Konten dari Pengguna

Benarkah Kurang Gerak Bisa Memicu Masalah Kesehatan Serius?

Yulius Evan Christian

Yulius Evan Christian

Dosen Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yulius Evan Christian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi duduk terlalu lama. Foto: Burst via Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi duduk terlalu lama. Foto: Burst via Pexels.

"Sering duduk lama tanpa banyak bergerak? Hati-hati, gaya hidup sedentari bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius!"

Di era modern ini, banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, entah karena pekerjaan, menonton televisi, atau menggunakan gadget. Kebiasaan ini dikenal sebagai gaya hidup sedentari, yaitu kondisi di mana seseorang memiliki aktivitas fisik yang sangat minim dalam kesehariannya.

Meskipun tampak sepele, kurangnya aktivitas fisik ternyata dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, mulai dari gangguan metabolisme, obesitas, hingga penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Lalu, bagaimana sebenarnya kurang gerak bisa memengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang? Apa saja dampak negatifnya, dan bagaimana cara mengatasinya? Mari kita bahas lebih dalam.

Ilustrasi Lama duduk dan kurang aktivitas, Sumber:IStockphoto/4x6

Bahaya Gaya Hidup Sedentari bagi Kesehatan

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Berikut beberapa dampak buruk dari kurang gerak yang perlu Anda waspadai:

1. Meningkatkan Risiko Obesitas

Ketika seseorang kurang bergerak, tubuh membakar lebih sedikit kalori dibandingkan dengan mereka yang aktif. Jika jumlah kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar, lemak akan menumpuk dan menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebihan (obesitas).

Obesitas sendiri merupakan faktor risiko utama untuk berbagai penyakit serius, termasuk diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

2. Menyebabkan Gangguan Metabolisme

Kurang gerak dapat memperlambat metabolisme tubuh, yang berarti tubuh menjadi kurang efisien dalam mengolah gula dan lemak.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa duduk terlalu lama dapat menyebabkan resistensi insulin, yang berisiko meningkatkan kadar gula darah dan menyebabkan diabetes tipe 2.

3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Seseorang yang jarang bergerak lebih rentan mengalami penumpukan lemak di pembuluh darah (aterosklerosis), yang bisa menyebabkan penyakit jantung koroner dan stroke.

Menurut penelitian, orang yang duduk lebih dari 8 jam sehari memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular, bahkan jika mereka tetap berolahraga secara teratur.

4. Menyebabkan Masalah Otot dan Sendi

Gaya hidup sedentari juga dapat menyebabkan kelemahan otot dan nyeri sendi, terutama di bagian punggung, leher, dan lutut.

Ketika seseorang duduk dalam waktu lama, otot-otot di tubuh bagian bawah menjadi kurang aktif, yang dapat menyebabkan penurunan fleksibilitas, kekakuan, serta postur tubuh yang buruk.

5. Meningkatkan Risiko Depresi dan Stres

Tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, kurang gerak juga dapat mempengaruhi kesehatan mental.

Orang yang lebih banyak duduk cenderung mengalami tingkat stres dan kecemasan yang lebih tinggi, karena aktivitas fisik berperan dalam merangsang produksi hormon endorfin, yang berfungsi sebagai penghilang stres alami.

Cara Mengatasi dan Mencegah Dampak Buruk Kurang Gerak

Ilustrasi pemalas. Foto: Shutter Stock

Jika Anda memiliki gaya hidup yang cenderung sedentari, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat kurang gerak:

  • Bangun dan Bergerak Setiap 30-60 Menit → Jika bekerja di depan komputer atau duduk lama, pastikan untuk berdiri dan melakukan peregangan setiap 30-60 menit.

  • Berjalan Kaki Lebih Sering → Coba biasakan untuk berjalan kaki setidaknya 5.000–10.000 langkah per hari agar tubuh tetap aktif.

  • Gunakan Tangga, Bukan Lift → Pilih tangga daripada eskalator atau lift untuk menambah jumlah gerakan harian.

  • Lakukan Olahraga Ringan → Tidak harus olahraga berat, cukup lakukan senam ringan, yoga, atau latihan peregangan selama beberapa menit setiap harinya.

  • Gunakan Standing Desk → Jika memungkinkan, gunakan meja berdiri agar tidak terus-menerus dalam posisi duduk saat bekerja.

  • Kurangi Waktu Layar → Hindari menonton TV atau bermain gadget dalam waktu lama tanpa bergerak. Sesekali lakukan jalan-jalan ringan saat sedang menelepon atau membaca sesuatu.

Kurang Gerak Memicu Masalah Kesehatan Serius?

Jawabannya adalah YA. Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, mulai dari obesitas, diabetes, penyakit jantung, hingga masalah mental seperti stres dan depresi.

Meskipun gaya hidup modern sering kali membuat kita lebih banyak duduk, penting untuk tetap menyempatkan diri untuk bergerak agar tubuh tetap sehat. Tidak perlu langsung melakukan olahraga berat, cukup dengan lebih banyak berdiri, berjalan kaki, dan melakukan aktivitas fisik ringan sudah bisa memberikan manfaat besar bagi kesehatan.

Jadi, jangan biarkan tubuh Anda terlalu lama diam! Mulailah bergerak lebih sering, karena setiap langkah kecil yang Anda ambil hari ini adalah investasi besar untuk kesehatan masa depan Anda!