AceKid Hadir di Indonesia, Dorong Orang Tua Lebih Cermat Baca Komposisi
ยทwaktu baca 3 menit

Kesadaran orang tua Indonesia terhadap nutrisi anak terus berkembang. Jika sebelumnya perhatian lebih banyak tertuju pada kandungan zat gizi tambahan seperti DHA atau omega-3, kini semakin banyak orang tua yang mulai memperhatikan bahan baku utama, asal-usul sumber susu, hingga proses produksi suatu produk nutrisi.
Perubahan pola pikir ini muncul di tengah berbagai tantangan kesehatan anak yang masih dihadapi Indonesia, mulai dari stunting, karies gigi, hingga meningkatnya risiko obesitas pada anak. Para ahli menilai, kualitas bahan baku dan komposisi produk menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Melihat kebutuhan tersebut, perusahaan nutrisi anak FEIHE International bersama MAKUKU memperkenalkan AceKid ke pasar Indonesia dalam acara peluncuran bertajuk "Let's Witness Together a New Fresh Standard from AceKid" yang digelar di Jakarta, Sabtu (7/6).
Pendiri dan CEO FEIHE International, Leng Youbin, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi perusahaan karena tingginya perhatian orang tua terhadap kualitas nutrisi anak.
"Melalui AceKid, kami ingin menghadirkan pilihan nutrisi anak yang tidak hanya mengedepankan kualitas produk, tetapi juga transparansi komposisi, sumber bahan baku, dan edukasi yang bertanggung jawab bagi keluarga Indonesia," ujar Leng.
Dalam peluncurannya, AceKid memperkenalkan sejumlah pendekatan yang menjadi ciri produknya, antara lain penggunaan susu segar (natural whole milk) sebagai bahan dasar utama, sistem pemrosesan one-step fresh, serta formulasi tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, maupun perisa sintetik.
Orang Tua Perlu Lebih Cermat Membaca Komposisi
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menilai pemahaman orang tua terhadap label komposisi produk masih perlu ditingkatkan.
Menurutnya, banyak orang tua yang lebih fokus pada kandungan tambahan tertentu, padahal bahan yang tercantum pada urutan awal daftar komposisi justru menunjukkan komponen utama yang paling banyak terdapat dalam produk.
"Orang tua perlu lebih kritis dalam membaca label produk nutrisi anak. Selama ini, banyak orang tua cenderung fokus pada kandungan tambahan seperti AHA, DHA, Omega-3, dan Omega-6, padahal komposisi utama sangat penting untuk dipahami," ujar Prof. Rini.
Ia menambahkan, selain memperhatikan kandungan gizi, orang tua juga perlu mempertimbangkan kualitas sumber bahan baku, proses produksi, serta keberadaan tambahan gula atau pemanis dalam produk yang dikonsumsi anak.
"Dengan memahami komposisi secara lebih menyeluruh, orang tua dapat memilih produk nutrisi anak secara lebih tepat dan bertanggung jawab," lanjutnya.
Didukung Riset dan Pengembangan
Dari sisi penelitian, AceKid dikembangkan oleh FEIHE yang memiliki pusat riset sendiri melalui FEIHE Research Institute. Riset yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari sumber bahan baku hingga pengembangan formulasi produk.
Senior Scientist FEIHE International, Yang Zhang, PhD, menjelaskan perusahaan saat ini menjalankan puluhan program riset serta berkolaborasi dengan sejumlah institusi akademik internasional.
"Rekam jejak ilmiah ini menjadi fondasi kepercayaan bagi FEIHE dalam menghadirkan produk yang dikembangkan berdasarkan data, riset, dan standar kualitas yang berkelanjutan," kata Yang.
Pada acara peluncuran tersebut, AceKid juga menerima penghargaan Top Innovation Choice Award 2026 untuk kategori susu formula yang menggunakan natural whole milk dengan sumber susu yang dapat ditelusuri.
Selain memperkenalkan produknya, AceKid turut menggandeng figur publik Denny Sumargo dan Arnold Poernomo sebagai brand ambassador. Kehadiran keduanya disebut sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk mengampanyekan pentingnya keterlibatan orang tua dalam memahami kebutuhan nutrisi anak.
Meski demikian, AceKid tetap menegaskan dukungannya terhadap pemberian Air Susu Ibu (ASI) sebagai sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada awal kehidupan. Penggunaan produk nutrisi anak, termasuk susu formula, tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak dan harus dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
