Konten dari Pengguna
Perempuan dan Pendidikan Tinggi: Menembus Batas Tradisi dan Pembatasan Peran
11 Januari 2026 12:32 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Perempuan dan Pendidikan Tinggi: Menembus Batas Tradisi dan Pembatasan Peran
Pendidikan itu sangat penting, pendidikan diperlukan untuk mengembangkan pengetahuandan kemampuanberpikir bagi individu.Yunisa Maharani Agustin
Tulisan dari Yunisa Maharani Agustin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Pendidikan itu sangat penting, pendidikan diperlukan untuk mengembangkan pengetahuandan kemampuan berpikir bagi individu. Pendidikan merupakan salah satu hal paling mendasar dan krusial bagi kehidupan yang baik di masa mendatang. Di zaman sekarang, pendidikan yang ditujukan khusus untuk laki-laki hampir tidak ada lagi, semua orang memiliki hak yang sama untuk mengejar pendidikan, baik perempuan maupun laki-laki. Kesempatan untuk mendapatkan pendidikan, tanpa disadari, memberikan ruang bagi wanita untuk mencapai kesetaraan sosial yang setara dengan pria. Di era sekarang dengan kemajuan teknologi yang sangat cepat Pendidikan tentu saja merupakan hal yang hal harus dirasakan oleh setiap manusia terutama perempuan.
ADVERTISEMENT
Namun pada kenyataanya perempuan seringkali disudutkan dan ditempatkan dalam ruang sosial yang terbatas. Keterbatasan akan pendidikan inilah yang menjadikan perempuan di luar sana banyak tidak berdaya dan tidak bisa berdiri di atas kaki sendiri, hanya mengandalkan laki-laki yang bisa membawa mereka ke ranah yang lebih baik. Tetapi hal itu terjadi sebaliknya, perempuan banyak dijadikan sebagai pemuas nafsu, karena ketidaberdayaan mereka itulah yang membuat mereka hanya bisa diam tanpa bertindak karena merasa takut untuk sekedar bicara.
Banyak fenomena sosial di kalangan Masyarakat yang hingga saat ini masih saja membatasi perempuan untuk menempuh pendidikan yang tinggi dan layak untuk masa depannya. Hal yang paling sering terjadi adalah mereka menikah diusia remaja atau usia mereka yang seharusnya menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah, tetapi karena di Indonesia masih banyak menganut budaya patriarki yang sangat kuat perempuan yang tidak memiliki Pendidikan tinggi hanya dijadikan sebagai alat untuk membantu perekonomian keluarga. Sedangkan anak laki-laki lebih diutamakan untuk berpendidikan dan mengejar apa yang mereka inginkan. Terdengar sangat tidak adil bukan? Tapi inilah kenyataanya yang memang banyak terjadi dikalangan masyarakat di Indonesia terutama di daerah seperti perkampungan yang memang para perempuan di sana masih kurang dalam mendapatkan Pendidikan yang tinggi.
Salah satu cara terbaik untuk mengatasi ketimpangan gender adalah pendidikan tinggi. Pendidikan memberikan perempuan pemikiran kritis, kemandirian finansial, dan keberanian untuk menyuarakan hak-haknya. Fakta menunjukkan bahwa perempuan dengan pendidikan tinggi memiliki peluang yang lebih besar untuk bekerja di sektor resmi, menjadi pemimpin, dan memiliki posisi yang lebih kuat dalam keluarga dan masyarakat. Akibatnya, pendidikan tinggi tidak hanya mengubah kehidupan seorang wanita tetapi juga meningkatkan kesejahteraan sosial di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
Jalan menuju kesetaraan pendidikan seringkali menantang. Perempuan yang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan tinggi seringkali menghadapi tekanan sosial dalam beberapa daerah, terutama di mana norma-norma patriarkis masih kuat. Orang-orang tertentu dianggap terlalu ambisius, tidak sesuai kodrat, atau bahkan sulit mendapatkan jodoh. Perempuan terhalang untuk berkembang karena stigma dan stigma seperti ini. Kecerdasan tidak mengetahui jenis kelamin, setiap orang memiliki potensi yang sama untuk menjadi sumber daya manusia berkualitas tinggi.
Di masa kini sudah banyak perempuan hebat yang menjadi seorang pemimpin, tidak lagi berdiri di belakang laki-laki tapi bisa sejajar bahkan di atas. Bahkan kini banyak laki-laki yang merasa minder dengan perempuan yang terlihat mandiri dan stabil secara emosional maupun finansial. Hal ini membuktikan bahwa kita sebagai perempuan tidak harus selalu bergantung pada laki-laki, tapi disisi lain juga banyak orang yang menganggap bahwa perempuan yang mandiri dan berpendidikan tinggi akan sulit mendapatkan jodoh karena terlalu memilih.
ADVERTISEMENT
Ucapan dari orang-orang memang seringkali menyudutkan perempuan karena itu menggores ego laki-laki yang tidak mampu setara dalam hal apapun.

