Konten dari Pengguna

Social Enterprise: Cara Baru Mendirikan PT Berbasis Sosial di Indonesia

YUDI SETYO PRAYOGO, SH, MKn

YUDI SETYO PRAYOGO, SH, MKn

NOTARIS, PPAT, DOSEN UNTAG BANYUWANGI

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari YUDI SETYO PRAYOGO, SH, MKn tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pendirian PT Social Enterprise by YSP.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pendirian PT Social Enterprise by YSP.

Apa Itu Social Enterprise?

Social enterprise atau perusahaan sosial adalah bentuk usaha yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah sosial atau lingkungan, namun tetap memiliki model bisnis yang berkelanjutan. Artinya, perusahaan ini tidak hanya bergantung pada donasi seperti yayasan, tapi juga memperoleh keuntungan dari produk atau layanan yang dijual. Keuntungan tersebut kemudian dialokasikan sebagian atau seluruhnya untuk mencapai tujuan sosial.

Contoh mudahnya, ada usaha yang mempekerjakan penyandang disabilitas untuk memproduksi tas daur ulang. Mereka menjual produk secara komersial, tapi seluruh sistemnya dirancang untuk memberikan dampak sosial.

Kenapa Social Enterprise Semakin Populer?

Tren global menunjukkan pergeseran besar dalam dunia usaha. Bisnis kini tidak hanya dituntut mencari laba, tapi juga harus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Ini dikenal dengan istilah triple bottom line: profit, people, dan planet.

Konsumen semakin peduli pada asal-usul produk. Investor mulai menilai dampak sosial sebagai faktor penting sebelum menanamkan modal. Pemerintah pun memberi dukungan berupa regulasi dan akses insentif. Social enterprise menjadi jembatan antara idealisme dan realitas bisnis.

PT Sebagai Bentuk Ideal untuk Social Enterprise

Banyak social enterprise memilih mendirikan yayasan. Namun, yayasan tidak diizinkan membagikan keuntungan dan tidak bisa mengundang investor. Di sisi lain, Perseroan Terbatas (PT) memberikan keleluasaan dalam menjalankan kegiatan usaha dan menarik modal.

PT memungkinkan pendiri untuk mendapatkan return sekaligus menjalankan misi sosial. Yang penting adalah bagaimana akta pendiriannya diatur agar mencerminkan karakter social enterprise.

Regulasi Terbaru: Social Enterprise Bisa Dicatat di Kemenkumham

Mulai Desember 2024, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melalui Ditjen AHU (Administrasi Hukum Umum) resmi meluncurkan fitur pencatatan Social Enterprise di platform AHU Online. Ini adalah langkah maju dalam memberikan legitimasi formal kepada pelaku usaha sosial.

Pencatatan ini bersifat sukarela namun memberikan banyak keuntungan. Di antaranya adalah pengakuan resmi sebagai perusahaan sosial, kredibilitas di mata mitra dan investor, serta akses pada kerja sama strategis dengan sektor pemerintah dan swasta.

Cara Mendirikan PT Social Enterprise: Langkah demi Langkah

Berikut ini adalah panduan yang disampaikan oleh notarismuda.com:

1. Tentukan Misi Sosial yang Jelas

Misalnya, meningkatkan akses pendidikan untuk anak marginal, mengurangi limbah plastik, atau memberdayakan masyarakat desa.

2. Rancang Model Bisnis Berkelanjutan

Pastikan ada sumber pendapatan dari kegiatan usaha, bukan hanya hibah.

3. Susun Struktur Organisasi dan Tujuan Usaha

Sertakan misi sosial dalam rancangan akta. Gunakan bantuan notaris berpengalaman.

4. Pendirian PT Melalui Notaris

Notaris menyusun akta pendirian yang mencantumkan tujuan sosial secara eksplisit di pasal maksud dan tujuan.

5. Pendaftaran di AHU Online

Setelah akta ditandatangani, notaris mendaftarkan pendirian PT melalui sistem AHU. Di tahap ini, pilih pencatatan sebagai social enterprise.

6. Pemenuhan Kewajiban Pelaporan

Setiap tahun, social enterprise diwajibkan menyampaikan laporan kegiatan sosial dan keuangannya sebagai bentuk akuntabilitas.

Apa Saja Sih Keuntungan Menjadi Social Enterprise Resmi?

  • Diakui secara hukum oleh negara sebagai perusahaan sosial

  • Meningkatkan kepercayaan publik, mitra, dan calon investor

  • Mudah menjalin kerja sama dengan pemerintah, NGO, maupun sektor privat

  • Akses ke pendanaan sosial dan peluang hibah dari lembaga donor

  • Kemungkinan insentif fiskal di masa depan

Contoh Nyata Social Enterprise di Indonesia

1. Kopi Tanah Airku: Menyediakan kopi dari petani lokal sambil mengedukasi praktik pertanian berkelanjutan

2. RecycleHub: Menyediakan layanan daur ulang berbasis aplikasi dan memberi lapangan kerja bagi pemulung

3. Srikandi Digital: Mengajarkan perempuan desa untuk menjadi freelancer digital

Tantangan yang Perlu Diantisipasi

  • Menyusun indikator dampak sosial yang terukur

  • Menjaga transparansi dan akuntabilitas

  • Menghindari greenwashing atau social-washing

  • Kebutuhan akan SDM yang memahami bisnis dan sosial sekaligus

Tips Agar Social Enterprise Anda Sukses

  • Bangun tim yang punya visi sosial kuat

  • Buat laporan dampak tahunan dan publikasikan secara terbuka

  • Gunakan media sosial untuk menyampaikan value dan cerita perubahan

  • Rajin menjalin kolaborasi lintas sektor

Kesimpulan: Bisnis Sosial Itu Masa Depan

Social enterprise adalah solusi masa kini untuk masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan. Dengan dukungan regulasi seperti pencatatan di AHU Online, pelaku usaha kini dapat menjalankan bisnis sosial yang legal, profesional, dan berdampak.

Jadi, jika Anda punya ide usaha yang ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat, tidak perlu ragu lagi. Bentuklah PT dengan misi sosial, daftarkan sebagai social enterprise, dan mulailah membangun perubahan dari hari ini.