Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten dari Pengguna
Menonton TV Terlalu Dekat Bisa Merusak Mata?
27 Februari 2025 8:39 WIB
·
waktu baca 5 menitTulisan dari Yulius Evan Christian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
"Sejak kecil, kita sering diperingatkan agar tidak menonton TV terlalu dekat karena bisa merusak mata. Tapi, apakah benar demikian? Simak mitos dan fakta seputar kebiasaan ini!"
ADVERTISEMENT
Sejak kecil, banyak dari kita pernah diperingatkan oleh orang tua untuk tidak menonton televisi terlalu dekat. Katanya, kebiasaan ini bisa menyebabkan mata rusak atau membuat seseorang harus memakai kacamata lebih cepat. Namun, apakah ini hanya sekadar mitos, atau ada dasar ilmiahnya?
ADVERTISEMENT
Di era modern, di mana televisi semakin canggih dan layar digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar. Selain TV, kita juga sering menatap ponsel, komputer, dan tablet dalam jarak dekat. Apakah kebiasaan ini berdampak buruk bagi mata? Atau justru tidak seberbahaya yang dikatakan orang tua kita dulu?
Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita bahas bagaimana mata bekerja, apakah menonton TV terlalu dekat benar-benar bisa merusak mata, dan bagaimana cara menjaga kesehatan mata di era digital ini.
Mitos tentang menonton TV terlalu dekat bisa merusak mata sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960-an. Saat itu, produsen televisi tertentu menemukan bahwa beberapa model TV mereka memancarkan tingkat radiasi sinar-X yang lebih tinggi dari batas aman. Akibatnya, orang tua di masa itu melarang anak-anak duduk terlalu dekat dengan layar TV untuk menghindari paparan radiasi berlebih.
ADVERTISEMENT
Namun, setelah masalah ini diketahui, produsen televisi segera memperbaiki teknologi mereka, dan televisi modern saat ini tidak lagi memancarkan radiasi yang berbahaya bagi mata. Meski demikian, mitos ini terus bertahan hingga sekarang, meskipun alasan utamanya sudah tidak relevan lagi.
Secara medis, menonton TV terlalu dekat tidak menyebabkan kerusakan permanen pada mata. Namun, kebiasaan ini bisa menyebabkan ketegangan mata dan kelelahan visual, terutama jika dilakukan dalam waktu lama.
Saat seseorang menatap layar dalam jarak dekat, mata harus bekerja lebih keras untuk fokus. Dalam jangka pendek, hal ini bisa menyebabkan mata lelah, sakit kepala, dan pandangan kabur sementara, tetapi tidak menyebabkan kerusakan mata permanen.
ADVERTISEMENT
Namun, jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus dalam waktu lama, dapat menyebabkan miopia (rabun jauh), terutama pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Meskipun menonton TV terlalu dekat tidak secara langsung merusak mata, kebiasaan ini dikaitkan dengan risiko lebih tinggi mengalami miopia (rabun jauh), terutama pada anak-anak.
Miopia adalah kondisi di mana seseorang sulit melihat objek yang jauh dengan jelas. Kondisi ini terjadi karena bola mata tumbuh terlalu panjang, sehingga cahaya yang masuk tidak terfokus dengan benar pada retina.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terlalu sering melihat objek dalam jarak dekat—termasuk menonton TV dari jarak dekat atau menggunakan ponsel terlalu lama—dapat meningkatkan risiko berkembangnya miopia, terutama pada anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan mata.
ADVERTISEMENT
Meskipun menonton TV terlalu dekat tidak menyebabkan kerusakan mata permanen, menonton dalam waktu lama tanpa istirahat tetap bisa berdampak buruk pada kesehatan mata. Beberapa dampak yang bisa terjadi antara lain:
1. Ketegangan Mata Digital (Digital Eye Strain)
Menatap layar dalam waktu lama bisa menyebabkan ketegangan mata digital, yang ditandai dengan mata lelah, kering, dan sulit fokus. Ini sering terjadi karena mata kurang berkedip saat menatap layar, yang menyebabkan mata menjadi kering dan terasa tidak nyaman.
2. Mata Kering
Layar digital, termasuk TV, memancarkan cahaya biru yang bisa mengurangi frekuensi berkedip. Normalnya, seseorang berkedip sekitar 15-20 kali per menit, tetapi saat menonton TV atau bekerja di depan layar, frekuensi ini bisa menurun drastis, menyebabkan mata menjadi lebih kering dan iritasi.
ADVERTISEMENT
3. Sakit Kepala dan Kesulitan Fokus
Menonton TV dari jarak terlalu dekat juga bisa menyebabkan kelelahan otot mata, yang pada akhirnya bisa memicu sakit kepala dan kesulitan fokus. Ini terjadi karena mata harus terus-menerus menyesuaikan fokusnya untuk melihat dengan jelas dalam jarak yang sangat dekat.
4. Gangguan Tidur Akibat Cahaya Biru
Menonton TV terlalu dekat sebelum tidur dapat mengganggu produksi hormon melatonin, yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Cahaya biru dari layar dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, menyebabkan kesulitan tidur dan kualitas tidur yang buruk.
Cara Menjaga Kesehatan Mata Saat Menonton TV
Agar menonton TV tetap nyaman dan tidak menyebabkan kelelahan mata, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
ADVERTISEMENT
Menonton TV terlalu dekat tidak menyebabkan kerusakan mata permanen, tetapi bisa menyebabkan kelelahan mata, sakit kepala, dan ketegangan otot mata jika dilakukan dalam waktu lama.
Kebiasaan menatap layar dalam jarak dekat, terutama pada anak-anak, memang bisa meningkatkan risiko miopia (rabun jauh), tetapi bukan karena layar itu sendiri, melainkan karena kebiasaan melihat dalam jarak dekat secara terus-menerus.
Oleh karena itu, menonton TV dengan jarak yang cukup, menggunakan pencahayaan yang baik, dan mengistirahatkan mata secara berkala adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan mata.