Menelisik Drama di Balik UTBK 2022

Welcome to my profile
Konten dari Pengguna
27 Juni 2022 14:36
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Yunika Maulida tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Sejak tahun 2019, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) telah menggunakan tes UTBK untuk masuk perguruan tinggi. UTBK yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer yang diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Ujian ini dilaksanakan di 74 pusat UTBK di seluruh Indonesia. Yaitu di berbagai universitas maupun institut seperti Universitas Indonesia, Universitas Negeri Semarang, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, dan sebagainya. Adapun materi yang diujikan antara lain; Tes Potensi Skolastik (TPS), tes kemampuan bahasa Inggris, dan Tes Kemampuan Akademik (AKA). TPS yaitu tes untuk mengukur kemampuan kognitif siswa. Dalam TPS, kemampuan yang diuji adalah kemampuan penalaran umum, kemampuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis. Sedangkan AKA adalah tes untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan.
ADVERTISEMENT
Pembagian kelompok ujian pada UTBK dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama yaitu kelompok Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) dengan materi ujian TPS, Bahasa Inggris, dan TKA Saintek (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi). Kelompok kedua adalah kelompok Ujian Sosial dan Humaniora (Soshum) dengan materi ujian TPS, Bahasa Inggris, dan TKA Soshum (Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi). Sedangkan kelompok ketiga ialah kelompok Ujian Campuran (Saintek dan Soshum) dengan materi ujian TPS, Bahasa Inggris, TKA Saintek, dan TKA Soshum. Pada tahun ini, pelaksanaan UTBK-SBMPTN dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang I dilaksanakan pada tanggal 17 sampai 23 Mei 2022. Sedangkan gelombang II digelar pada tanggal 28 Mei hingga 3 Juni 2022. UTBK 2022 diikuti oleh siswa lulusan tahun 2020, 2021, dan 2022 dari pendiidkan menengah (SMA/MA/SMK dan sederajat), serta lulusan paket C tahun 2020, 2021, dan 2022 dengan umur maksimal 25 tahun.
ADVERTISEMENT
Sebanyak 800.852 siswa telah mengikuti UTBK baru-baru ini. Namun beberapa waktu jelang pengumuman tiba, media sosial malah dihebohkan dengan munculnya dugaan terkait praktik kecurangan pada UTBK 2022. Soal-Soal ujian diduga mengalami kebocoran dengan bukti tersebarnya foto-foto soal UTBK yang dibagikan lewat Google Drive di salah satu grup Telegram. Hal ini ramai diperbincangkan dari bermulanya cuitan salah satu akun Twitter yang menyebutkan bahwa ia menemukan foto soal UTBK di grup belajar Telegram. Pada foto-foto itu juga terungkap identitas beserta foto peserta ujian. Netizen pun langsung berasumsi bahwa orang-orang atas identitas dan foto tersebut lah yang menyebarkan soal ujian. Namun banyak juga yang berspekulasi bahwa sangat tidak mungkin jika memang orang itu yang menyebarkan, kenapa identitas beserta foto dirinya tidak disembunyikan dahulu. Tentu hal pertama yang dilakukan adalah memastikan dulu bahwa identitasnya tidak ketahuan misal dengan mensensornya. Hal tersebut menimbulkan opini baru bagi para netizen.
ADVERTISEMENT
Mereka beranggapan bahwa oknum tersebut memakai jasa joki untuk mengerjakan ujian. Bisa saja oknum itu menggunakan semacam kamera dan chip alat bantu dengar. Kamera tersebut akan memfoto soal lalu dikirimkan ke pihak joki dan kemudian joki tersebut mengerjakan soal-soalnya lalu jawaban dikirim melalui alat bantu dengar. Namun anehnya, kenapa mereka semua tidak ketahuan kalau membawa semacam kamera, alat bantu dengar, ataupun handphone ke ruang ujian. Padahal biasanya sistem pengecekan dan pemeriksaan peserta ujian itu sangat ketat. Kemudian jika diamati dari foto-foto yang beredar, mereka berada dalam satu tempat ujian yang sama. Karena background dan model ruangannya terlihat sama semua. Ini juga dibuktikan dengan alamat IP mereka yang sama yang berarti mereka dalam satu jaringan. Bahkan salah satu akun menyebutkan jika ia mempunyai daftar lokasi penginapan dan briefing persiapan oknum curang ujian tersebut. Ini mengindikasikan bahwa semuanya sudah dirancang dan dipersiapkan dengan matang.
ADVERTISEMENT
Menanggapi tentang beredarnya isu kebocoran soal ujian tersebut, LTMPT mengeluarkan surat edaran klarifikasi melalui situs resminya. Pihaknya menyampaikan bahwa selama pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2022 baik gelombang I maupun gelombang II sejumlah 28 sesi sama sekali tidak terjadi kebocoran soal. LTMPT telah merancang soal yang berbeda untuk setiap sesi. Artinya, tidak ada soal yang sama antar sesi. Pihaknya juga memastikan bahwa upaya curang yang dilakukan oleh beberapa oknum tersebut tidak berpengaruh terhadap keakuratan penilaian hasil UTBK sebagai bahan seleksi SBMPTN 2022. LTMPT menegaskan bahwa peserta yang terbukti melakukan kecurangan pasti akan diberi sanksi tegas. Dengan melakukan proses pendalaman pemeriksaan terhadap bukti-bukti yang ada, peserta dan oknum yang terlibat dalam kecurangan akan dituntut dan diberi sanksi peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik sanksi administrasi maupun pidana.
ADVERTISEMENT
Direktur Eksekutif LTMPT, Prof. Budi Prasetyo memastikan bahwa oknum peserta yang menyebarkan telah didiskualifikasi dari UTBK. Bahkan bukan hanya didiskualifikasi saja, peserta tersebut juga tidak akan memperoleh nilai hasil UTBK. Beliau menyatakan, penyebar foto soal UTBK itu hanya mencari sensasi di media sosial saja. Karena upaya yang dilakukan oknum tidak berhasil. Seperti yang sudah dijelaskan oleh pihak LTMPT, bahwa setiap sesi memiliki soal yang berbeda. Jadi tidak ada istilah bocor. Hal itu bisa disebut bocor jika sebelum tes sudah mendapatkan soal terlebih dahulu. Namun pada kasus ini, tidak seperti itu.
Warganet tidak setuju dan menilai bahwa apa yang disampaikan LTMPT tentang tidak ada soal yang sama setiap sesi itu tidak benar. Karena nyatanya banyak dari peserta yang mengalami sendiri bahwa beberapa soal yang ia dapatkan di sesinya sama persis dengan soal milik temannya di sesi setelahnya. Foto soal yang sudah beredar memang sangat mirip dengan soal yang didapatkan oleh para peserta lain. Namun dibalik itu semua, warganet sudah cukup lega karena pihak LTMPT sudah mengetahui masalah ini. Mereka berharap semoga untuk kedepannya hal seperti ini tidak terulang lagi.
ADVERTISEMENT
Kecurangan dalam ujian semacam ini memang sudah menjadi budaya di Indonesia. Banyak pelajar yang tidak yakin atas kemampuan dirinya sendiri. Sehingga seringkali tidak mau berusaha untuk belajar, tidak jujur dan mengambil jalan pintas. Semoga seiring dengan berjalannya waktu, para pelajar bisa menyadari bahwa kejujuran tidak akan menjadi penghalang untuk bisa maju.
Suasana Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2022 gelombang pertama di Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Jakarta, Selasa (17/5/2022). UTBK SBMPTN 2022 digelar mulai hari ini hingga 23 Mei 2022. (merdeka.com/Arie Basuki)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2022 gelombang pertama di Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Jakarta, Selasa (17/5/2022). UTBK SBMPTN 2022 digelar mulai hari ini hingga 23 Mei 2022. (merdeka.com/Arie Basuki)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020