanya saja harus melakukan dialog bersama rakyat. Ketika Pabrik dibangun harus mengedepankan kepentingan umum dan ketika ada persoalan harus diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat," imbuh dia.

Hasto menyebut apapun kebijakan seorang pemimpin pasti menimbulkan pro dan kontra.

"Tinggal kita cari bagaimana aspek aspek kemanfaatannya. Hal itu bisa lebih jauh banyak bagi negara dan masyarakat," tutur Hasto.