Mewujudkan Indonesia Adil dengan Menghapus Ketidaksetaraan Gender

Mahasiswi Keperawatan Universitas Airlangga
Tulisan dari Yulisa Putri Nabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

By : Yulisa Putri Nabila Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga
Kesetaraan gender adalah memberikan perlakuan yang adil antara perempuan dengan laki-laki dalam menentukan peran dan fungsinya di tengah lingkungan masyarakat. Perempuan dan laki-laki seharusnya memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk memperoleh tugas, tanggung jawab, fungsi, dan haknya. Maksut dari kalimat tersebut adalah kesetaraan gender bukan berarti laki-laki dan Perempuan setara dari segi fisik dan kekuatan. Kesetaraan gender berarti bahwa sesama manusia harus diberikan kesempatan dan hak yang sama di mata hukum dan masyarakat. Tujuan dari kesetaraan gender adalah menciptakan masyarakat yang inklusif, adil, dan merata bagi semua orang, tanpa memandang jenis kelamin, orientasi seksual, atau identitas gender. Kesetaraan gender adalah pilar utama dalam membangun masyarakat yang berkelanjutan dan damai. Namun, realita yang kita hadapi saat ini membuktikan bahwa kesetaraan gender belum sepenuhnya terlaksana.
Bentuk ketidaksetaraan gender ada bermacam-macam. Seperti perlakuan tindak kekerasan. Menurut catatan tahunan Komnas Perempuan tahun 2019, kekerasan terhadap wanita terjadi sebanyak 431.471 kasus dalam12 tahun, kekerasan terhadap wanita meningkat 792% (hampir 800%). Contoh lain adalah kesenjangan upah. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Laporan Perekonomian 2019 mencatat, kesenjangan antara upah pria dan wanita semakin lebar. Upah pekerja pria lebih tinggi daripada wanita. selama periode 2015-Februari 2019, selisih upah pria dan wanita mencapai Rp 492,2 ribu. Contoh ketidaksetaraan gender yang terjadi beberapa waktu lalu yaitu terdapat tenaga kerja wanita yang mendapat diskriminasi gender di salah satu perusahaan es besar di Indonesia. Dimana pekerja wanita diperlakukan secara semena-mena, wajib lembur saat hamil dan sering kali tidak dibayar, dan tidak sedikit yang mengalami pelecehan dan kekerasan seksual.
Ketidaksetaraan gender di Indonesia masih banyak dijumpai. Indonesia tidak akan menjadi negara yang adil apabila hal seperti ini masih dilestarikan dan dianggap wajar. Untuk memenuhi tujuan SDGs ke-5 terkait kesetaraan gender, dibutuhkan upaya-upaya untuk menghapus ketidaksetaraan gender. Upaya yang bisa diberikan dalam meningkatkan kesetaraan gender di Indonesia adalah dengan memberikan pendidikan kesetaraan gender yang dimulai dari keluarga, memastikan anak mendapat hak dan tanggung jawab yang sama di keluarga tanpa membedakan jenis kelamin. Memberikan anak-anak muda pelatihan dan workshop tentang kesetaraan gender. Ini dapat membantu mereka memahami isu-isu ini lebih mendalam. Program pemberdayaan yang ditujukan khusus untuk anak-anak muda, klub kesetaraan gender di sekolah, atau proyek-proyek sosial yang mengatasi isu-isu kesetaraan gender. Menghubungkan kesetaraan gender dengan budaya, karena sering kita menjumpai diskriminasi gender karena harus mengikuti suatu adat tertentu. Maka kita harus menghubungkannya sebaik mungkin agar dapat diterima di masyarakat.
