Konten dari Pengguna

Kolaborasi KKN UIN Walisongo dan KWT Cerbonan Ciptakan Minuman Sehat

Yunita Aulia
Mahasiswa KKN
27 Juli 2025 12:48 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Kolaborasi KKN UIN Walisongo dan KWT Cerbonan Ciptakan Minuman Sehat
KKN UIN Walisongo bantu KWT Cerbonan kembangkan minuman sehat berbahan alami dari resep keluarga.
Yunita Aulia
Tulisan dari Yunita Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Proses pembuatan minuman sehat oleh KWT Cerbonan bersama mahasiswa KKN UIN Walisongo. Bahan alami seperti sereh, nanas, dan jahe dipersiapkan secara manual. (Dok. KKN UIN Walisongo)
zoom-in-whitePerbesar
Proses pembuatan minuman sehat oleh KWT Cerbonan bersama mahasiswa KKN UIN Walisongo. Bahan alami seperti sereh, nanas, dan jahe dipersiapkan secara manual. (Dok. KKN UIN Walisongo)
ADVERTISEMENT
Dusun Cerbonan, Kabupaten Semarang – Inovasi sederhana dari dapur rumah tangga bisa melahirkan peluang usaha yang menjanjikan. Hal ini dibuktikan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Cerbonan yang kini mulai memproduksi minuman sehat berbahan alami seperti ginger shoot dan monsereh (lemon sereh).
ADVERTISEMENT
Inisiatif pembuatan minuman ini awalnya muncul dari cerita salah satu anggota KWT yang memiliki saudara di Bandung. Sang saudara lebih dulu memproduksi minuman serupa dan sukses memasarkan produknya di rumah sakit tempat ia bekerja. Tertarik dengan manfaat dan potensi pasar, sang saudara kemudian membagikan resep dan teknik pembuatannya kepada keluarga di Cerbonan.
Mahasiswa KKN dan anggota KWT Cerbonan menunjukkan hasil produksi minuman sehat yang siap dipasarkan. (Dok. KKN UIN Walisongo)
Kini, KWT Cerbonan memproduksi dua varian minuman sehat: varian nanas (ginger shoot) seharga Rp10.000 per 200ml dan varian lemon sereh (monsereh) seharga Rp8.000. Bahan-bahan yang digunakan seluruhnya alami, seperti jahe, kunyit, nanas, dan serai. “Yang paling susah kadang nyari nanasnya, karena harus pakai nanas Sunpride yang kandungan airnya tinggi,” ujar bu Ning, salah satu anggota KWT saat diwawancarai.
ADVERTISEMENT
Tak hanya menyegarkan, minuman ini juga kaya manfaat. Kandungan kunyit dan jahe membantu meningkatkan kekebalan tubuh, sementara nanas membantu menurunkan asam urat dan melancarkan pencernaan.
Untuk menjaga kualitas dan kesegaran, minuman hanya diproduksi saat ada pesanan. Dalam suhu ruang, minuman ini bisa bertahan hingga 3 hari, dan 5 hari jika disimpan di lemari pendingin.
Meski pemasarannya masih terbatas di kalangan anggota KWT, produk ini pernah tampil di Expo Soropadan dan mendapat sambutan positif. “Kami ingin terus belajar agar bisa menjangkau pasar lebih luas,” tambahnya.
Mahasiswa KKN turut terlibat dalam proses produksi hingga strategi pemasaran sederhana. Mereka berharap kegiatan ini bisa mendorong kemandirian ekonomi warga, terutama perempuan desa, lewat pemanfaatan bahan alami yang mudah didapat. (Kominfo_Yuni_Posko 37 KKN MIT)
ADVERTISEMENT