Konten dari Pengguna

Perkembangan Ilmu Komunikasi Politik Dalam Kelompok Sosisl di Indonesia

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yulia Reviani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilmu komunikasi merupakan sebuah cara untuk mengkaji dan menyampaikan pesan secara efektif, jelas dan tepat dari komunikator kepada komunikan demi mencapai tujuan tertentu. Ilmu komunikasi politik ini sangat penting untuk menyampaikan pesan politik yang diproduksi, disebarkan dan berdampak pada kelompok sosial masyarakat.

Dalam kelompok sosial setiap ruang dan waktu dapat memiliki sebab dan akibat tersendiri untuk perkembangan komunikasi politik di Indonesia. Komunikasi politik juga dapat berkembang dengan menyatukan psikologi sosial, sosiologi serta ilmu politik untuk melihat respon dari dalam kelompok sosial tersebut. Perkembangan ini dimulai dari penyampaian pesan satu arah oleh para penguasa pada era tradisional menjadi interaksi dua arah yang inklusif serta berbasis digital pada kelompok sosial modern.

Ilustrasi praktek komunikasi politik dalam kelompok sosial

Praktek komunikasi politik sebetulnya sudah dilakukan oleh para aktor politik. Seperti presiden Soekarno yang senantiasa mempraktekkan komunikasi politik setiap hari dengan tujuan untuk menciptakan dan menjaga citranya sebagai pemimpin terbaik. Slogan-slogan seperti “Pemimpin Besar Revolusi”, “Ganyang Malaysia”, “Nasakom” juga digaungkan untuk memelihara popularitas Bung Karno. Bahkan tidak sedikit analisis-analisis yang bersifat mistik, klenik dan supranatural beredar dalam diskusi-diskusi di masyarakat yang selalu berkesimpulan bahwa Soekarno adalah pemimpin sakti mandraguna. Praktek komunikasi politik itu terus dijalankan Bung Karno. Kemampuan menulis dan teknik orasinya yang mumpuni menjadi modalnya. Hampir tidak ada satu pun di antara elit Indonesia yang menyamai kemampuan Bung Karno dalam politik pencitraan itu. Mohammad Hatta, sang Wakil Presiden, pun tidak dapat berbicara sebaik Bung Karno.

Setelah era reformasi perkembangan komunikasi politik di Indonesia membuka jalan baru dengan kemerdekaan berpendapat serta demokrasi yang menjadi landasan bagi setiap orang yang menyuarakan ide dan gagasannya. Sehingga kelompok-kelompok sosial mulai sangat berpengaruh untuk menjadi pesan komunikasi politik. Dimana gairah opini publik yang tinggi dengan ditandai banyak kemunculan Lembaga Swadaya Masyarakat, akademisi serta organisai massa yang menjadi komunikator publik. Dengan didukungnya perkembangan teknologi hal ini menjadi pengubah struktur komunikasi dalam kelompok sosial yang membuat setiap individu dapat memobilisasi opini publik dengan berinteraksi langsung kepada aktor politik.

Gelombang demo besar dalam beberapa tahun terakhir juga merupakan hasil dari perkembangan dari ilmu komunikasi politik dalam kelompok sosial di Indonesia. Dengan kemajuan teknologi media massa yang mempermudah kelompok sosial menerima dan menyampaikan pesan berita serta isu politik. Di era digitalisasi ini kelompok sosial tidak hanya melakukan komunikasi politik secara turun langsung ke jalan, tapi dengan penyebaran informasi melalui media sosial dapat berdampak lebih besar dalam mempengaruhi keadaan politik serta keputusannya. Sehingga protes masyarakat terhadap kondisi politik yang tengah terjadi dapat menjadi semakin panas. Perkembangan ini jika tanpa Batasan tertentu juga dapat menjadi hal negatif jika tidak dapat disaring dengan bijaksana, karena dapat menimbulkan disinformasi dan penyebaran pesan hoaks yang dapat menyebar ke setiap kelompok sosial yang ada.

Oleh karena itu perkembangan komunikasi politik dalam kelompok sosial di Indonesia harus dibangun melalui kemampuan yang sehat dengan keberanian terhadap persoalan dasar seperti tranparansi, kejujuran dan akuntabilitas. Kepercayaan masyarakat dapat hadir apabila komunikasi politik dijalankan dengan baik tidak hanya mencakup beberapa kepentingan pemilihan saja, tapi juga dengan membuktikan janji dan kesejahteraan semua masyarakat yang ada di Indonesia.