Konten dari Pengguna

Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 : GEMASATUKATA di BKIPM Mataram (1)

Yuni Ajah

Yuni Ajah

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yuni Ajah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 : GEMASATUKATA di BKIPM Mataram (1)
zoom-in-whitePerbesar

Pada 3 April 2018, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melakukan launching Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 di Pusat Pasar Agrobisnis (Puspa Agro), Sidoarjo, Jawa Timur dengan tema “Melalui GEMASATUKATA (Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina), Kita Wujudkan Penyediaan Pangan Sehat untuk Peningkatan Gizi Masyarakat”. Penyelenggaraan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 ini dilakukan serentak di Pusat BKIPM dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) KIPM seluruh Indonesia mulai 3 April hingga awal Mei 2018.

Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan merupakan program berkelanjutan BKIPM dalam menjalankan tugas dan fungsinya yang memiliki tanggung jawab membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya perkarantinaan ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan serta keamanan hayati ikan. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun partisipasi aktif masyarakat sehingga menumbuhkan kesadaran dan pemahaman masyarakat atas isu kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan serta keamanan hayati ikan.

Berbagai kegiatan untuk memeriahkan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 di masing-masing UPT BKIPM seluruh Indonesia disesuaikan dengan potensi perikanan wilayahnya. Di Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Mataram (Balai KIPM Mataram) telah dilaksanakan berbagai kegiatan untuk mendukung penyelenggaraan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan.

Tulisan berikut merupakan bagian pertama dari serial tentang penyelenggaraan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 di Balai KIPM Mataram.

Monitoring Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan di Pasar Basah : BKIPM Mataram Goes To Market

Matahari belum sepenuhnya terbit di Pantai Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur. Namun, M. Farchan, S.Pi., M.P., Kepala Seksi Pengawasan Pengendalian dan Informasi beserta beberapa petugas Pengendali Hama dan Penyakit Ikan (PHPI) Balai KIPM Mataram sudah tampak di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Luar. Berdampingan dengan TPI, terdapat Pasar Tradisional Desa Tanjung Luar. Sehingga merupakan pusat perekonomian yang selalu ramai di pagi hari saat semua aktivitas jual beli terjadi.

Tim dari Balai KIPM Mataram tersebut akan melaksanakan kegiatan Monitoring Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, sosialisasi dan pembinaan tentang sanitasi dan hygiene mengemban tugas BKIPM untuk melakukan “Pengawasan Mutu dan Keamanan Produk Domestik”. Kegiatan ini juga merupakan upaya penerapan Inpres 01 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dirangkai dalam kegiatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan.

Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 : GEMASATUKATA di BKIPM Mataram (1) (1)
zoom-in-whitePerbesar

Dalam pelaksanaan kegiatan Monitoring Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan tersebut, Balai KIPM Mataram bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. “Di kegiatan ini, Balai KIPM Mataram memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk pemeriksaan residu dan bahan berbahaya seperti formalin dan logam berat, gratis”, ujar M. Farchan.

Selama kegiatan berlangsung, banyak pengunjung yang sebagian besar ibu-ibu rumah tangga berdatangan membawa ikan-ikan untuk diperiksa apakah mengandung residu dan bahan berbahaya atau tidak. “Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita jadi tahu ikan yang berformalin itu seperti apa, ikan yang sehat dan aman konsumsi itu yang bagaimana”, ungkap salah satu pengunjung saat memberikan testimoni.

Pengunjung lain menambahkan bahwa kegiatan ini sangat baik dan berharap dilakukan berkelanjutan sehingga keamanan ikan terjamin, mengingat ikan-ikan yang terdapat di TPI Tanjung Luar ini juga berasal dari berbagai pelabuhan atau tempat pendaratan ikan tradisional yang terdapat di sekitar kecamatan Keruak yang diangkut dengan mobil bak terbuka ke TPI Tanjung Luar.