Konten dari Pengguna

Kearifan Lokal: Kayu Situs Perahu Kuno sebagai Media Penyembuhan Bagi Masyarakat

Risa Andriani

Risa Andriani

Mahasiswi di Universitas Diponegoro yang senang belajar hal baru. Memiliki pengalaman dan terlibat dalam komunitas penelitian Antropologi, serta menguasai software desain grafis.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Risa Andriani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar Diambil oleh Risa Andriani: Tambak Garam Tradisional di wilayah Situs Perahu Kuno yang
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Diambil oleh Risa Andriani: Tambak Garam Tradisional di wilayah Situs Perahu Kuno yang

Berkaitan dengan Situs Perahu Kuno di Desa Punjulharjo, Rembang, Jawa Tengah, telah memunculkan praktik unik yang masih berlanjut hingga saat ini.

Kepercayaan ini awalnya terjadi ketika proses ekskavasi perahu kuno dilakukan. Masyarakat beramai-ramai mengambil air yang terkumpul di dalam perahu tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu dan adanya pembangunan, masyarakat hanya bisa mendapatkan air tersebut melalui penjaga situs dengan cara merendamkan pecahan kayu ke dalam air mineral yang telah mereka bawa.

“Kalo ada unsur obat itu bukan airnya, tapi saya yakin kayunya. Jadi, air bawa sendiri, kayu saya celupkan. Tapi manfaatnya sama seperti yang dulu-dulu ketika perahunya masih ada air”, tutur juru pelihara Situs Perahu Kuno. Meskipun begitu, manfaat kayu tersebut belum pernah teruji secara ilmiah.

Kepercayaan masyarakat ini sudah berkali-kali dilakukan. Segala penyakit yang tidak bisa disembuhkan dengan medis pun telah berhasil dipulihkan, salah satunya adalah orang yang lumpuh.

Juru pelihara situs juga mengingatkan bahwa air yang direndam kayu tersebut hanya boleh dioleskan pada bagian tubuh yang mengalami sakit.

Gambar Diambil oleh Risa Andriani: Perahu Kuno Abad ke-7

Informasi tentang air rendaman ini tersebar melalui testimoni dari masyarakat yang pernah berhasil sembuh. Selain itu, beberapa orang yang datang terdorong dari mimpi mereka mengenai perahu di Rembang.

Hingga saat ini, khasiat dari pecahan kayu Situs Perahu Kuno masih dipercaya oleh masyarakat. Selain itu, hal ini juga berdampak sosial pada situs tersebut karena kebanyakan orang yang membutuhkan air sebelumnya tidak mengetahui keberadaan Situs Perahu Kuno.