Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Konten dari Pengguna
Apakah Berkeringat Berarti Tubuh Membakar Lemak?
28 Februari 2025 13:56 WIB
·
waktu baca 5 menitTulisan dari Yulius Evan Christian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
"Semakin banyak berkeringat saat olahraga, semakin banyak lemak yang terbakar—benarkah demikian? "
ADVERTISEMENT
Banyak orang percaya bahwa semakin banyak mereka berkeringat saat berolahraga, semakin banyak pula lemak yang terbakar. Itulah sebabnya beberapa orang sengaja mengenakan jaket tebal atau plastik pembungkus tubuh saat berolahraga, dengan harapan dapat meningkatkan jumlah keringat yang keluar dan mempercepat proses pembakaran lemak.
ADVERTISEMENT
Namun, apakah benar berkeringat adalah tanda tubuh sedang membakar lemak? Ataukah ini hanya mitos yang berkembang di dunia kebugaran? Untuk memahami hubungan antara keringat dan pembakaran lemak, kita perlu melihat bagaimana tubuh bekerja dalam menghasilkan energi dan mengatur suhu tubuh.
Sebelum membahas tentang keringat, penting untuk memahami bagaimana tubuh membakar lemak sebagai sumber energi.
Lemak dalam tubuh tersimpan dalam bentuk trigliserida, yang tersimpan di dalam sel lemak. Ketika tubuh membutuhkan energi—seperti saat berolahraga atau dalam kondisi defisit kalori—trigliserida akan dipecah menjadi asam lemak dan gliserol. Kedua zat ini kemudian masuk ke dalam aliran darah dan digunakan sebagai bahan bakar oleh sel-sel tubuh, terutama otot dan organ.
ADVERTISEMENT
Namun, proses ini tidak bergantung pada keringat. Pembakaran lemak terjadi saat tubuh membutuhkan energi yang lebih banyak dari yang diperoleh melalui makanan, bukan karena suhu tubuh naik atau banyaknya keringat yang keluar.
Keringat sebenarnya tidak ada hubungannya dengan pembakaran lemak. Keringat adalah mekanisme tubuh untuk mengatur suhu agar tetap stabil.
Saat suhu tubuh meningkat, seperti saat berolahraga atau berada di lingkungan panas, kelenjar keringat di kulit akan mengeluarkan cairan yang sebagian besar terdiri dari air dan garam. Ketika keringat menguap dari permukaan kulit, tubuh menjadi lebih dingin, membantu mencegah overheating.
Ini berarti bahwa banyak berkeringat bukan indikator seberapa banyak lemak yang terbakar, tetapi lebih kepada cara tubuh mendinginkan diri agar tetap bekerja dengan optimal.
ADVERTISEMENT
Berkeringat bukan indikator langsung dari jumlah kalori atau lemak yang terbakar. Beberapa orang mungkin berkeringat lebih banyak dibandingkan yang lain, tetapi itu tidak berarti mereka membakar lebih banyak lemak.
1. Suhu Lingkungan – Berolahraga di tempat yang panas atau lembab akan membuat seseorang berkeringat lebih banyak, tetapi ini tidak berarti mereka membakar lebih banyak kalori.
2. Jenis Aktivitas – Olahraga intensitas tinggi seperti lari atau HIIT biasanya menyebabkan lebih banyak keringat dibandingkan latihan kekuatan, tetapi kedua jenis olahraga ini tetap bisa membakar lemak meskipun jumlah keringat yang keluar berbeda.
3. Kondisi Fisik dan Genetika – Beberapa orang memang memiliki lebih banyak kelenjar keringat dibanding yang lain, sehingga mereka berkeringat lebih banyak meskipun melakukan aktivitas yang sama.
ADVERTISEMENT
4. Kondisi Hidrasi – Jika tubuh dalam kondisi dehidrasi, seseorang mungkin berkeringat lebih sedikit meskipun sedang melakukan aktivitas berat.
Jadi, jika seseorang berkeringat banyak saat berolahraga, itu bukan tanda pasti bahwa mereka membakar lebih banyak lemak, tetapi lebih menunjukkan bahwa tubuh sedang berusaha menyeimbangkan suhu.
Beberapa orang merasa lebih ringan setelah berkeringat banyak, misalnya setelah sauna atau latihan intens. Hal ini sering membuat mereka berpikir bahwa mereka telah membakar banyak lemak dalam waktu singkat.
Namun, penurunan berat badan yang terjadi setelah banyak berkeringat hanya bersifat sementara, karena yang hilang dari tubuh adalah air, bukan lemak. Setelah seseorang minum air kembali, berat badan akan kembali seperti semula.
ADVERTISEMENT
Untuk benar-benar menurunkan berat badan dan membakar lemak, seseorang harus mengkonsumsi lebih sedikit kalori dibandingkan yang digunakan oleh tubuh. Ini bisa dicapai dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur, bukan hanya dengan berkeringat lebih banyak.
Jika tujuan utama adalah membakar lemak, maka ada beberapa cara yang lebih efektif dibanding hanya berfokus pada seberapa banyak keringat yang keluar.
ADVERTISEMENT
Berkeringat bukan tanda bahwa tubuh sedang membakar lemak, tetapi lebih kepada mekanisme tubuh untuk mendinginkan diri saat suhu meningkat. Lemak terbakar ketika tubuh menggunakan lebih banyak energi dibanding yang diperoleh dari makanan, bukan karena jumlah keringat yang keluar.
Menurunkan berat badan dan membakar lemak lebih efektif dilakukan dengan mengatur pola makan, melakukan olahraga yang tepat, dan menjaga keseimbangan energi dalam tubuh. Jadi, jangan tertipu dengan mitos bahwa semakin banyak berkeringat, semakin banyak lemak yang terbakar!