Konten dari Pengguna

Destinasi Wisata ke Jalan Malioboro

YUMNA NUR HAFIZHAH KHAN

YUMNA NUR HAFIZHAH KHAN

Mahasiswa Penerbitan Jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari YUMNA NUR HAFIZHAH KHAN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Jalan Malioboro (sumber: unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Jalan Malioboro (sumber: unsplash.com)

Siapa yang tidak kenal Jalan Malioboro? Destinasi wisata yang berada di Yogyakarta ini biasanya menjadi tujuan utama para wisatawan dalam berbelanja. Tidak heran apabila tempat ini juga menjadi destinasi wisata yang sering dijadikan sekolah sebagai tempat tujuan dalam program studi wisata.

Bayu Nugroho adalah salah satu siswa yang saat itu mengikuti studi wisata yang diadakan sekolahnya. Kegiatan studi wisata yang diadakan oleh pihak sekolah ini menambahkan Jalan Malioboro sebagai salah satu di antara destinasi wisata yang akan dikunjungi nantinya.

Sebelum tiba di Jalan Malioboro, ia bersama yang lainnya telah mengunjungi beberapa destinasi wisata seperti Candi Prambanan. Setelah bersenang-senang di sana kini tujuan mereka adalah Jalan Malioboro.

Saat itu ia berada di salah satu bis yang mengangkut para siswa. Suasana di dalam bis ini sangat ramai. Beberapa siswa menyanyi bersama sembari mendengarkan musik yang mengalun merdu. Semangat mereka semakin meningkat ketika salah satu siswa mengambil mic dan mulai menyanyi.

Tidak terasa waktu telah berjalan cukup lama hingga akhirnya bis yang ditumpangi perlahan berhenti. Mereka telah sampai di tempat tujuannya. Guru pembimbing di dalam bis mereka mulai memberi arahan terhadap para siswa.

Bayu sudah tidak sabar untuk segera turun. Setelah mendapat arahan ia mengikuti siswa-siswa lain untuk turun dari bis. Ia bersama dengan salah satu temannya mulai memasuki Jalan Malioboro.

Pedestrian dengan bangku-bangku cantik terlihat di sepanjang jalan. Terdapat para pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan barang dagangannya di pinggir jalanan. Papan nama dan lampu jalan dengan model klasik menambah kesan tersendiri.

Tidak jarang terlihat wisatawan yang sedang berfoto di jalan ini, mengabadikan momen bahagia dengan teman, pasangan, atau keluarga. Bayu bersama temannya juga tidak lupa mengabadikan momen di sana.

Setelah mengabadikan momen, mereka kembali melanjutkan perjalanannya menyusuri Jalan Malioboro ini. Terkadang mereka berhenti sejenak di salah satu toko untuk membeli barang seperti cenderamata, baju, hingga makanan. Setelah cukup lelah mereka duduk di sebuah bangku yang ada di sana.

Tidak jauh dari mereka ada beberapa orang membawa banyak bunga mawar di tangan mereka. Sekumpulan orang tersebut dengan senyuman membagikan bunga-bunga mawar kepada para pejalan kaki yang lewat.

Salah satu dari mereka menghampiri Bayu dan temannya. Ia menawarkan dua kuntum bunga mawar kepada Bayu dan temannya. Mereka akhirnya mengambil bunga itu dan berterima kasih. Sekumpulan orang itu membagikan bunga kepada orang lain layaknya membagikan kebahagiaan kepada orang tersebut.

Setelah sudah cukup beristirahat Bayu dan temannya kembali melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan mereka mendengar alunan musik yang merdu. Suara dari alat musik seperti angklung, gendang, hingga drum bersatu membuat harmoni yang memanjakan telinga yang mendengarnya. Sejenak mereka berhenti untuk menikmati musik di jalan itu.

Setelah cukup puas mendengarkan musik mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke bis. Sesampainya di bis mereka bertemu dengan beberapa teman lainnya yang juga telah kembali dari Jalan Malioboro. Mereka saling berbagi cerita menarik dari tempat itu.

Perjalanan singkat Bayu di Jalan Malioboro menjadi pengalaman yang indah untuknya. Keceriaan di tengah keramaian jalan itu menjadi hal yang akan terus teringat dalam memori hidupnya.

Penulis : Yumna Nur Hafizhah Khan