Pengaruh dalam Sebuah Masalah

Mahasiswa Penerbitan Jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta
Tulisan dari YUMNA NUR HAFIZHAH KHAN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masalah yang timbul dalam hidup setiap orang memberikan pengaruh bagi dirinya. Pengaruh itu dapat disadari atau mungkin tidak disadari. Salah satunya pernah menimpa seorang anak kecil bernama Nur Alfiah.
Nur Alfiah, seorang anak kecil berumur 8 tahun. Ia pernah memiliki seorang saudara kembar bernama Nur Asiah. Ia sangat mirip secara fisik dengan Alfiah hanya saja Asiah sedikit lebih mancung.
Namun takdir telah memisahkan mereka. Asiah meninggal karena sakit yang disebabkan oleh kecelakaan yang tak terduga. Kepergian Asiah telah meninggalkan pengaruh yang sangat besar bagi Alfiah dan keluarganya.
Setelah kejadian itu Alfiah diselimuti kesedihan yang mendalam. Sulit untuknya melupakan Asiah. Sekolah yang selalu ia tuju adalah sekolah yang Asiah tuju juga. Kelas yang ia tuju juga kelas yang Asiah tuju. Mereka selalu bersama, mulai dari langkah kaki awal mereka meninggalkan rumah hingga langkah kaki akhir mereka kembali ke rumah.
Mulai saat itu, Alfiah harus menjalani kehidupannya sendiri tanpa didampingi oleh sosok kakak sekaligus sahabat terbaik baginya. Senyuman, canda, dan tawa dari anak perempuan yang selalu duduk di sampingnya di kelas kini telah hilang.
Hal itu masih sangat sulit untuk Alfiah terima. Hingga sosok Asiah masih selalu hadir di ingatannya. Membuat Alfiah menjalani hidupnya dengan menganggap bahwa Asiah masih hidup, sosoknya masih terus bersamanya.
Kesedihan yang berlarut-larut itu telah memberikan pengaruh yang sangat buruk bagi Alfiah. Setiap kali ia pergi bersekolah dan berada di kelasnya ia terus menganggap bahwa Asiah masih hidup. Hingga tidak ada satu pun siswa yang boleh menduduki tempat duduk Asiah yang tepat di sebelah Alfiah.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan agar Alfiah bisa memulihkan hati dan pikirannya ia disarankan untuk mengambil cuti sekolah oleh pihak sekolah. Hal itu pun disetujui oleh kedua orang tua Alfiah.
Alfiah akhirnya mendapatkan cuti sekolah selama 1 tahun. Selama waktu itu ia memulihkan hati dan pikirannya didampingi oleh kedua orang tuanya.
Bukanlah hal yang mudah untuk anak yang masih berumur 8 tahun mengalami masalah seperti itu. Masalah itu membawa pengaruh besar dalam hidup Alfiah. Setelah satu tahun menjalani pemulihan Alfiah sudah dapat menerima kesedihannya dan telah kembali dapat tersenyum. Ia kembali bersekolah walaupun telah tertinggal kelas oleh teman-teman kelasnya sebelumnya.
Kesedihan yang timbul dari sebuah masalah bukan menjadi alasan untuk menutupi jalan hidupnya. Memang berat tetapi seberat apa pun itu akan ada waktunya kesedihan itu akan hilang apabila kita berusaha walaupun kenangan itu masih selalu ada.
Penulis : Yumna Nur Hafizhah Khan
