Buzz
·
10 September 2021 10:56
·
waktu baca 4 menit

Salam Olahraga, Semangat Hari Olahraga Nasional

Konten ini diproduksi oleh yuliana
Salam Olahraga, Semangat Hari Olahraga Nasional (110464)
searchPerbesar
Ilustrasi gambar olahraga : https://pixabay.com
Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2021 yang ke-38 tahun dengan tema Desain Besar Olahraga Nasional Menuju Indonesia Maju (DBON). Dikutip dari Kemenpora.go.id, tema DBON ini lahir setelah melewati pembahasan panjang selama satu tahun dan didiskusikan dengan banyak stakeholder olahraga seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), National Paralympic Commitee (NPC), Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), kalangan perguruan tinggi, para guru besar keolahragaan, para praktisi dan pimpinan induk cabang olahraga. Sehingga DBON diharapkan menjadi jawaban dari arahan Presiden Joko Widodo tentang review total olahraga nasional, perbaikan tata kelola pembinaan prestasi serta sinergitas antar pemangku olahraga pusat hingga daerah.
ADVERTISEMENT
Tata kelola pembinaan prestasi menjadi salah satu yang perlu diperbaiki karena suatu prestasi olahraga tidak bisa diraih secara instan, tetapi pasti melalui proses yang panjang seperti pembinaan jangka panjang yang terencana, terstruktur dan berkesinambungan dengan dukungan semua unsur utama dan penunjang lainnya. Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh, berkarakter, mampu berkompetisi, dan berprestasi ditingkat dunia, akan lahir dari pembinaan yang baik, sehingga prestasi yang dicapai bukan hanya dari faktor keberuntungan saja, namun sudah disiapkan secara matang.

Peningkatan Prestasi Olahraga Indonesia

Pada Agustus tahun 2021, atlet Indonesia kembali mendulang prestasi pada ajang Olimpiade Tokyo, Jepang 2020. Suatu kebanggaan atas prestasi yang sudah diraih oleh atlet Indonesia, antara lain dari cabang olahraga Bulutangkis Ganda Putri (Gresya/Apriyani) meraih medali emas, tunggal putra (Anthoni Sinisuka G) meraih perunggu, dari cabang angkat besi di nomor 49 kg putri (Windy Cantika) meraih perunggu, di nomor 61 kg putra (Eko Yuli I) juga meraih medali perunggu.
ADVERTISEMENT
Selain itu pada ajang paralimpiade, atlet Indonesia juga mendulang prestasi untuk cabang olahraga Para Badminton Ganda Putri (Leani Ratri Oktila/ Khalimatus Sadiyah) meraih medali emas, pada cabang olahraga Para Powerlifting/Putri 41 kg (Ning Nengah W) meraih medali perak, serta pada cabang olahraga Para Atletik/Putra 100 m T37 (Saptoyogo P) meraih medali perunggu. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia juga mempunyai SDM unggul, bertalenta dan siap bersaing ditingkat dunia.
Prestasi olahraga dapat diraih dengan dukungan, kerja sama semua pihak, baik pusat maupun daerah. Sehingga tujuan untuk membangun dunia olahraga yang sehat, adil dan makmur dapat terwujud. Mari kita mengubah paradigma bahwa pembiayaan olahraga bukan lagi cost, melainkan investasi, sehingga untuk dapat mencapai suatu prestasi sudah dirancang dan disiapkan sejak dini.
ADVERTISEMENT

Sejarah Hari Olahraga Nasional

Jika menilik sejarah awal mula peringatan Hari Olahraga Nasional ini dicetuskan saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) I pada 9 – 12 September 1948 di kota Surakarta, Jawa Tengah. Tujuannya untuk meningkatkan rasa sportivitas di tanah air. Penyelenggaraan PON I diselenggarakan oleh Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) yang pada saat itu kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia belum mendapat pengakuan oleh dunia serta paspor Indonesia pun juga tidak diakui oleh Pemerintah Inggris, sehingga atlet-atlet Indonesia tidak bisa mengikuti kompetisi olahraga dunia Olimpiade XIV/1948 di kota London, Inggris.
Adanya penolakan tersebut membuat PORI menunjukkan kepada mata dunia bahwa bangsa Indonesia sanggup mengadakan acara olahraga dengan skala nasional. Oleh karena itu tanggal 9 September diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional karena menjadi awal pembukaan ajang olahraga tersebut dan ditetapkan pula untuk setiap tahunnya sebagai Hari Olahraga Nasional oleh warga Indonesia.
ADVERTISEMENT
Untuk mencapai prestasi olahraga yang maksimal, dibutuhkan SDM yang unggul yang disiapkan sejak dini. Bukti kepedulian Indonesia terhadap bidang olahraga adalah dengan mewajibkan mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) disetiap jenjang pendidikan. Tujuannya adalah agar generasi penerus bangsa sehat jasmani, jiwa dan raga, sesuai semboyan olahraga Mens sana in corpore sano yang artinya dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Selain itu agar generasi muda mempunyai keahlian dibidang olahraga sesuai dengan keinginannya.
Saat ini pandemi COVID-19 belum berakhir, untuk menjaga kesehatan maka dianjurkan kita berolahraga setiap hari, agar meningkatkan imunitas dan terhindar dari penularan COVID-19. Mari kita rajin berolahraga dengan teratur, selain menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh juga menjadikan jiwa dan giliran kita lebih segar. Karena kesehatan fisik maupun kesehatan non-fisik adalah harta yang paling berharga. Semangat sehat, salam olahraga.!
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white